SANKELUX- Penggunaan teknologi lampu LED pada awalnya digunakan bukan untuk kepentingan fasilitas umum seperti penerangan jalan raya tenaga surya (PJUTS). Tetapi seiring perkembangan teknologi serta tuntutan penghematan energi, penggunaan teknologi lampu LED seolah-olah bertransformasi menjadi sebuah standar tersendiri baik di Indonesia ataupun dunia.
Selain lebih hemat dan lebih kecil dalam menyerap energi yang dibutuhkan, lampu LED untuk PJUTS juga menghasilkan cahaya yang lebih terang jika dibandingkan dengan lampu-lampu pada generasi sebelumnya.
Cahaya LED yang tampak dari PJUTS seringkali kita memahaminya bergantung pada besaran daya (watt). Dimana semakin besar watt LED maka semakin besar pula harga lampu LED Jalan raya. Lalu dari mana kita tahu sebuah harga lampu LED jalan raya akan sesuai dengan kualitasnya? Tentunya dari hasil pengujian. Untuk LED, ada empat aspek yang harus diperhatikan yaitu konsistensi warna, usia pakai, colour rendering, dan lumen yang terdiri dari kuat cahaya penerangan dan efikasi.
Perlu dipahami bersama bahwa dalam memilih lampu LED, yang harus diperhatikan adalah tingkat pencahayaan lampunya (lumen). Jadi jangan terlalu terpaku pada besaran daya (watt) apalagi terpaku pada harga lampu LED jalan raya sebagai perbandingan. Selama tingkat pencahayaan yang didapatkan sesuai kebutuhan, maka lampu dapat digunakan meskipun berdaya rendah.
Tetapi, dari keempat aspek tersebut lumen merupakan aspek yang sering kali dihiraukan. Padahal, ini merupakan yang terpenting dan terdapat cara perhitungan khusus untuk menilai berapa lumen yang tepat untuk kebutuhan penerangan baik di dalam ataupun diluar ruangan. Oleh karena itu, untuk mengenal tingkat pencahayaan atau lumen pada LED, dan menilai lumen dan harga lampu LED jalan raya berbanding lurus atau tidak, berikut istilah yang harus diketahui:
1.      Flux cahaya: Keseluruhan watt cahaya dengan satuan lumen atau disebut juga satuan unit pengukuran dari besarnya cahaya (arus cahaya). 1 watt cahaya kira-kira sama dengan 680 lumen.
2.      Intensitas cahaya: Flux cahaya persatuan sudut ruang yang dipancarkan ke suatu arah tertentu dan diukur dalam satuan candela (cd).
3.      Streradian: Sudut ruang pada titik tengah bola antara jari-jari terhadap luar permukaan bola sebesar kuadrat jari-jarinya
4.      Luminasi: Permukaan benda yang mengeluarkan/memantulkan intensitas cahaya yang tampak pada satuan luas permukaan benda tersebut. Permukaan yang lebih gelap akan memantulkan cahaya yang lebih sedikit, oleh karena itu dibutuhkan iluminasi yang sama dengan permukaan yang lebih terang.
5.      Iluminasi/Intensitas penerangan: Sejumlah arus cahaya yang jatuh pada suatu permukaan seluas satu meter persegi dari sumber cahaya satu lumen.
6.      Efikasi: Rentang angka perbandingan antara flux cahaya dengan daya listrik suatu sumber cahaya.
7.      Lux: Satuan pencahayaan (iluminasi) yang menyatakan nilai besaran pencahayaan yang ada dalam satu ruangan atau wilayah tertentu yang mendapatkan pencahayaan dari sumber cahaya.
Berikut spesifikasi lumen dan harga lampu LED jalan raya dari www.sankelux.co.id:
|
Harga lampu LED Jalan Raya |
Spesifikasi |
|||||
|
Lumens |
Tegangan |
Arus |
Suhu Warna |
Daya LED |
||
|
Efikasi |
Kuat Cahaya Penerangan |
|||||
|
Rp 1.404.900 |
104,1 lm/w |
3125.1 lm |
220 V-AC |
0.1419 A |
6411 |
30 Watt |
|
Rp 3.420.000 |
110.3 lm/w |
7182.5 lm |
220 V-AC |
0.3026 A |
6365 |
|