sankelux ×

Filter aktif: harga solar cell Hapus Filter

On 15-Feb-2019

SANKELUX- Memasang solar cell memang terbilang mudah, tapi bukan berarti dapat dilakukan sembarangan. Jika tidak memperhatikan kaidah-kaidahnya, solar cell tidak akan berkerja maksimal. Energi matahari bisa didapatkan secara maksimum ketika sinar matahari tepat tegak lurus dengan area penangkap. Hal ini dapat dicapai dengan sistem solar tracker yang dapat menyesuaikan sudut permukaan mengikuti pergerakan matahari. Namun, sistem ini cukup mahal jika dibandingkan sistem fixed. Sehingga harga solar cell untuk rumah tangga yang harus dikeluarkan menjadi lebih besar.

Terdapat cara lain untuk mendapatkan energi maksimal namun tetap menghemat harga solar cell untuk rumah tangga yang harus dikeluarkan. Yaitu dengan memasang solar cell dengan sudut kemiringan atau slope dan sudut azimuth yang tepat.

Pada artikel sebelumnya kami telah membahas “cara memaksimalkan efisiensi dan kinerja sistem panel surya”. Dan juga beberapa panduan singkat untuk pemasangan ideal solar cell untuk atap rumah.

Intensitas matahari yang diterima oleh solar cell sangat mempengaruhi daya yang dihasilkan oleh sistem fotovoltaik. Semakin besar intensitas radiasi yang diterima maka daya yang dapat dihasilkan oleh sistem juga semakin besar.

Posisi kemiringan solar cell yang tepat akan sangat menentukan pemaksimalan penerimaan energi matahari. Artinya, meskipun solar cell sudah steril dari berbagai macam penghalang belum berarti  intensitas matahari yang tinggi dapat terserap seluruhnya.

Untuk sudut kemiringan ideal untuk solar cell sendiri sebetulnya relatif. Relatif disini artinya disesuaikan dengan musim, yaitu musim panas, musim dingin dan musim gugur. Akan tetapi, karena di Indonesia hanya memiliki dua musim yaitu musim panas dan musim hujan, tidak diperlukan penyesuaian sudut kemiringan solar cell setiap musimnya.

Sudut kemiringan antara 10-30° dianggap sudah sangat membantu efisiensi. Kemiringan ini ideal karena tidak terlalu tajam sehingga memberi kemudahan dalam perawatan/ pembersihan. Air hujan akan mengalir turun cepat dan menyapu kotoran serta debu. Sedangkan saat musim panas, sudut ini akan membantu penyerapan cahaya selama sehari penuh.

Apabila solar cell dipasang rata dan tidak ada kemiringannya, dikhawatirkan akan terjadi pengendapan debu dan kotoran yang akan mengendap saat bercampur dengan air hujan. Pengendapan ini beresiko untuk menutup permukaan dan mengurangi efektifitas solar cell. Jika hal ini terjadi, dapat mengganggu sistem produksi PLTS akan terganggu dan bahkan energi listrik yang dihasilkan menjadi tidak sesuai spesifikasi pada sistem pengisian baterai.

On 24-Jan-2019

SANKELUX - Memilih inverter yang tepat untuk pemasangan solar panel tidak bisa dilihat dari jenis-jenisnya saja. Terdapat beberapa kriteria lain yang harus diperhatikan untuk Anda. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan menjelaskan aspek-aspek lain yang dianggap perlu untuk dicari informasinya terlebih dahulu oleh calon pembeli.

1.       Komponen

Saat akan membeli inverter, tanyakan kepada penjual apakah komponen power inverter menggunakan IC saja atau trafo + IC?

Inverter yang menggunakan komponen kedua biasanya memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap panas sehingga kualitasnya pun menjadi lebih baik. Jika inverter biasa hanya bertahan beberapa tahun saja, maka jenis trafo + IC dapat bertahan hingga 10 tahun. Perbedaan kualitas komponen kedua inverter ini khususnya terlihat saat beban yang menarik arus besar serta tidak tahan terhadap arus listrik singkat atau korslet.

2.       Efisiensi Daya

Seperti halnya genset dan solar panel, inverter pun harus mempunyai efisiensi yang baik terhadap output yang dihasilkan. Contohnya, inverter dengan efisiensi yang kurang baik hanya dapat digunakan untuk pemakaian untuk harga solar cell 100 watt sampai 400 watt saja. Sedangkan efisiensi yang baik dapat menghasilkan output yang dapat digunakan untuk harga listrik tenaga surya 1000 watt.

3.       Frekuensi

Frekuensi jaringan listrik yang cocok untuk dipakai di Indonesia adalah yang memiliki frekuensi 50 Hz karena terdapat inverter yang memiliki frekuensi 100 Hz. Sehingga tidak dapat digunakan untuk peralatan listrik di Indonesia.

4.       Gelombang

Telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya "Mengenal Inverter Lebih Jauh, Berdasarkan Gelombang Tegangan" bahwa terdapat tiga jenis inverter berdasarkan gelombang. Untuk menentukan pilihan terbaik, susunlah terlebih dahulu kebutuhan pemakaian solar panel di rumah Anda. Apakah menggunakan komponen induksi seperti dinamo atau transformer atau tidak. Atau tentukan output yang diinginkan dengan budget yang dimiliki.

5.       Kualitas Komponen Alat Listrik

Kualitas komponen alat listrik adalah salah satu aspek terpenting. Oleh karena itu, bila Anda ingin membeli inverter pastikan kualitas produk yang dibeli sesuai dengan fakta-fakta yang dipaparkan. Untuk kualitas komponen alat listrik, Indonesia dewasa ini telah mampu memproduksi komponen yang bagus, baik dari sisi harga maupun komponen suku cadang. Untuk mendapatkan inverter buatan bangsa yang berkualitas, Anda bisa menghubungi online@sankeindo.co.id atau langsung kunjungi website kami di www.sankelux.co.id sebagai pemroduksi komponen panel surya terpercaya

6.       Garansi Service

Setiap produk berkualitas pasti memiliki garansi setidaknya 1 tahun. Oleh karena itu perhatikan apakah produk inverter yang akan Anda beli bergaransi atau tidak. Garansi service membuktikan bahwa penjual bertanggungjawab atas produk yang dijual.

7.       Harga

Ada kualitas ada harga. Ungkapan tersebut pasti sering Anda dengar dimana-mana. Termasuk untuk inverter, ungkapan ini sangatlah berlaku. Namun di www.sankelux.co.id, terdapat berbagai macam tipe inverter dengan kualitas yang terjamin. Anda dapat menemukan inverter dari harga 10 juta-an hingga berkualitas premium yaitu IFS 10 KW – 3 phase seharga 60 juta.

 

Nah, dari ketujuh kriteria diatas Anda dapat menentukan inverter apa yang paling sesuai untuk kebutuhan sehari-hari di rumah. Yaitu inverter yang sesuai dengan hargalistrik tenaga surya 1000 Watt.

On 15-Jan-2019

SANKELUX- Penggunaan solar panel kian menjadi pilihan utama sebagai alternatif energi, selain karena energi terbarukan dan bebas didapatkan, pemasangan komponen pun relatif cukup murah. Ya, untuk memasang komponen, jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya untuk harga solar cell 100 watt, tentu akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kebutuhan harga listrik tenaga surya 500 watt.

Tapi pernahkan Anda bertanya-tanya bagaimana sumber energi yang Anda gunakan berproses dan berubah menjadi listrik. Proses mengenai cara tenaga surya dapat menghasilkan energi listrik bisa menjadi topik yang misterius dan mungkin membingungkan bagi sebagian orang. Nah, dalam tulisan kali ini, penulis akan memudahkan Anda untuk memahami hal tersebut.

Komponen Dasar Solar Panel

Langkah pertama untuk mengetahui cara kerja panel surya adalah memahami dari apa bahan dasar komponen  solar panel itu dibuat. Banyak solar panel yang menggunakan silicon sebagai bahan baku, yang merupakan elemen paling umum yang dapat ditemukan di planet kita. Namun, untuk menciptakan kristal silicon dengan kualitas yang baik, prosesnya cukup sulit dan mahal. Sistem listrik tenaga surya yang dipasang untuk rumah tangga, biasanya dibangun dari bahan yang sama, tetapi lebih murah. Seperti tembaga, indium, gallium dan selenide (CIGS); yang mana material tersebut tidak sebagus dan seefisien silicon berkualitas tinggi. Namun tetap, material tersebut dapat menyediakan jumlah daya yang cukup dengan biaya yang wajar untuk kebutuhan rumah tangga.

Selama pembuatan, beberapa unsur-unsur kecil lain diperkenalkan untuk mengubah muatan listrik dari atom silicon. Ini akan menghasilkan electron negatif (tipe-n) silicon dan electron positif (tipe-p). Ketika digabung, kedua silicon ini akan membentuk sel fotovoltaik. Dan ketika sel tersebut ditempatkan dibawah kaca secara bersamaan, kedua tipe electron akan berubah menjadi sebuah panel surya.

Di dalam panel surya, ada pelat logam konduktif yang terhubung ke kabel yang mengarah ke penggabung array gabungan. Suatu perangkat digunakan untuk mengumpulkan energy melalui inverter, dimana arus listrik akan langsung diubah menjadi arus listrik bolak-balik.

Solar Panel Mengubah Tenaga surya Menjadi Listrik

Tenaga Surya adalah bentuk energi yang terdiri dari partikel tak terlihat yang disebut photon, yang memiliki energy dengan massa sisa 0. Ketika photon bersentuhan dengan partikel lain, energy akan berkembang dengan berbagai cara tergantung pada jenis atom apa yang photon sentuh.

Di sisi lain, listrik dihasilkan ketika electron mengelilingi atom-atom, yang bergantung pada jenis material silicon untuk pembuatan sel fotovoltaik. Ketika matahari menyentuh kristal silicon, electron di dalamnya mulai melompat naik dan turun. Setelah electron cukup terbebani, ia akan melepaskan diri dan bergerak lebih bebas. Elektron tipe-n akan mencari silicon tipe-p untuk menggantikan elektron yang hilang dalam atom mereka, dan menghasilkan arus listrik dari gerakan elektron-elektron ini.

Kualitas semi konduktor dari silikon (sesuai dengan material bahannya) memungkinkan untuk mempertahankan ketidakseimbangan elektron yang konstan. Artinya, pasokan listrik tenaga surya akan selalu siap setiap kali photon menghantam panel surya. Arus yang dikumpulan oleh kabel kemudian akan dibawa menuju seluruh sistem dan mengantarkan listrik.

On 26-Des-2018

SANKELUX- Sel surya merupakan sebuah perangkat yang mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik dengan proses fotovoltaic atau PV. Untuk mendapatkan tegangan listrik yang besar sesuai keinginan, diperlukan beberapa sel surya yang tersusun secara seri. Mungkin di antara Anda ada yang berfikir bahwa panel surya dengan daya yang rendah, seperti harga solar cell 100 watt tidak dapat ditingkatkan secara penuh. Padahal, Ketika memilih panel surya, ada beberapa faktor lain yang sangat penting untuk dipertimbangkan.

Efisiensi penggunaan dari masing-masing sumber energi listrik alternatif perlu diketahui lebih jauh supaya dalam penggunaannya didapatkan hasil yang maksimal. Efisiensi ini menjadi penting karena dapat membantu Anda dalam memilih perangkat yang tepat untuk sistem panel surya. Untuk area pemasangan yang sempit misalnya, diperlukan efisiensi panel surya yang lebih tinggi, sehingga dapat memaksimalkan produksi daya yang dihasilkan.

1.       Suhu Udara

Tingkat suhu lingkungan akan mempengaruhi kinerja solar panel. Idealnya solar panel akan bekerja maksimal pada temperatur 25°C. Jika suhu semakin meningkat, maka efisiensi kinerja panel surya juga akan menurun. Suhu di wilayah Indonesia sendiri berkisar antara 25-35°C, sehingga panel surya dapat mengalami degradasi efisiensi produksi hingga 10%.

Untuk mengatasi masalah ini, cara pemasangan solar panel lah yang harus diperhatikan. Anda harus memastikan terdapat ruang yang cukup di bawah panel surya, sehingga akan terdapat aliran udara yang akan menurunkan suhu panel surya pada saat suhu udara sedang dalam puncak tertinggi.

 

2.       Posisi Penempatan

Posisi penempatan menjadi hal kedua yang sangat berpengaruh terhadap efisiensi kinerja panel surya. Saat menginstalasi sistem ini, perhatikan lokasi yang paling tepat. Yaitu, lokasi yang tidak memiliki objek penghalang yang dapat menghasilkan bayangan pada panel surya.

Untuk kinerja panel surya terbaik, pastikan lokasi yang berada dari sudut terjauh. Jika terdapat tanaman, sebaiknya pangkas dan rapikan tanaman tersebut, jangan sampai bayangannya menutupi perangkat sistem Anda.

    

3.       Material Penyusun

Panel surya terdiri dari sel surya yang dirangkai dalam bentuk seri dan pararel. Setiap panel surya memiliki rangkaian sel yang berbeda-beda. Bahan pembuatan sel surya pun bermacam-macam, yaitu:

1)      Crystalline: Sebagai generasi pertama, sel surya ini menggunakan material crystalline silicon (C-Si) sebagai bahan dasar dan merupakan jenis panel yang paling banyak digunakan. Variasi crystalline yang sering dijumpai adalah panel surya jenis monocrystalline, polycrystalline dan ribbon silicon.

2)      Thin Film: Sel surya ini merupakan generasi kedua dan menggunakan material yang berbeda dengan crystalline. Thin film dapat membuat panel lebih ringan dan lebih baik dalam menangkap cahaya. Namun, efisiensi konversi energinya masih lebih kecil dibanding crystalline. Walaupun seiring dengan perkembangan teknologi, sel jenis ini telah mampu mencapai efisiensi hingga 28%. Beberapa jenis sel yang menggunakan material ini diantaranya adalah produk seperti polycrystalline silicon on glass dan berbagai jenis gallium.

3)      Multijunction cells: sel surya ini menggunakan thin film sebagai material utama, yang kemudian dibentuk dalam beberapa layer dan digabungkan menjadi satu. Sel jenis ini lebih banyak digunakan untuk aplikasi khusus, misalnya seperti satelit atau alat eksplorasi ruang angkasa.

 

4.       Intensitas Energi

Semakin besar intensitas penyinaran matahari, maka akan semakin tinggi pula kinerja panel surya dan begitu sebaliknya. Secara umum, untuk memaksimalkan penyerapan sinar matahari di Indonesia, terdapat beberapa tips:

1)      Jika lokasi rumah Anda berada di selatan garis khatulistiwa, maka arahkan panel surya 15° ke arah utara.

2)      Jika lokasi rumah Anda berada di utara garis khatulistiwa, maka arahkan panel surya 15° ke arah selatan.

 

5.       Hambatan Listrik Beban

Tegangan listrik yang dihasilkan oleh panel surya tidak akan selamanya stabil. Hal ini dikarenakan produksi tegangan bergantung pada tingkat penyinaran radiasi matahari. Ketika dalam waktu ideal (10.00-14.00 WIB), suhu udara, serta langit yang bersih (tanpa awan mendung), maka kinerja panel surya akan maksimal. Namun, pada saat pagi hari atau matahari tertutup awan, tegangan panel surya akan menurun.

Oleh karena itu, turun naiknya tegangan ini harus menjadi perhatian. Idealnya setiap peralatan yang digunakan seperti inverter, memiliki jarak batas kerja yang cukup tinggi. Misalnya, inverter dapat bekerja pada jarak batas (range) 150-800 VDC.

 

Yang harus dipahami adalah efisiensi pada panel surya merupakan salah satu komponen yang perlu diperhitungkan. Namun, bukan penentu utama. Anda mungkin ingin memulai dengan pemasangan berbiaya rendah, misalnya dengan harga solar cell 100 watt. Maka, panel dengan efisiensi tinggi tidak menjadi pilihan.

Namun, jika dengan harga solar cell 100 watt tersebut juga Anda ingin memaksimalkan kinerjanya. Cara-cara diatas dapat diaplikasikan sehingga dapat memaksimalkan produksi daya, dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

On 11-Des-2018

SANKELUX- Tagihan listrik yang terus membengkak membuat kebanyakan orang khususnya ibu rumah tangga mencari siasat untuk membuatnya tetap sesuai kantong. Sudah menjad rahasia umum bahwa energi tenaga surya adalah solusi. Namun harga pemasangannya dianggap mahal, meski keuntungannya dapat dirasakan bertahun-tahun lamanya.

Padahal, dengan pengembangan energi terbarukan dari sinar matahari sudah semakin pesat telah berimbas terhadap turunnya harga. Dahulu, dibutuhkan banyak panel surya dan lahan yang luas untuk memproduksi listrik dari tenaga surya. Saat ini, setiap rumah bisa memperoleh listrik dari sinar matahari dengan hanya memasang panel surya berukuran kurang dari 10 meter persegi di atap rumah. Hal ini tentu berdampak terhadap harga penginstalasian yang menjadi lebih terjangkau.

Berikut ilustrasi kapasitas solar cell untuk atap  dengan perolehan energi dan luas area:

Kapasitas (Kwp)

Produksi Energi/ Tahun (kwh)

Luas (m²)

5

7.281

35

10

14.562

70

20

29.123

140

30

43.685

210

50

72.808

350

80

116.494

560

100

145.617

700

200

291.234

1.400

300

436.851

2.100

400

582.468

2.800

 

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa untuk mendapatkan produksi energi yang besar sudah tidak memerlukan luas yang begitu besar. Oleh karena itu, kita akan mencoba menghitung hasil produksi energi listrik dari solar cell Sankelux SPV 1610-125 WP (poly) dengan dimensi ukuran 670 x 1335 (mm) seharga Rp 1.363.000. Berapa jumlah solar cell yang akan dibutuhkan dan harga solar cell 100 watt.

Untuk banyaknya panel surya yang di butuhkan, hal pertama yang perlu dihitung terlebih dahulu adalah berapa kebutuhan total beban listrik perbulan di rumah. Dari situ dapat di indentifikasi berapa Kwh yang dibutuhkan tiap hari. Karena kita akan menghitung harga solar cell 100 watt, maka  gunakan kebutuhan 100 watt sebagai contoh. Hitung berapa lama beban total 200 watt akan dihidupkan. Misalnya 12 jam, berarti total konsumsi dalam sehari 100 x 12= 1.200 WH. Dari total tersebut tambahkan 20% untuk kebutuhan listrik inverter maka total daya 1.200 + (1.200 x 20%)= 1.440 WH.

Kemudian hitung kembali dengan kebutuhan baterai, misalnya dibagi dengan tegangan umum yang dimiiki baterai yaitu 12 V. Maka kuat arus yang dibutuhkan adalah 120120 Ampere. Maka, jika Ada menggunakan baterai pack lithium sebesar 40 Ah/ 12.8 V, maka Anda membutuhkan 3  baterai (40 x 12 x 3 =  1.440 WH).

Setelah itu, hitung panel surya dengan efektifitas rata-rata waktu matahari bersinar maksimum, yaitu 5 jam. Maka 125 wp x 5= 625 watt. Artinya, panel surya 125 wp mampu memberikan 650 Watt dan jika di total untuk kebutuhan 1.440 WH, rumah Anda membutuhkan 3 panel surya. Untuk 3 panel surya berdaya 125 wp (1.440 : 650). Anda hanya perlu merogoh saku sebesar Rp 4.089.000, harga yang cukup terjangkau untuk menangkis stigma pengeluaran panel surya yang sangat besar. Meskipun ditambahkan dengan harga komponen lainnya, Anda akan mendapatkan balik modal dalam waktu 3 tahun.

Bagaimana, daripada Anda memusingkan harga listrik yang kian naik setiap tahunnya kenapa tidak mencoba untuk menghasilkan daya listrik sendiri dirumah? Anda dapat mengakses link ini untuk melihat variasi harga panel surya dengan berbagai macam  daya https://www.sankelux.co.id/search?keyword=solar%20cell. Jika Anda masih merasa kebingungan untuk menentukan perencanaan penghitungan biaya pemasangan dan komponen yang dibutuhkan, hubungi kami di nomor yang tertera dalam website. Kami dapat menolong Anda mewujudkan tujuan untuk berhemat.

On 27-Nov-2018

SANKELUX- Penerangan sudah menjadi kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat dielakkan. Penerangan membantu berbagai aktifitas baik dirumah untuk keperluan rumah tangga, di kantor untuk urusan pekerjaan, hingga di jalan raya dan tempat publik lainnya. Penerangan bersumber dari energi listrik, sehingga penerangan tidak dapat dipisahkan dari sumber energi.

Penerangan yang bersumber dari energi listrik yang dihasilkan oleh tenaga matahari hampir menjadi pemandangan yang jamak saat ini. Namun kebanyakan dari inovasi energy terbaru tersebut hanya fokus pada kebutuhan cadangan energy dengan komponen yang relative cukup masif. Bukan untuk daerah terpencil atau bahkan untuk kebutuhan darurat dengan komponen yang minimalis.

Sebuah inovasi penerangan akhirnya muncul dari sumber energy tenaga surya, yaitu LITSUMI (Listrik Tenaga Surya Mini). LITSUMI memiliki komponen yang ramping, terdiri dari solar paner, DC Hub, Lampu, Kabel dan remot. Komponen-komponen tersebut berukuran mini sehingga dapat digunakan secara portable. Karena seluruh komponennya yang mini, harga seperangkat penerangan tenaga surya ini pun jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan harga solar cell 100 watt sekalipun.

Seperti lampu tenaga surya pada umumnya, solar panel digunakan sebagai wadah untuk menangkap energy matahari yang kemudian akan diubah menjadi energy listrik dan disimpan sebagai daya cadangan. Daya listrik yang dari panel solar cell yang ringan dan mudah dipasang dapat menyalakan 3-5 lampu LITSUMI. Selain itu terdapat baterai lithium unuk menyimpan energy untuk penyalaan 16-20 jam.

Dengan berbagai keistimewaan tersebut, LITSUMI sangat cocok digunakan untuk kebutuhan outdoor. Khususnya untuk kegiatan seperti berkemah, memancing untuk nelayan hingga untuk badan penanggulan bencana. Lampu penerangan ini sangat cocok untuk tenda pengungsian dan kebutuhan pemulihan daerah darurat bencana lainnya. Ditambah, LITSUMI memiliki tiga tingkat kecerahan lampu, mulai yang berwarna kuning hingga putih terang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Seluruh komponen LITSUMI telah memiliki sertifikat dari LIPI dan BPPT, sehingga Anda tidak perlu meragukan kualitas penerangan ini. Sebagai bonus, karena ringan dan portable, LITSUMI juga dapat dijadikan senter memiliki remote yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu.

 Berikut spesifikasi produk LITSUMI:

Produk

Spesifikasi Lampu Litsumi

Spesifikasi Solar Panel 15 WP & 20 WP

Solar Panel

Lighthing Power Supply

DC

Typical Power (W)

15

20

Maximum Power

700 mw

Voltage @Typical Power (Ipm)

18

18.5

Battery Capacity

4400 mAh/Lithium

DC Charging Voltage

5-20 VDC

Current @Typical Power (Ipm)

0.8

1.3

DC Charging Current

Approx 500 Ma

DC Lighting time

± 20 hourse (full charge)

Open Circuit Voltage (Voc)

22.3

22.2

Adapt Temperature°

+50°/-30°

LITSUMI

LED Life

3500 hours

Short Circuit Current (Isc)

0.8

1.4

LED Quantity

21 pcs

Weidth (mm)

340

350

Material

ABS+PS

Height (mm)

343

525

Color Temperature

6000-6500K

Thick (mm)

25

25

Brighteness

330.5 LM

Weight (gr)

1410

2580

DC Out/USB Charging

5 V

Cable

2x22 AWG,UL2468

 












Meskipun LITSUMI sangat dirokemendasikan untuk kebutuhan penerangan outdoor, namun tidak menolak kemungkinan bahwa perangkat ini dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga. Dengan menggunakan perangkat ini, Anda dapat menekan budget jika dibandingkan dengan harga solar cell 100 watt

On 5-Nov-2018

SANKELUX – Apapun barang yang Anda beli, sebaiknya periksa kualitas barang tersebut sebelum melakukan transaksi. Begitupun saat Anda berencana membeli solar cell. Solar cell untuk rumah tangga yang tidak murah ini perlu ketelitian mulai dari memilih merk yang bagus sampai dengan mengecek kondisi barang. Solar cell memang dijual bebas di pasaran, khususnya di LTC Glodok, Jakarta. Di sini menjual beragam jenis solar cell  dengan harga yang bervariasi.

Satu jenis barang merek tertentu akan terbagi di dalam satu level perusahaan dengan kualitas terbaik. Biasanya perusahaan yang ada pada level ini memiliki beberapa keunggulan baik dari segi produk maupun servis. Misalnya, PT. Sankeindo sebagai pabrik lokal solar cell yang dapat mensuplai serta memproduksi kebutuhan barang energi tenaga surya.  Salah satu keunggulannya memiliki peralatan pengujian bahwa solar cell yang kamu gunakan adalah produk baru dengan kualitas terbaik. Berikut ini tips membedakan solar cell kamu berkualitas atau tidak.

Ciri-ciri solar cell rusak. Sebagaimana kamu tahu bahwa harga solar cell untuk rumah tangga atau bangunan gedung itu mahal. Maka saat membeli perhatikan solar cell telah tersusun dan dilaminating di dalam panel surya. Pastikan sel surya yang ada, tidak rusak, terpotong, atau pecah. Sebab jika rusak, panel surya tidak dapat berkerja dengan optimal, bahkan membahayakan nyawa Anda. Jika baru beli namun dalam kondisi tesebut, produk tersebut memiliki standar kualitas produksi pabrikan yang rendah. Merek yang bagus biasanya sudah melakukan kontrol kualitas (quality control) dan memiliki surat lolos uji kualitas. Dengan begitu, harga yang dijual memang cukup mahal.

Terdapat goresan kaca. Jangan merasa ketika melihat goresan kaca pada lapisan kaca panel surya adalah masalah biasa. Goresan kecil ataupun besar ini akibat penanganan panel surya yang tidak tepat di pabrik. Bahkan goresan ini dapat berdampak buruk, seperti:

  • Berpotensi menurunnya tingkat produksi daya pada panel surya.
  • Goresan kecil atau dangkal dapat menyebabkan bayangan dan mengganggu perubahan energi
  • Goresan besar dan dalam bisa sangat mengganggu lapisan antirefleksi sensitif, sehingga transmitansi cahaya.
  • Lapisan yang rusak dapat menyebabkan udara, debu, dan air bisa masuk ke bagian bawah kaca dan sel surya, yang akan berdampak pada lapisan sel surya terangkat dan dalam jangka Panjang dapat menyebabkan efek delaminating.

Penyelarasan sel surya tidak tepat. Dalam menyediakan produk solar cell karena harus hati-hati. Apabila terjadi ketidakselarasan string sel surya, penyebabnya bisa jadi akibat pemotongan sel surya yang tidak tepat. Tentu kondisi ini akan menjadi masalah secara estetika. Maka jangan menerima barang seperti ini karena sudah pasti barang yang disediakan produsen merek tersebut menunjukan kontrol kualitas mereka lemah.

On 5-Nov-2018

SANKELUX – Penggunaan solar cell untuk rumah tangga dapat dikatakan seimbang atau bahkan lebih sedikit dari penggunaan solar cell untuk bangunan gedung. Banyak bangunan gedung terutama perusahaan atau pabrik yang menyadari bahwa hal ini dapat membantu konservasi lingkungan. Maka dari itu, mereka memanfaatkan sumber daya matahari ini menjadi energi yang melimpah untuk pengadaan listrik pada gedung tersebut. Adapun pembahasan kali ini kami akan membahas lebih banyak mengenai manfaat solar cell untuk bangunan gedung, sebagai berikut:

Solar cell dapat menyediakan energi listrik bagi siapapun dan dimanapun. Saat ini kesadaran masyarakat akan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya dapat dilakukan oleh siapapun dan dimanapun. Salah satunya kontribusi dari sektor industri dalam penggunaan energi yang ramah lingkungan ini dengan menggunakan solar cell.

Solar cell dapat membantu operasional bangunan gedung. Solar cell untuk rumah tangga dapat menyalakan hampir seluruh peralatan rumah tangga, begitupun untuk sektor indusri. Solar cell mampu membantu pengadaan listrik untuk operasional fasilitas bangunan gedung, mulai dari menyalakan seluruh peralatan kantor sampai mesin produksi suatu pabrik.

Solar cell dapat menjadi bantuan pertama setelah bencana. Jika menggunakan listrik konvensional atau PLN , sering kali terjadi listrik mati pada waktu yang tidak dapat ditentukan, maka berbeda dengan solar cell ini. Rangkaian alat solar cell dapat menjadi bantuan pertama setelah bencana, salah satunya saat listrik PLN sedang padam. Hal ini tentu sangat berfungsi bagi mesin atau alat perusahaan yang harus menyala dalam kurun waktu 24 jam.

Solar cell dapat menciptakan ramah lingkungan. Sebuah pabrik atau sektor industri sudah pasti akan membutuhkan tenaga listrik yang tidak sedikit saat operasional sedang berlangsung. Dengan terpasangnya listrik tenaga surya ini dapat menekan pemanasan global yang bisa sangat mengancam kehidupan manusia di muka bumi. Bahkan solar cell untuk rumah tangga maupun bangunan gedung dapat berkontribusi dalam mereduksi emisi karbon.                                    

Tagihan listrik dapat berkurang. Semua perusahaan solar cell menjanjikan kepada setiap penggunanya bahwa dengan menggunakan listrik tenaga surya dapat membantu mengurangi tagihan listrik sejak hari pertama solar cell dipasang. Tentu hal ini akan sangat menguntungkan bagi sebuah perusahaan. Untuk lebih jelasnya mengenai biaya solar cell untuk rumah tangga atau bangunan gedung, Anda dapat mengunjungi website berikut https://www.sankelux.co.id. 

On 15-Okt-2018

SANKELUX – Gerakan hemat energi gencar dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat. Selain mengurangi penggunaan peralatan elektronik di rumah, Anda juga dapat menerapkan dengan cara memasang solar cell untuk rumah tangga. Solar cell merupakan komponen utama dari penyediaan energi surya untuk mengkonversi sinar matahari  menjadi energi listrik. Beberapa developer atau kontraktor yang mengembangkan rumah hemat energi biasanya menyediakan fasilitas ini sebagai salah satu fitur hijau di clusternya.

Setiap solar cell untuk rumah tangga dipasang diatas gedung / bangunan rumah untuk menghasilkan energi bersih. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan, salah satunya penghematan biaya listrik. Bagi Anda yang sudah memiliki rumah atau bagi developer yang sedang mengembangkan rumah hemat energi, Anda dapat mempertimbangkan untuk memasang panel surya. Berikut ini kelebihan yang perlu anda pahami.

Energi gratis. Penggunaan solar cell untuk rumah tangga selain ramah lingkungan, juga memberikan energi gratis di luar alat dan jasa pemasangan solar cell. Listrik yang dihasilkan dari energi matahari ini adalah bentuk energi paling berlimpah yang tersedia di bumi. Sistem kerjanya:  matahari menampung energi panas di siang hari yang berfungsi menyalakan sistem komponen elektrik di rumah Anda. Dengan begitu, Anda bisa menyimpan biaya yang digunakan untuk membayar tagihan listrik.

Produksi energi bersih. Global warming, salah satunya disebabkan oleh penggunaan listrik PLN yang berlebihan dari rumah tangga yang energinya diperoleh dari bahan bakar batu bara . Namun, berbeda dengan energi cahaya yang diubah ke energi listrik menggunakan solar cell. Keuntungan dalam penggunaan pembangkit listrik ini akan tetap aman dan menjaga lingkungan tetap bersih. Sebab, panel surya atau solar cell tidak akan menghasilkan gas rumah kaca, sehingga siapa saja boleh menggunakan.

Mengurangi ketergantungan. Sebagai pengguna listrik PLN, secara tidak langsung ada ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Hal ini akan terasa sekali ketika listrik PLN dalam kondisi mati. Anda akan bingung, bahkan sampai tidak bisa berbuat apapun karena semua kebutuhan tergantung dengan listrik PLN. Berbeda jika Anda menggunakan solar cell untuk rumah tangga, jika listrik PLN mati, Anda tetap dapat menggunakan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya untuk memenuhi beberapa kebutuhan.

Pasang sesuai kebutuhan. Rencana ingin hidup ramah lingkungan dengan menggunakan solar cell untuk rumah tangga, anda dapat memasang solar cell sesuai kebutuhan. Solar cell dapat diatur sesuai dengan seberapa besar listrik yang Anda butuhkan untuk kebutuhan rumah tangga. Jadi, Anda dapat menggunakan sebagian listrik PLN, sebagiannya lagi dengan solar cell.

On 15-Okt-2018

SANKELUX – Ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari dapat diadaptasikan dengan penggunaan solar cell (sel surya) untuk rumah tangga. Solar cell merupakan perangkat atau komponen yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip efek photovoltaic. Dengan begitu, masyarakat dapat meminimalisir dampak pemanasan global dalam pengadaan tenaga listrik dengan menggantikan tenaga batu bara (PLN) menjadi tenaga surya menggunakan solar cell.

Sebagai negara tropis, Indonesia sangat kaya akan cahaya matahari. Dengan perangkat solar cell ini cahaya yang masuk akan menghasilkan tegangan dan arus yang lebih kuat pada umumnya. Sehingga, solar cell dapat menjadi sumber listrik untuk berbagai macam perangkat yang ada di rumah maupun sekitar Anda.

Cara kerja solar cell

Cara kerja solar cell ini cukup sederhana. Komponen utama dari solar cell terbuat dari bahan semikonduktor, dimana didalamnya setidaknya terdapat dua lapisan semikonduktor berupa positif dan negatif. Saat solar cell bekerja, maka ia akan menangkap sinar matahari yang berupa partikel kecil dari energi foton matahari.

Saat energi foton yang diserap oleh lapisan negatif dari solar sel telah cukup, maka elektron akan dibebaskan dari lapisan negatif menuju ke lapisan positif, sehingga timbul beda potensial alias tegangan. Dari situlah akan timbul energi listrik yang nantinya dapat disimpan ke dalam sebuah baterai, sehingga solar cell dapat digunakan selama 24 jam.

Listrik yang dihasilkan oleh sistem solar cell juga dapat digunakan secara langsung. Misalnya, untuk menggunakan lampu, pompa, radio, dan sebagainya. Bukan hanya itu, listrik juga dapat digunakan untuk peralatan rumah tangga yang memiliki watt cukup besar, seperti lemari pendingin dan air conditioner (AC).

Harga solar cell untuk rumah tangga

Jika bicara mengenai harga solar cell untuk rumah tangga, kamu akan dikenakan biaya yang relatif mahal. Namun, biaya ini mencakup alat dan jasa pemasangannya. Apabila dibandingkan dengan listrik pada umumnya, solar cell memiliki keuntungan yang akan Anda dapatkan sampai bertahun-tahun lamanya. Untuk penggunaan rumah tangga biasanya dapat bertahan hingga 20 – 25 tahun.

Sebelumnya, Anda perlu menyiapkan beberapa komponen yang dibutuhkan, berupa solar cell, module/PV, solar charge controller, baterai, dan inverter DC to AC. Semua alat ini untuk menghasilkan aliran listrik.

Kebutuhan listrik setiap rumah tentu berbeda-beda. Untuk pemakaian 1500 watt, kapasitas umum untuk solar cell yang di pasang di atap rumah kurang lebih memenuhi sekitar 1000WP. Sementara untuk harga solar cell untuk rumah tangga pun berbeda-beda. Salah satunya Anda dapat melihat biayanya melalui website berikut https://www.sankelux.co.id/product?id=109. 

1
2
3