SANKELUX- Sel surya merupakan sebuah perangkat yang mengubah energi
sinar matahari menjadi energi listrik dengan proses fotovoltaic atau PV. Untuk
mendapatkan tegangan listrik yang besar sesuai keinginan, diperlukan beberapa
sel surya yang tersusun secara seri. Mungkin di antara Anda ada yang berfikir
bahwa panel surya dengan daya yang rendah, seperti harga solar cell 100 watt
tidak dapat ditingkatkan secara penuh. Padahal, Ketika memilih panel surya, ada
beberapa faktor lain yang sangat penting untuk dipertimbangkan.
Efisiensi penggunaan dari
masing-masing sumber energi listrik alternatif perlu diketahui lebih jauh
supaya dalam penggunaannya didapatkan hasil yang maksimal. Efisiensi ini
menjadi penting karena dapat membantu Anda dalam memilih perangkat yang tepat
untuk sistem panel surya. Untuk area pemasangan yang sempit misalnya,
diperlukan efisiensi panel surya yang lebih tinggi, sehingga dapat
memaksimalkan produksi daya yang dihasilkan.
1. Suhu Udara
Tingkat suhu lingkungan akan mempengaruhi kinerja
solar panel. Idealnya solar panel akan bekerja maksimal pada temperatur 25°C.
Jika suhu semakin meningkat, maka efisiensi kinerja panel surya juga akan
menurun. Suhu di wilayah Indonesia sendiri berkisar antara 25-35°C,
sehingga panel surya dapat mengalami degradasi efisiensi produksi hingga 10%.
Untuk mengatasi masalah ini, cara pemasangan solar
panel lah yang harus diperhatikan. Anda harus memastikan terdapat ruang yang
cukup di bawah panel surya, sehingga akan terdapat aliran udara yang akan
menurunkan suhu panel surya pada saat suhu udara sedang dalam puncak tertinggi.
2. Posisi Penempatan
Posisi penempatan menjadi hal kedua yang sangat berpengaruh terhadap efisiensi kinerja panel surya. Saat menginstalasi sistem ini, perhatikan lokasi
yang paling tepat. Yaitu, lokasi yang tidak memiliki objek penghalang yang
dapat menghasilkan bayangan pada panel surya.
Untuk kinerja panel surya terbaik, pastikan lokasi
yang berada dari sudut terjauh. Jika terdapat tanaman, sebaiknya pangkas dan
rapikan tanaman tersebut, jangan sampai bayangannya menutupi perangkat sistem
Anda.
3. Material Penyusun
Panel surya terdiri dari sel surya yang dirangkai
dalam bentuk seri dan pararel. Setiap panel surya memiliki rangkaian sel yang
berbeda-beda. Bahan pembuatan
sel surya pun bermacam-macam, yaitu:
1)
Crystalline:
Sebagai generasi pertama, sel surya ini menggunakan material crystalline silicon (C-Si) sebagai bahan
dasar dan merupakan jenis panel yang paling banyak digunakan. Variasi
crystalline yang sering dijumpai adalah panel surya jenis monocrystalline, polycrystalline dan ribbon silicon.
2)
Thin Film:
Sel surya ini merupakan generasi kedua dan menggunakan material yang berbeda
dengan crystalline. Thin film dapat
membuat panel lebih ringan dan lebih baik dalam menangkap cahaya. Namun,
efisiensi konversi energinya masih lebih kecil dibanding crystalline. Walaupun
seiring dengan perkembangan teknologi, sel jenis ini telah mampu mencapai
efisiensi hingga 28%. Beberapa jenis sel yang menggunakan material ini
diantaranya adalah produk seperti polycrystalline
silicon on glass dan berbagai jenis gallium.
3)
Multijunction
cells: sel surya ini menggunakan thin
film sebagai material utama, yang kemudian dibentuk dalam beberapa layer
dan digabungkan menjadi satu. Sel jenis ini lebih banyak digunakan untuk
aplikasi khusus, misalnya seperti satelit atau alat eksplorasi ruang angkasa.
4. Intensitas Energi
Semakin besar intensitas penyinaran matahari, maka
akan semakin tinggi pula kinerja panel surya dan begitu sebaliknya. Secara
umum, untuk memaksimalkan penyerapan sinar matahari di Indonesia, terdapat
beberapa tips:
1)
Jika lokasi rumah Anda berada di selatan garis khatulistiwa,
maka arahkan panel surya 15°
ke arah utara.
2)
Jika lokasi rumah Anda berada di utara garis khatulistiwa, maka arahkan panel surya 15° ke arah selatan.
5. Hambatan Listrik Beban
Tegangan listrik yang dihasilkan oleh panel surya
tidak akan selamanya stabil. Hal ini dikarenakan produksi tegangan bergantung
pada tingkat penyinaran radiasi matahari. Ketika dalam waktu ideal (10.00-14.00
WIB), suhu udara, serta langit yang bersih (tanpa awan mendung), maka kinerja
panel surya akan maksimal. Namun, pada saat pagi hari atau matahari tertutup
awan, tegangan panel surya akan menurun.
Oleh karena itu, turun naiknya tegangan ini harus
menjadi perhatian. Idealnya setiap peralatan yang digunakan seperti inverter,
memiliki jarak batas kerja yang cukup tinggi. Misalnya, inverter dapat bekerja
pada jarak batas (range) 150-800 VDC.
Yang harus dipahami adalah efisiensi pada panel surya
merupakan salah satu komponen yang perlu diperhitungkan. Namun, bukan penentu
utama. Anda mungkin ingin memulai dengan pemasangan berbiaya rendah, misalnya
dengan harga solar cell 100 watt. Maka, panel dengan efisiensi tinggi tidak
menjadi pilihan.
Namun, jika dengan harga solar cell 100 watt
tersebut juga Anda ingin memaksimalkan kinerjanya. Cara-cara diatas dapat
diaplikasikan sehingga dapat memaksimalkan produksi daya, dan dapat
dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.