sankelux ×

On 9-Apr-2019

SANKELUX – Sistem penerangan jalan tenaga surya (PJUTS) adalah lampu penerangan jalan umum yang memanfaatkan baterai sebagai penyimpanan energi utamanya. Salah satu  kendala yang sering ditemukan pada sistem PJUTS yaitu terkait dengan baterainya, seperti baterai cepat rusak karena kebanyakan orang lebih memilih baterai dengan harga rendah namun kualitas yang dimiliki kurang baik. Padahal, jika tegangan baterai menurun maka lumen cahaya yang dihasilkan oleh lampu juga akan menurun atau menjadi redup. Untuk mengatasi kendala tersebut, dibutuhkan perencanaan yang matang dalam memilih setiap komponen dalam merancang sistem PJUTS, agar Anda tidak mengeluarkan biaya dua kali. Petimbangan yang terpenting adalah kualitas material dan spesifikasi, bukan terpaku pada harga baterai atau harga lampu LED jalan raya yang terendah.

Sebelum memilih baterai hitunglah terlebih dahulu beban energi (lampu LED jalan raya), yaitu daya beban dikalikan dengan lamanya waktu menyala dalam sehari (jam). Setelah mengetahui beban energi yang dibutuhkan barulah Anda dapat menentukankapasitas baterai yang diukur dalam satuan Ampere Hours (AH) dengan variasi tegangan (V) yang beragam. Dengan perencanaan yang matang, maka minimalisasi rugi Anda akan semakin tinggi.  

Seperti saat “memilih inverter” (kasih backlink dan hilangkan tanda kutipnya https://www.sankelux.co.id/blog/Kriteria-Yang-Harus-Diperhatikan-Saat-Membeli-Inverter-Untuk-Sistem-Panel-Surya), memilih baterai pun terdapat kriteria-kriteria yang harus diperhatikan. Adapun pertimbangan lain yang harus diperhatikan dalam memilih baterai tarbaik untuk sistem PJUTS adalah sebagai berikut:

1.       Days of Autonomy

Aspek ini merupakan kemampuan sistem untuk memenuhi kebutuhan daya beban dalam satuan hari untuk mengantisipasi kondisi cuaca dimana sinar matahari tidak optimal sehingga proses pengisian baterai juga tidak optimal. Days of Autonomy dalam konteks Indonesia dapat dipatok 3 hari. Hal ini dikarenakan mengingat kondisi cuaca yang berpengaruh terhadap radiasai matahari tidak berlangsung terlalu lama karena Indonesia berada di garis katulistiwa dengan musim yang tidak seekstrim  di negara-negara dengan empat musim.

2.       Maximum Depth of Discharge (DoD)

DoD merupakan maksimum penggunaan kapasitas baterai yang direkomendasikan produsen baterai dalam satuan persen terhadap kapasitas tertulis (rated capacity). Hal ini nantinya akan terkait dengan usia pakai baterai. Faktor DoD ini akan mempengaruhi jumlah baterai yang akan digunakan pada kapasitas yang sama. Oleh karena itu, PJUTS akan menempatkan baterai pada kotak yang berada pada tiang  PJU sehingga berat baterai akan menjadi pertimbangan.

3.       Battery Temperature Derating

Battery temperature derating adalah penurunan kapasitas berdasarkan suhu. Baterai akan mengalami penurunan kapasitas apabila temperatur turun. Biasanya produsen baterai menetapkan angka pengujian kapasitas apabila temperatur turun. Biasanya produsen baterai menetapkan angka pengujian kapasitas 100% berada pada temperatur 20°C. Artinya baru pada termperatur dibawah 20°C akan terjadi penurunan kapasitas. Namun, pada suhu yang sangat tinggi bahan kimia pada baterai dapat mengalami penurunan kemampuan atau bahkan merusak baterai.

 

Datasheet Baterai Terbaik Sankelux untuk PJUTS

 

Model

Nominal Voltage

Capacity

Rated Capacity

Temperature

Battery Sankelux Type OPZV 1

2 V

420 Ah

324 AH/ 108 A (3 hr, 1.75 V/ cell)

239 AH/ 23 A (1 hr, 1.60 V/ cell)

Discharge : -20°~55°C

Charge      : 0°~40°C

Storge        : -20°~50°C

Battery Sankelux Type OPZV 2

2 V

1000 Ah

888 AH/ 777 A (3 hr, 1.75 V/ cell)

571 AH/ 571 A (1 hr, 160 V/ cell)

Discharge : -15°~55°C

Charge      : 0°~40°C

Storge       : -15°~50°C

 

Dalam memili komponen seperti disebutkan sebelumnya tidak boleh hanya berpator pada harga modul surya, inverter, baterai atau bahkan harga lampu LED jalan raya, tetapi spesisifikasi disertai dengan kualitas material terbaik. Oleh karena itu, pilihkan produk komponen yang telah mangantongi sertifikasi seperti produk-produk Sankelux dari Sankeindoyang telah mengntongi sertifikat mutu ISO sejak tahun 2008, LIPI, PT. PLN, hingga BPPT. Itulah cara menentukan penggunaan baterai terbaik menurut kami, semoga bermanfaat.

On 9-Apr-2019

SANKELUX Indonesia dikaruniai sinar matahari yang berlimpah sepanjang tahun, yaitu lebih dari 6 jam sehari atau 2400 jam dengan rata-rata intensitas sekitar 4,8 kWh/m²/hari   setiap tahunnya. Tidak heran jika negara kita digadang-gadang akan berhasil mencapai pemanfatan energi baru dan terbarukan  (EBT) di masa depan khususnya di pemanfaatan tenaga surya. Dimana energi surya yang dihasilkan berasal dari radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi.  Sinar matahari dari radiasi tersebut kemudian diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya dengan kapasitas yang beragam. Sebagai contoh, penggunaan harga listrik tenaga surya 5000 watt yang banyak digunakan untuk gedung dan bangunan lainnya.

Jika kamu bertanya-tanya apa itu radiasi, radiasi singkatnya adalah pemindahan energi/kalor dari permukaan matahari ke suatu tempat di permukaan bumi yang dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

Radiasi matahari ini sangat penting bagi pengaplikasian sitem PLTS. Hal ini dikarenakan faktor utama yang menentukan besar kapasitas panel surya adalah lamanya penyinaran matahari yang optimal untuk mengisi baterai agar dapat mensuplai energi sesuai dengan kebutuhan beban. Lamanya penyinaran sering diistilahkan sebagai waktu equivalent matahari (Equivalent Sun Hours atau Peak Sun Hours). Penentuan waktu equivalent matahari ditentukan dari besarnya radiasi rata-rata per meter persegi (m²) luas panel per hari. Karena equivalent rata-rata Indonesia besarnya dalah 4,8 kWh/hari, sehingga jam equivalent matahari adalah 4,8 jam.

Artinya, saat memilih kapasitas panel surya harga listrik tenaga surya 5000 Watt per panel belum tentu sesuai dengan intensitas radiasi di setiap kota. Pertimbangan memilih panel surya dengan memperhatikan radiasi rata-rata di kota Anda akan memaksimalkan efisiensi  output panel surya. Nah, dibawah ini terdapat radiasi sinar matahari rata-rata di 23 kota di Indonesia

SANKELUX- Pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagian besar untuk ketenagalistrikan. Target ini bermula dari berkurangnya energi fosil terutama minyak dan gas bumi, sedangkan kebutuhan terhadap energi adalah sebuah keniscayaan yang tiada henti.  Stigma tidak akan ada kemajuan tanpa energi, telah menjadikan EBT sebagai prioritas utama untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional di masa mendatang. Potensi EBT di Indonesia saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, termasuk potensi tenaga surya.

Oleh karena itu, dengan adanya peraturan pemerintah (Permen) No. 49 Tahun 2018 mengenai aturan penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga surya atap atau solar rooftop. Hal ini dianggap sebagai langkah awal menuju kemajuan dalam mencapai target energi terbarukan di Indonesia.

Berikut intisari target Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan target yang berkaitan dengan pemanfaatan solar rooftop sebagai pembangkit listrik:

TAHUN

Total Kapasitas Terpasang

Kapasitas Pembangikt EBT

2015

55 GW

8.7 GW (15.7%)

2025

135 GW

Panas Bumi : 7.2 GW

Air                 : 2.1 GW

Bioenergi     : 5.5 GW

Surya            : 6.4 GW

Angin            : 1.8 GW

Laut              : 3.1 GW

 

Total             : 45 GW (33%)

 

Institute for Essential Service Reform (IESR) mengapreasi langkah pemerintah dalam membuat peraturan dan target EBT tersebut. Dengan adanya kepastian hukum, solar rooftop akan sangat cocok dikembangkan di daerah-daerah dimana biaya produksi PLN relatif tinggi. Contohnya di wilayah timur Indonesia dan juga di wilayah dimana peak load nya relatif besar seperti Sumatera Utara.

Selain itu, Permen ini juga mewajibkan pemasangan solar rooftop oleh badan usaha dengan sertifikat tertentu. Menurut data dari IESR tahun 2017, terdapat sejumlah kantor PLN yang sudah memasang solar rooftop sebagai proyek percontohan dan media pembelajaran. Selain unit PLN juga ada beberapa pelanggan di Bali yang sudah memasang sistem ini dan diintegrasikan dengan net metering yang diberlakukan oleh PLN.

Net mettering ini merupakan program pengukuran bersih untuk memaksimalkan potensi solar rooftop guna mencapai EBT. Net metering ini sudah dilakukan di beberapa instalasi yang memasang small-scale solar rooftop dengan kapasitas dibawah 1 MW dan juga untuk pemakaian rumah tangga dengan kisaran harga listrik tenaga surya 5000 watt.

Penggunaan net metering ini ditujukan supaya pelanggan dapat mengalokasikan listrik yang dihasilkannya ke jaringan PLN. Sehingga akan menarik lapisan masyarakat mulai dari penggunaan rumah tagga hingga industrI untuk berinvestasi menggunakan sistem ini. Dengan semakin maraknya pengguna yang berinvestasi pada sistem solar rooftop, tentu menjadi potensI besar untuk mencapat total target 2025.

Berikut ilustrasi net metering yang dilakukan PLN:

Transaksi

kWh

PLN kirim energi ke instalasi pelanggan

1000 kWh

PV Rooftop pelanggan kirim energi ke PLN

800 kWh

Misal tariff: Rp 1000/kWh

Rp 1.000.000

Pendapatan PLN

Rp 800.000

Pendapatan Transaksi Pelanggan

 

Misal Rekening Minimum (RM) = Rp 400.000

 

Maka:

 

Net metering transaksi

Rp 200.000

Dari transaksi Rupiah yang harus dibayar pelanggan:

Rp 200.000

Namun karena ada aturan RM maka pelanggan bayar:

Rp 400.000

Selsisih:

Rp 200.000

Selisish ini diperhitungkan menjadi hutang PLN kepada pelanggan dan diperhitungkan pada bulan-bulan berikutnya

 

Belum ada aturan batas waktu perhitungan dari selisish yang ada

 

 

On 26-Mar-2019

SANKELUX-Seiring perkembangan teknologi yang semakin gencar dan munculnya industri-industri raksasa telah membuat kebutuhan energi dunia sangat meningkat tajam. Termasuk permintaan energi di Indonesia, khsusunya kebutuhan akan energi listrik yang terus meningkat setiap tahunnya baik untuk sektor rumah tangga (mikro) dan industri (makro). Menurut data yang diambil dari “Outlook Energi Indonesia” tahun 2016, pertumbuhan kebutuhan energi sektor komersial diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2050 dengan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 7% per tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang sangat  tinggi, pemanfaatan energi baru dan terbarukan terus digiatkan oleh pemerintah untuk mencapai target yang telah. Salah satunya adalah pemanfaatan energi surya, dimana hampir seluruh daerah di Indonesia berpotensi untuk dikembangan sistem PLTS. Baik untuk kebutuhan rumah tangga dan industri, dapat menggunakan harga listrik tenaga surya 5000 watt untuk modul surya.


Kendala Perencanaan Lahan untuk PLTS

Energi terbarukan dianggap sebagai sumber energi bersih yang tidak memiliki emisi gas rumah kaca. Namun, pada kenyataannya energi terbarukan juga memiliki dampak buruk bagi lingkungan, baik emisi yang dihasilkan ke udara, penggunaan lahan, penggunaan air, dampak pada mahkluk hidup dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam pembangunan PLTS pun perlu untuk dirancang dengan menggunakan AMDAL (Analsis Dampak Lingkungan) untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.
Pengggunaan lahan untuk pembangkit listrik tenaga surya sangat besar dan dapat meningkatkan degradasi lahan yang sangat besar. Rata-rata luas lahan yang dibutuhkan untuk per 1 megawatt (MW) mencapai 1-4 hektar, tergantung pada teknologi yang digunakan. Hal ini dapat berdampak pada hilangnya habitat dan berkurangnya lahan produktif, karena penggunaan lahan untuk PLTS tidak dapat dibagi dengan penggunaan perkebunan atau pertanian.

Dalam penentuan lahan yang diperlukan untuk membangun PLTS, akan ditentukan terlebih dahulu spesifikasi panel surya yang akan digunakan. Pada “tulisan ini” telah dibahas bahwa panel surya polikristalin lebih cocok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga karena  harganya yang lebih rendah. Namun, untuk penggunaan secara makro panel surya jenis monokristalin akan lebih sesuai karena efisiensinya yang tinggi. Efisiensi ini akan berpengaruh dalam menurunkan luas area lahan.


Upaya menurunkan luas area lahan dalam pembangunan PLTS sangatlah penting. Tidak hanya untuk meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan, tetapi juga menekan biaya pengadaan lahan yang menjadi salah satu faktor penting dalam mempengaruhi harga investasi sebuah pembangkit listrik. Oleh karena itu, melihat dampak dan kendala tersebut, terdapat sebuah sistem PLTS yang dirancang tidak berada di atas permukaan tanah.

PLTS Terapung (Floating Photovoltaic System)

Secara struktur sistem PLTS terapung (Floating Photovoltaic System) sama dengan PLTS biasanya (Ground Photovoltaic System), semua komponen yang digunakan adalah sama kecuali fondasi yang digunakan sebagai penyangga (lihat gambar diatas). PLTS terapung tidak menggunkan fondasi tetap dan kaku, tetapi menggunakan struktur buoyancy dan sistem mooring. Skema FPS dibagi menjadi dua jenis, yaitu tipe struktural dan tipe all in on buoyancy. Perbedaan keduanya terlihat pada struktur apung yang digunakan. Tipe pertama, memanfaatkan kerangka logam  tahan karat sebagai dudukan modul PV dan modul apung menggunakan tangki yang di dalamnya diisi dengan styrofoam sebagai langkah antisipasi jika tangki mengalami kebocoran.


Tipe kedua, memanfaatkan platform bouyancy yang telah terintegrasi dengan dudukan modul PV. Tipe ini lebih mudah dalam proses pemasangan dan perawatan, serta tidak memerlukan proses fabrikasi kerangka. Namun, tipe kedua ini hanya mampu mengakomodasi kedalaman hingga 20 m, sedangkan tipe pertama dapat mencapai 60 m. Meskipun kedua tipe fondasi sistem PLTS terapung ini berbeda, keduanya memiliki bebeberapa manfaat yang sama, yaitu:


1.    Meminimalkan kebutuhan lahan;
2.    Meningkatkan efek pendinginan modul surya (panel surya) sehingga panel dapat meningkat efisiensinya jika dibandingkan terkena paparan panas secara langsung di lahan kering;
3.    Mengurangi laju evaporasi air genangan dan pertumbuhan alga liar;
4.    Tidak merusak fungsi lahan seperti perkebunan;
5.    Dengan tidak dilakukannya pembebasan lahan artinya turut menjaga ekosistem dan habitat mahluk hidup disana.
PLTS terapung ini telah banyak dikembangkan di banyak negara, seperti Jepang, China, Korea, Amerika Serikat, Italia, Spanyol, dan masih banyak lagi. Selain di luar negeri, di Indonesia pun mulai mengembangkan PLTS terapung yaitu di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta. Dilansir dari berbagai smumber, pengembangan PLTS ini merupakan hasil dari kerjasama antara PT PLN dengan Madras, perusahaan asal Uni Emirates Arab. PLTS terapung di Waduk Cirata ini diproyeksikan menjadi PLTS apung terbesar di dunia dengan kapasitas 200 megawatt (MW). Dengan kapasitas sebesar itu, dapat Anda bayangkan berapa ratus hektar lahan yang harus terdegradasi untuk membangun PLTS dengan hitungan menggunakan modul surya dengan harga listrik tenaga surya 5000 watt.

SANKELUX- Sejak 10  tahun yang lalu, pemerintah Indonesia telah menyuarakan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, mulai dari energi matahari, angin, air, hingga biogas. Hal ini bukan tanpa alasan, dikutip dari Green News, menurut data yang disampaikan ASEAN Centre for Energi (ACE) tahun 2013, Indonesia tercatat sebagai Negara dengan tingkat pemborosan energi listrik tertinggi di dunia. Hal ini ditunjukan dari anggaran subsisdi energi di APBN-P 2014 yang mencapai Rp 453,3 triliun.

Untuk itu, sebagai upaya penghematan energi, baik pemerintah dan swasta mulai gencar menggunakan energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, khususnya untuk fasilitas umum. Salah satu contoh dari upaya ini adalah dengan dibangunnya penerangan jalan raya dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Akan tetapi, pembangunan PLTS untuk jalan raya saja dirasa masih belum maksimal. Untuk melakukan penghematan secara masif, pemerintah dan swasta adalah memasangkan lampu LED dengan sistem PLTS di jalan tol. Mengapa jalan tol? Hal ini dikarenakan jalan tol menggunakan banyak sekali lampu penerangan. Jika lampu penerangan jalan tol berdiri setiap 5-10 meter, dapat dibayangkan berapa banyak lampu jalan yang digunakan untuk di setiap wilayah. Oleh karena itu, penggantian ini dianggap sangat efektif dan efisien untuk penghematan energi serta menekan biaya pengeeluaran energi oleh negara.

Gerakan penghematan energi ini berdampak pada produksi lampu LED sangat masif dan membuat harga lampu LED jalan sangat bersaing. Dengan banyaknya penjual lampu LED jalan raya di berbagai marketplace di Indonesia dengan harga lampu LED jalan raya yang terpaut cukup jauh, sepertinya akan membuat Anda bingung. Perlu dipahami bersama bahwa tidak semua lampu LED akan sesuai dengan untuk penerangan jalan tol. Diperlukan spesifikasi khsusus untuk membantu navigasi masyarakat khususnya di malam hari.

Oleh karena itu, Sankelux mengeluarkan empat jenis harga lampu LED jalan raya, yang setiap detail spesifikasinya telah disesuaikan dengan kebutuhan pencahayaan di jalan tol.  Inilah harga lampu LED jalan raya terbaru tahun 2019 beserta spesifikasinya (untuk spesifikasi klik setiap jenis lampu):

 

Saat ini LED digadang-dagang sebagai sumber cahaya masa depan. Pasalnya lampu LED tidak memancarkan panas berlebihan, dan bisa menghemat energi listrik jauh lebih besar daripada lampu konvensional. Meskipun demikian, LED tetap dapat memancarkan cahaya yang terang di luar ruangan sekalipun. Apabila di analisa dalam presentase, berikut efisiensi lampu LED jalan raya Sankelux:

·         Pencahayan lampu LED lebih hemat 85% dari listrik lampu pijar

·         Lampu LED lebih hemat 50% dari listrik yang digunakan oleh lampu fluorescent

·         Lampu LED lebih hemat 50% dari energi yang digunakan oleh CFL

·         Lampu LED lebih hemat antara 20% - 30% dari energi yang digunakan lampu neon

On 15-Mar-2019

SANKELUX- LED merupakan komponen elektronik solid state, sehingga lampu ini tahan terhadap guncangan dan mampu memiliki dimensi yang sangat kecil. Artinya, teknologi ini sangat praktis dari segi penempatan karena tidak memerlukan ruangan yang besar namun tetap memiliki cahaya terang maksimal. Cahaya yang dihasilkan LED merupakan energi elektromagnetik yang dipancarkan dalam bagian spektrum yang dapat dilihat. Cahaya yang tampak merupakan hasil kombinasi panjang-panjang gelombang yang berbeda energi dan bereaksi pada mata.

Karena kedinamisannya, LED telah diaplikasikan ke berbagai teknologi. Mulai dari perangkat elektronik, kendaraan, dan digunakan sebagai pelengkap komponen fasilitas umum seperti PJU. Agar LED dapat berfungsi dengan maksimal, pengaplikasiannya harus dilakukan dengan tepat. Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, diantaranya menyesuaikan ketinggian lampu, dan tingkat keterangan lampu sesuai kebutuhan medan. Kedua aspek tersebut akan berpengaruh pada pemilihan harga lampu LED jalan raya.

Tapi pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana bisa sebuah lampu dengan ukuran yang ramping dapat mengeluarkan cahaya yang sangat terang dan jernih dengan jangkauan yang luas? Apakah pertanyaan tersebut dapat menjelaskan mengapa harga lampu LED jalan raya relatif tinggi?

Pada artikel-artikel sebelumnya sudah dibahas bahwa LED merupakan keluarga dari dioda yang terbuat dari semikonduktor. Artinya, cara kerjanya pun hampir sama dengan dioda yang memiliki dua kutub, yaitu kubu positif (P) dan kubu negative (N). Jika bahan semikonduktor didoping, efeknya adalah muncul elektron-elektron bebas atau disebut juga lubang-lubang (hole) yang akan berfungsi mengantarkan arus listrik. Yang dimaksud didoping dalam semikonduktor adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian pada semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik kelistrikan yang diinginkan.

Ketika LED dialiri tegangan maju (forward) yaitu dari Anoda (P) menuju Katoda (K), kelebihan elektron pada tipe P akan berpindah wilayah yang kelebihan hole. Yaitu, wilayah yang bermuatan positif. Saat itulah dimana elektron akan berpapasan dengan hole dan akan melepaskan foton dan memancarkan cahaya monokromatik (satu warna).

Mengapa bisa demikian? Hal ini dikarenakan  peristiwa jatuhnya elektron ke dalam hole yang terdapat pada daerah tipe P setara dengan elektron yang berpindah dari pita konduksi ke orbit yang rendah sehingga dalam proses ini elektron akan melepaskan energi dalam bentuk foton. Peristiwa seperti ini terjadi pada semua jenis dioda. Energi dalam bentuk cahaya ini kemudian hanya akan tampak pada jenis dioda LED.

Cahaya yang hanya terlihat pada LED ini disebabkan karena bahan semikonduktor yang memiliki jarak antara pita konduksi ke tingkat orbit elekttron dibawahnya cukup besar sehingga menyebabkan frekuensi foton yang dipancarkan sesuai dengan frekuensi gelombang cahaya yang tampak. Hal ini menunukan bahwa jarak antara pita konduksi ke tingkat orbit elektron di bawahnya merupakan faktor yang menentukan warna cahaya yang dipancarkan oleh LED. Dengan mengatur celah pita (wavelength) kita dapat menentukan jenis warna yang dapat dipancarkan oleh LED. Namun, celah pita ini berkaitan dengan bahan semikonduktor yang digunakan dalam LED. Artinya, LED yang memancarkan warna tertentu akan memiliki komposisi bahan semikonduktor yang berbeda dengan LED yang memancarkan warna cahaya yang berbeda.

Berikut bahan-bahan semikonduktor beserta celah pita dengan warna cahaya yang dihasilkan LED. Menurutmu warna apa yang paling cocok untuk penerangan jalan raya?

Bahan Semikonduktor

Wavelength

Warna

Gallium Arsenide (GaAs)

850-940 nm

Infra Merah

Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP)

630-660 nm

Merah

Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP)

605-620 nm

Jingga

Gallium Arsenide Phosphide Nitride (GaAsP:N)

605-620 nm

Kuning

Alumunium Gallium Phosphide (AIGaP)

585 595 nm

Hijau

Silicon Carbide (SiC)

550-570 nm

Biru

Gallium Indium Nitride (GaInN)

450 nm

Putih

 

Sumber: teknikelektronika.com

On 15-Mar-2019

SANKELUX -- Penerangan jalan umum (PJU) merupakan aspek terpenting yang harus ada dalam penataan wilayah. PJU memiliki peran yang sangat penting tidak hanya untuk navigasi pengendara transportasi saja, tetapi juga untuk meningkatkan keamanan bagi masyarakat, menambah estetika keindahan dan memberikan nilai tambah ekonomi suatu daerah.

Namun, amat disayangkan masih banyak pengelola wilayah (pemerintah & swasta) yang masih mengalami kendala dalam hal menyediakan PJU hemat energi. Tidak sedikit pemerintah yang mengalami kesulitan dalam pembiayaan operasional karena tingginya biaya energi listrik yang harus dibayarkan kepada PLN.

Kondisi ini mengakibatkan masyarakat tidak dapat menikmati penerangan dengan optimal pada malam hari. Demi kenyamanan bersama kondisi seperti itu jangan sampai terjadi. Oleh karena itu, penggunaan energi matahari dapat menjadi solusi bagi permasalahan tersebut. Meskipun harga komponen PJUTS lebih mahal daripada PJU konvensional, bahkan untuk harga lampu LED jalan raya sekalipun. Pembangkit listrik ini dapat menjadi investasi jangka panjang tidak hanya dari penghematan energi, tapi juga lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Dalam mengubah energi matahari menjadi listrik untuk PJU, diperlukan perhitungan yang matang. Hal ini untuk mengoptimalkan penerangan saat beroperasi. Kesalahan perhitungan dapat memungkinkan sistem tidak bekerja optimal. Untuk menghitungnya terdapat 4 faktor yang yang harus diperhartikan, yaitu:

1.       Kebutuhan Solar panel (PV)

Solar panel dapat dihitung berapa yang harus dipasang sesuai dengan kebutuhan daya yang akan digunakan menggunakan rumus di bawah ini.

 

n = (Daya x Wh x 1,3)) / 5

 

Contoh:

Sebuah lampu PJU jalan dibuat dengan sistem tenaga surya dengan daya 40 watt. Waktu operasi selama 10 jam per hari, maka kebutuhan PV nya adalah:

 

n = ((40 W x 10 H X 1,3)) / 5

n = 104 Wp

 

Bila kita gunakan PV dengan daya 50 Wp per unit maka kebutuhannya adalah:

104:50= 2.08 unit PV atau jika dibulatkan menjadi 3 buah solar panel 50 Wp.

 

2.      Kebutuhan Power Bank/ Baterai

Baterai merupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan daya energi. Dimana besaran tegangan yang dihasilkan pembangkit menggunakan satuan volt (V). Beserta satuan Ampere dalam menyatakan besaran arus yang mengalir saat listrik menyala.

Kebutuhan baterai juga harus mempertimbangkan hari dimana cahaya matahari tidak tersedia karena cuaca. Hal ini perlu dihitung supaya sistem listrik tenaga surya bisa tetap aktif saat cuaca mendung dan hujan. Anda bisa mengkonversi daya matahari dengan pertimbangan cuaca tersebut untuk tiga hari. Oleh karena itu, kebutuhan daya perhari dikalikan tiga.

Contoh:

Kapasitas Baterai = (Daya x 3)) / ((0,85 x 0,6 x 12))

                             = ((400 x 3)) / ((0,85 x 0,6 x 12))

                             = 196.07 Ah

 

Apabila baterai yang digunakan adalah baterai LPC 12 V 75 Ah Sankelux, maka jumlah baterai yang dibutuhkan adalah:

                                    = 196,7 / 75

                                    = 2.62 (Jika dibulatkan menjadi 3 baterai).

 

3.       Kebutuhan Solar Charge Controller

Untuk menghitung kebutuhan charge controller, Anda harus mengetahui terlebih dahulu karakteristik dan spesifikasi dari solar panel. Spesifikasi yang dimaksud misalnya sebagai berikut:

 

Daya (Wp)                                                          : 50 W

Tegangan daya maksimum (Vpm)            : 18,3 V

Arus Daya Maksimum (Ipm)                        : 3,2 A

On 11-Mar-2019

SANKELUX- Pengaplikasian sistem PLTS untuk rumah tangga memiliki dua skema, yaitu Solar Home System (SHS) dan solar PV rooftop (PLTS atap). Jika Anda memperhatikan, pada sistem solar PV rooftop menggunakan net metering sebagai tambahan komponen eksternal. Sedangkan dalam skema solar SHS atau sistem tenaga surya lainnya seperti PJUTS pun tidak terdapat  net metering  di dalam sistemnya. Lalu apa yang menjadikan komponen eksternal ini spesial? Apakah pemakaian harga listrik tenaga surya 5000 watt pada sistem PLTS atap dapat memasang net metering?  Untuk menjawab dan memahaminya secara mendalam baca tulisan ini hingga akhir.

Apa itu net metering?

Net metering adalah sistem layanan yang diberikan PLN untuk pelanggan PLN yang memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di properti mereka. Artinya, meskipun Anda memasang sistem PLTS untuk kebutuhan rumah tangga, Anda tetap harus menggunakan jaringan listrik konvensional (PLN).

Siapa yang mengeluarkan peraturan?

Peraturan mengenai net metering ini dikeluarkan oleh Direksi PT. PLN (Persero) Nomor 0733 K/DIR Tahun 2013 tentang Pemanfaatan Energi Listrik Dari Fotovoltaik (PV) Oleh Pelanggan PLN. Selain itu, keberadaan net metering juga mengacu pada SPLN D.5005-1:2015, yang disahkan pada tanggal 13 Mei 2016. Acuan ini mengenai persyaratan teknis interkoneksi sistem fotovoltaik (PV) pada jaringan distribusi tegangan rendah (JTR) dengan kapasitas hingga 30 kWp. Dengan adanya acuan ini, net metering hanya dapat diaplikasikan oleh pelanggan yang memenuhi syarat-syarat tertentu.

Mengapa diperlukan?

Hadirnya net metering memungkinkan rumah tangga untuk dapat berperan aktif dalam memproduksi listrik dalam skala kecil. Pelanggan PLN yang telah memiliki instalasi PLTS di property miliknya dapat mengekspor listrik berlebih yang dihasilkan PLT ke jaringan PLN. Selain itu, saat PLTS tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik pelanggan, net metering dapat mengimpor listrik dari jaringan PLN. Berkat koneksi net metering yang terintegrasi dengan PLN, memungkinkan sistem panel surya dapat mengakses listrik sepanjang malam walaupun produksi panel surya tidak aktif. Sehingga panel surya Anda menjadi solusi energi tanpa henti selama 24 jam.

Bagaimana net metering bekerja dan dapat memasok energi sepanjang malam?

·         Panel mengubah sinar matahari menjadi energi listrik

·         Inverter mengubah listrik yang diproduksi oleh sinar matahari dari arus searah (DC) ke arus bolak-balik (AC) untuk digunakan di rumah, sekolah atau kantor serta mengukur energi yang dihasilkan oleh sinar matahari

·         Energinya kemudian digunakan untuk menghidupi rumah, sekolah, atau kantor

·         Meteran akan menunjukan penggunaan energi yang tersedia serta yang berlebih

·         Kelebihan listrik yang tidak terpakai akan dikembalikan ke jaringan grid

Bagaimana  mekanisme untuk mendapatkan net metering?

·         Pelanggan yang ingin mengaplikasikan net metering, harus mendaftar terlebih dahulu denga mengisi formulir di kantor PLN wilayah terdekat.

·         Setelah aplikasi diterima, PLN akanmenginstall kWh meter EXIM (Export - Import) di rumah pelanggan.

·         Dalam sebulan, energi listrik PV yang diekspor ke PLN akan dihitung, dan akan digunakan sebagai kredit untuk mengurangi tagihan listrik konvensional di bulan berikutnya.

·         Energi listrik PV yang di ekspor kepada jaringan PLN tidak dapat dikonversikan menjadi uang. Tetapi, sebagai kompensasi kelebihan energi tersebut akan dikuantitasi dalam bentuk energi (kWh) sebagai pengurang tagihan listrik. Jika Anda ingin mengkuantitasi kelebihan energi dalam bentuk uang sesuai dengan harga jual listrik ke PLN maka gunakanlah sistem net billing.

Sebagai informasi tambahan, untuk mendapatkan dan mengurus net metering, setiap wilayah memiliki kebijakan berbeda-beda tergantung pada kestabilan sistem listrik PLN di wilayah tersebut. Dalam pencatatan biaya tagihan net metering pun akan berbeda dengan pencatatan tagihan listrik konvensional. Komponen ekspor (jual listrik ke PLN) perhitungannya akan di sesuaikan dengan daya listrik yang Anda gunakan, misalnya harga listrik tenaga surya 5000 watt untuk pemakaian rumah tangga.

Dengan adanya net metering ini telah meningkatkan keinginan masyarakat untuk memasang PLTS atap. Namun perlu diketahui dalam memasang sistem PLTS atap harus disesuaikan dengan beban kebutuhan energi rumah tangga. Hal ini ditujukan agar tidak mengenai rekening minimum PLN seperti harga listrik tenaga surya 5000 watt yang disebutkan sebelumnya. Dengan adanya net metering ini, pemasangan PLTS atap di Indoneisa tercatat telah mencapai 338 pelanggan pada tahun 2018.

On 11-Mar-2019

SANKELUX- Penggunaan teknologi lampu LED pada awalnya digunakan bukan untuk kepentingan fasilitas umum seperti penerangan jalan raya tenaga surya (PJUTS). Tetapi  seiring perkembangan teknologi serta tuntutan penghematan energi, penggunaan teknologi lampu LED seolah-olah bertransformasi menjadi sebuah  standar  tersendiri baik di Indonesia ataupun dunia.

Selain lebih hemat dan lebih kecil dalam menyerap energi yang dibutuhkan, lampu LED untuk PJUTS juga menghasilkan cahaya yang lebih terang jika dibandingkan dengan lampu-lampu pada generasi sebelumnya.

Cahaya LED yang tampak dari PJUTS seringkali kita memahaminya bergantung pada besaran daya (watt). Dimana semakin besar watt LED maka semakin besar pula harga lampu LED Jalan raya. Lalu dari mana kita tahu sebuah harga lampu LED jalan raya akan sesuai dengan kualitasnya? Tentunya dari hasil pengujian. Untuk LED, ada empat aspek yang harus diperhatikan yaitu konsistensi warna, usia pakai, colour rendering, dan lumen yang terdiri dari kuat cahaya penerangan dan efikasi.

Perlu dipahami bersama bahwa dalam memilih lampu LED, yang harus diperhatikan adalah tingkat pencahayaan lampunya (lumen). Jadi jangan terlalu terpaku pada besaran daya (watt) apalagi terpaku pada harga lampu LED jalan raya sebagai perbandingan. Selama tingkat pencahayaan yang didapatkan sesuai kebutuhan, maka lampu dapat digunakan meskipun berdaya rendah.

Tetapi, dari keempat aspek tersebut lumen merupakan aspek yang sering kali dihiraukan. Padahal, ini merupakan yang terpenting dan terdapat cara perhitungan khusus untuk menilai berapa lumen yang tepat untuk kebutuhan penerangan baik di dalam ataupun diluar ruangan. Oleh karena itu, untuk mengenal tingkat pencahayaan atau lumen pada LED, dan menilai lumen dan harga lampu LED jalan raya berbanding lurus atau tidak, berikut istilah yang  harus diketahui:

1.       Flux cahaya: Keseluruhan watt cahaya dengan satuan lumen atau disebut juga satuan unit pengukuran dari besarnya cahaya (arus cahaya). 1 watt cahaya kira-kira sama dengan 680 lumen.

2.       Intensitas cahaya: Flux cahaya persatuan sudut ruang yang dipancarkan ke suatu arah tertentu dan diukur dalam satuan candela (cd).

3.       Streradian: Sudut ruang pada titik tengah bola antara jari-jari terhadap luar permukaan bola sebesar kuadrat jari-jarinya

4.       Luminasi: Permukaan benda yang mengeluarkan/memantulkan intensitas cahaya yang tampak pada satuan luas permukaan benda tersebut. Permukaan  yang lebih gelap akan memantulkan cahaya yang lebih sedikit, oleh karena itu dibutuhkan iluminasi yang sama dengan permukaan yang lebih terang.

5.       Iluminasi/Intensitas penerangan: Sejumlah arus cahaya yang jatuh pada suatu permukaan seluas satu meter persegi dari sumber cahaya satu lumen.

6.       Efikasi: Rentang angka perbandingan antara flux cahaya dengan daya listrik suatu sumber cahaya.

7.       Lux: Satuan pencahayaan (iluminasi) yang menyatakan nilai besaran pencahayaan yang ada dalam satu ruangan atau wilayah tertentu yang mendapatkan pencahayaan dari sumber cahaya.

Berikut spesifikasi lumen dan harga lampu LED jalan raya dari www.sankelux.co.id:

Harga lampu LED Jalan Raya

Spesifikasi

Lumens

Tegangan

Arus

Suhu Warna

Daya LED

Efikasi

Kuat Cahaya Penerangan

Rp 1.404.900

104,1 lm/w

3125.1 lm

220 V-AC

0.1419 A

6411

30 Watt

Rp 3.420.000

110.3 lm/w

7182.5 lm

220 V-AC

0.3026 A

6365

On 25-Feb-2019

SANKELUX- Dewasa ini lampu LED (Light Emitting Diode) sudah sangat populer di masyarakat. Karena keunggulannya, masyarakat banyak yang menggunakan lampu tipe ini untuk kebutuhan rumah sehari-hari mereka meskipun harganya tergolong lebih mahal dibandingkan dengan lampu pijar atau neon biasa.

Sebetulnya, lampu LED sudah ditemukan sejak lama namun masih terbatas dalam menghasilkan cahaya dan penggunaannya. Seiring perkembangannya, kini LED mampu menghasilkan cahaya besar dengan konsumsi energi listrik tetap kecil. Keefisienan ini membuat lampu LED kemudian banyak dikembangkan untuk diaplikasikan dalam penggunaan sumber energi terbarukan.

Salah satu jenis lampu LED yang diaplikasikan untuk penggunaan sumber energi terbarukan adalah jenis High Power LED. High Power LED (HPLD) menghasilkan intensitas cahaya lampu yang sangat kuat. Bahkan dapat disebut sebagai yang paling kuat di antara semua jenis lampu LED. Pada dasarnya, jenis ini memiliki potensi untuk lebih cepat panas dibandingkan dengan LED lain. Sehingga dalam memasang HPLED, hendaknya memperkirakan lokasi yang tepat. Yaitu area yang yang terbuat dari bahan penyerap panas agar lampu tetap dingin selama proses konveksi.

Kelemahan jenis lampu LED ini, justru sangat cocok diintegrasikan dengan sistem tenaga surya. Lampu dapat dipasangkan dengan komponen-komponen yang dapat menyerap panas dan mengkonversikannya menjadi energi. Sehingga lampu ini tidak akan mengalami over heating meskipun ditempatkan di berbagai medan. Khususnya di wilayah yang memiliki paparan sinar matahari dengan intensitas yang relatif tinggi.

Sekarang ini HPLED sudah digunakan sebagai lampu penerangan jalan umum ternaga surya. Selain cocok dengan karakteristik penggunaan, lampu ini juga sudah terbukti lebih hemat energi. Oleh karena itu, meskipun harga lampu LED jalan raya tergolong cukup mahal, tetapi sangat populer dan tetap digunakan sebagai komponen pelengkap PJUTS.

Berikut beberapa keunggulan High Power LED:

·         Usia pemakaian sangat awet hingga 50.000 jam. Yang artinya lampu ini dapat digunakan hingga 5 sampai 6 tahun dengan hitungan pemakaian selama 24 jam setiap hari.

·         Jangka waktu pengoperasian yang panjang seperti yang telah dijelaskan diatas artinya satu lampu LED mampu menghemat material dan produksi 25 lampu pijar.

·         Ramah lingkungan karena tidak mengandung unsure merkuri dan 100% dapat di daur ulang. Hal ini merupakan salah satu langkah besar untuk lingkungan yang lebih hijau.

·         Tidak memerlukan energi yang besar untuk pengoperasian (low voltage). Sehingga dengan hubungan sumber energi matahari akan menjadi sebuah keuntungan besar untuk digunakan di wilayah yang jauh dari perkotaan dan ketika musim penghujan yang sedikit mendapat paparan sinar matahari.

·         Cahaya yang diproduksi jenis LED ini tidak merubah warna sekitar. Sehingga sangat aman digunakan sebagai penerangan jalan umum.

Mengacu pada keunggulan-keunggulan di atas, membuat penggunaan HPLD sangat layak untuk dipertimbangkan meskipun harga lampu penerangan jalan LED ini tergolong mahal. Tidak hanya untuk pemakaian dengan tenaga surya, bahkan pemerintah dan kontraktor swasta pun mulai melirik lampu ini sebagai pengganti lampu PJU konvensional.

Untuk mengetahuI harga lampu penerangan jalan LED lebih lanjut silahkan klik disini

On 25-Feb-2019

SANKELUX- Sistem pompa air sumur bor fotovoltaik adalah suatu sistem integrasi elektro-mekanis  yang berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sistem ini menggunakan energi panas yang ada di sekitar kita, yaitu energi matahari. Sesuai namanya, pompa air sumur bor tenaga surya ini memanfaatkan sinar matahari sebagai tenaga penggeraknya.

Secara garis besar, pompa air sumur bor tenaga surya ini terdiri dari beberapa komponen yang saling terintegrasi satu sama lain yang menghasilkan arus listrik DC (arus listrik searah) saat terhubung dengan sinar matahari untuk memompa air.

Karena sistem ini hanya menggunakan energi matahari, pompa air ini tidak memerlukan biaya yang besar baik untuk operasionalnya, perawatan, hingga penginstalasian awal. Akan tetapi, seperti halnya produk elektronik lainnya, sistem ini bisa saja mengalami beberapa beberapa error atau malfungsi.

Jika hal ini terjadi kepada pompa air sumur bor dirumah Anda, jangan panik. Karena pada dasarnya, sistem pompa air ini sangat mudah dilakukan sendiri mulai dari pemasangan, operasional, dan perawatan.

Berikut ini hal yang belum diperhatikan jika pompa air sumur bor tenaga surya terjadi malfungsi:

 

Tanda-Tanda Malfungsi

Alasan

Caranya

Power light mati

Tombol power masih off

Nyalakan tombol power

 

Koneksi salah atau longgar

Periksa kembali semua koneksi dan kencangkan kembali

 

Kotak controller, solar panel atau baterai terdapat eror

Gunakan hak asuransi yang telah disepakati dengan supplier

 

Kekuatan koneksi terhadap daya utama sangat lemah, kurangdari 2.5 mm

Pilih koneksi ysng lebih dari 11,5 mm²

Light on berkedip

Rotor motor terkunci

Bersihkan debu yang menempel pada tubuh motor

 

Paparan sinar matahari tidak cukup

Jangan paksakan beroperasi, tunggu hingga sinar matahari kembali kuat. Karena lebih baik menyimpan air sampai penuh di penampungan dibandingkan mengisi daya di baterai.

 

Level air melebii kapasitas pompa

Tinggikan posisi pompa air

Lampu indikator terus menyala

Posisi pompa terlalu dibawah kepala pompa

Tunggu hingga permukaan air naik

 

Tidak memiliki sensor air

Pasang sensor ketinggian air sesuai dengan intruksi manual jika perlu. Hubungkan terminal WH ke WC

 

Dari berbagai malfungsi diatas, semuanya bisa dilakukan sendiri bukan? Kecuali untuk poin dimana kerusakan terdapat pada komponen utama, Anda harus meminta bantuan pihak ketiga. Oleh karena itu, pastikan supplier Anda terpercaya dan memberikan garansi yang jelas seperti tim kami www.sankelux.com

On 15-Feb-2019

SANKELUX- Dalam menentukan harga panel surya untuk rumah tangga dan perkantoran, sebaiknya Anda tidak hanya mengenal jenis-jenisnya saja seperti dalam tulisan ini “mengenal jenis solar yang paling cocok di indonesia”.

Tetapi, sebaiknya kenali lebih jauh kualitas panel surya yang akan Anda beli. Salah satunya adalah dengan mengenal struktur penyusun material panel surya yang akan dibahas dalam tulisan  ini.

 Substrat

Substrat adalah material yang menopang seluruh komponen panel surya. Material ini harus memiliki konduktifitas listrik yang baik karena struktur ini juga akan berfungsi sebagai kontak termal positif panel surya. Umumnya material yang digunakan adalah metal atau logam seperti alumunium atau molybdenum. Untuk panel surya dye-sensitizied (DSSC) dan panel surya organik, substrat ini juga berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya.

Material Semikonduktor

Material semikonduktor merupakan bagian inti dari panel surya yang mempunyai lapisan tipis. Adapun fungsi dari material semikonduktor ini adalah untuk menyerap cahaya dan sinar matahari. Bagian semikonduktor tersebut terdiri dari junction atau gabungan dari dua material semikonduktor yaitu semikonduktor tipe (+) dan tipe (-) yang membentuk p-n junction. Selain substrat sebagai kontak positif, pada permukaan material semikonduktor biasanya dilapiskan material metal transparan sebagai kontak negatif yang disebut dengan contact grid.

Lapisan Antireflektif

Material anti-refleksi adalah lapisan tipis material dengan besar indeks refraktif optik antara semikonduktor dan udara yang menyebabkan cahaya belok ke arah semikoduktor sehingga meminimumkan cahaya yang dipantulkan kembali. Adapun fungsi dari komponen ini adalah untuk mengoptimalkan cahaya yang terserap oleh semikonduktor.

Enkapsulasi

Enkapsulasi merupakan bagian yang berfungsi untuk melindungi modul surya dari hujan atau kotoran. Struktur inilah yang mejadikan panel surya menjadi mudah untuk dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan oleh ahi khusus.

Keempat struktur penyusun material panel surya diatas memiliki keterkaitan. Panel surya akan bekerja dengan maksimal hanya apabila masing-masing komponen dalam kondisi yang baik dan saling mendukung antara satu dengan lainnya. Itulah mengapa untuk bisa mendapatkan panel surya yang berkualitas dan memastikan bahwa semua strukturnya berkualitas sangat bagus dan berfungsi maksimal sebagaimana mestinya serta memiliki stabilitas tinggi.

Cara termudah yang bisa Anda lakukan untuk mengetahuinya adalah dengan memilih kebutuhan panel surya Anda pada produsen yang profesional dan terpercaya. Yaitu tempat dimana Anda dapat berkonsultasi atau menanyakan hal ini sedetail mungkin, sehingga harga panel surya untuk rumah tangga dan perkantoran Anda menjadi masuk akal

Untuk berkonsultasi dan mendapatkan informasi harga panel surya untuk rumah tangga dan perkantoran yang sesuai dengan kebutuhan, Anda bisa mengunjungi website kami www.sankelux.co.id.

On 15-Feb-2019

SANKELUX- Memasang solar cell memang terbilang mudah, tapi bukan berarti dapat dilakukan sembarangan. Jika tidak memperhatikan kaidah-kaidahnya, solar cell tidak akan berkerja maksimal. Energi matahari bisa didapatkan secara maksimum ketika sinar matahari tepat tegak lurus dengan area penangkap. Hal ini dapat dicapai dengan sistem solar tracker yang dapat menyesuaikan sudut permukaan mengikuti pergerakan matahari. Namun, sistem ini cukup mahal jika dibandingkan sistem fixed. Sehingga harga solar cell untuk rumah tangga yang harus dikeluarkan menjadi lebih besar.

Terdapat cara lain untuk mendapatkan energi maksimal namun tetap menghemat harga solar cell untuk rumah tangga yang harus dikeluarkan. Yaitu dengan memasang solar cell dengan sudut kemiringan atau slope dan sudut azimuth yang tepat.

Pada artikel sebelumnya kami telah membahas “cara memaksimalkan efisiensi dan kinerja sistem panel surya”. Dan juga beberapa panduan singkat untuk pemasangan ideal solar cell untuk atap rumah.

Intensitas matahari yang diterima oleh solar cell sangat mempengaruhi daya yang dihasilkan oleh sistem fotovoltaik. Semakin besar intensitas radiasi yang diterima maka daya yang dapat dihasilkan oleh sistem juga semakin besar.

Posisi kemiringan solar cell yang tepat akan sangat menentukan pemaksimalan penerimaan energi matahari. Artinya, meskipun solar cell sudah steril dari berbagai macam penghalang belum berarti  intensitas matahari yang tinggi dapat terserap seluruhnya.

Untuk sudut kemiringan ideal untuk solar cell sendiri sebetulnya relatif. Relatif disini artinya disesuaikan dengan musim, yaitu musim panas, musim dingin dan musim gugur. Akan tetapi, karena di Indonesia hanya memiliki dua musim yaitu musim panas dan musim hujan, tidak diperlukan penyesuaian sudut kemiringan solar cell setiap musimnya.

Sudut kemiringan antara 10-30° dianggap sudah sangat membantu efisiensi. Kemiringan ini ideal karena tidak terlalu tajam sehingga memberi kemudahan dalam perawatan/ pembersihan. Air hujan akan mengalir turun cepat dan menyapu kotoran serta debu. Sedangkan saat musim panas, sudut ini akan membantu penyerapan cahaya selama sehari penuh.

Apabila solar cell dipasang rata dan tidak ada kemiringannya, dikhawatirkan akan terjadi pengendapan debu dan kotoran yang akan mengendap saat bercampur dengan air hujan. Pengendapan ini beresiko untuk menutup permukaan dan mengurangi efektifitas solar cell. Jika hal ini terjadi, dapat mengganggu sistem produksi PLTS akan terganggu dan bahkan energi listrik yang dihasilkan menjadi tidak sesuai spesifikasi pada sistem pengisian baterai.

On 15-Feb-2019

SANKELUX- Saat ini pengembangan PLTS di Indonesia telah memiliki basis yang cukup kuat dari aspek kebijakan. Namun, pada tahap implementasi, potensi yang ada belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Untuk membangun pembangkit tenaga surya atau PLTS tentunya membutuhkan dana yang sangat besar, untuk harga listrik tenaga surya 5000 watt saja sudah mengeluarkan biaya yang sangat besar.

Hal ini sepertinya sudah dapat disiasati dan tidak perlu menggunakan anggaran yang begitu besar. Bahkan tidak perlu menggunakan anggaran dari pemerintah, tetapi swadaya masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya energi terbarukan. Kesadaran ini disiasati dengan memanfaatkan teknologi solar rooftop.

Sistem Solar rooftop adalah sistem PV yang lebih kecil dibandingkan dengan sistem yang dipasang di tanah. Teknologi ini dapat dipasang di atap perumahan, bangunan komersial atau kompleks industri. Listrik yang dihasilkan dari sistem ini dapat seluruhnya dimasukan ke dalam jaringan yang diatur dengan Feed-inTarif (FiT) atau digunakan untu konsumsi sendiri dengan pengukuran net metering.

Solar rooftop memiliki banyak kelebihan dan manfaat. Mengutip dari artikel pada situs web Dirjen EBTKE Kementrian ESDM disebutkan bahwa teknologi solar rooftop merupakan solusi handal bagi penyediaan energi di geding-gedung perkantoran karena mayoritas gedung perkantoran menggunakan listrik pada siang hari. Keunggulan lainnya adalah solar rooftop lebih mudah dan murah diintegrasikan dengan sistem kelistrikan yang sudah ada, dapat memanfaatkan lahan yang ada (mengurangi biaya investasi lahan dan degradasi lahan), serta dapat turut mengurangi jaringan sistem yang ada.

Berikut rangkuman manfaat dan kelebihan solar rooftop, dikutip dari Handbook for Rooftop Solar Development in Asia:

 

Konstruksi

Situs Akses

Sistem Photovoltaic (PV) adalah komponen utama konsumsi energi tenaga surya, sehingga tidak memerlukan investasi tambahan untuk akses selama mengakses energi ini baik saat instalasi, pengoperasian dan pemeliharaan.

Modularitas

Mereka dirancang untuk ekspansi yang mudah jika permintaan daya yang dibutuhkan meningkat tiba-tiba.

Pengoperasian dan Pemeliharaan

Pasokan Energi Utama

Energi matahari tersedia secara bebas, dan sistem PV tidak memerlukan biaya untuk mengkonversi energi tersebut menjadi listrik.

Pemeliharaan

Sistem PV solar rooftop hanya membutuhkan sedikit perawatan.

Puncak Kebutuhan

Sistem ini untuk mengimbangi kebutuhan pembangkit listrik untuk memenuhi permintaan listrik yang tinggi pada siang hari.

Teknologi Canggih

Sistem PV saat ini didasarkan pada teknologi terbukti yang telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun.

Dampak

Investasi

Biaya sistem PV atap membantu mengimbangi bagian dari investasi yang diperlukan untuk pembangkit listrik baru, transmisi, dan pendistribusian dalam jaringan listrik.

Biaya

Penghematan bahan bakar dari sistem PV biasanya mengimbangi biaya awal yang relatif tinggi.

Lingkungan

Sistem PV tidak menghasilkan polusi atau limbah saat beroperasi. Dampak penggunaan teknologi ini sangat penting bagi manfaat lingkungan.

 

Meskipun sitem rooftop ini lebih murah, tetapi pengeluaran anggaran untuk pemasangan sistem ini dapat lebih ditekan jika dikerjaan secara kolektif. Misalnya oleh pengembang perumahaan, kawasan industry, hingga proyek CSR bagi pedesaan dalam skala yang cukup besar. Rasio perbandingan harga listrik tenaga surya 5000 watt pun akan cukup jauh berbeda.

Oleh karena itu, Sankelux menawarkan paket solar rooftop untuk kategori proyek. Untuk deskripsi dan spesifikasi produk serta informasi lebih lanjut lainnya, Anda bisa melihatnya di website kami.

On 15-Feb-2019

SANKELUX - Di zaman digital seperti ini, gadget sudah menjadi seperti kebutuhan primer bagi setiap orang. Bagaimana tidak? Dengan gadget kita bisa mengakses internet dan dapat mempermudah keseharian kita. Seperti berkomunikasi, mengakses informasi, menonton, mendengarkan musik dan bermain game.

Dengan berbagai fungsi tersebut tak pelak jika gadget selalu kita bawa kemanapun setiap hari. Namun, dengan penggunaan yang terlalu sering dan ditambah akses internet, gadget kita akan cepat kehabisan baterai. Hal ini tentu membuat energi listrik menjadi kebutuhan utama yang tak bisa dihindari dan harus selalu ada dimanapun.

Yang menjadi masalah adalah jika kita sedang berada di luar rumah. Mencari sumber energi bisa menjadi kendala tersendiri, khususnya jika kita berada di tempat terbuka seperti di gunung, pantai, dan tempat rekreasi lainnya yang jauh dari tempat pengisian daya. Sementara isi daya powerbank kita juga sudah habis dan kita membutuhkan gadget untuk kondisi darurat. Duh, jangan sampai hal ini terjadi kepada Anda.

Oleh karena itu, www.sankelux.co.id menawarkan sebuah solusi untuk Anda, khususnya bagi yang sering melakukan perjalanan ke alam terbuka. Solusi ini disebut dengan solar integrated powerbank, alat yang berfungsi untuk mengisi daya smartphone dengan memanfaatkan energi terbarukan yaitu energi matahari.

Selain itu, dengan menggunakan powerbank solar cell ini artinya Anda telah ikut berkontribusi dalam mempopulerkan renewable energy guna menjaga lingkungan. Bagi Anda yang sering berkunjung ke alam pasti akan memperhatikan keberlangsungan hidup lingkungan. Adapun manfaat dari pemakaian tenaga surya adalah sebagai berikut:

Dibandingkan Dengan Fosil, Energi Terbarukan Lebih Aman

Hasil pembakaran bahan bakar fosil melepaskan karbon dioksida, nitrogen monoksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida dan lain-lain. Kandungan ini memiliki konsekuensi buruk terhadap kelangsungan makhluk hidup dan ekosistem lingkungan.

Energi Terbarukan Tidak Merusak Lingkungan

Kandungan yang terdapat didalam energi terbarukan termasuk tenaga surya tidak memberikan efek negatif terhadap lingkungan. Selain itu juga lingkungan tidak akan terancam keselamatannya jika manusia berhenti mengebor bahan bakar fosil.

Perubahan gaya hidup Anda sekecil apapun tentunya akan sangat berarti bagi alam. Selain itu, power bank ini tidak hanya dapat digunakan untuk mengisi daya gadget. Tetapi juga sebagai penerangan di outdoor karena dengan membeli power bank dari Sankelux juga terdapat dua set lampu LED 12 Volt dengan kualitas ultra light. Lampu ini sangat praktis dibawa-bawa untuk berkemah dengan pencahayaan setara dengan harga lampu LED jalan raya.

Untuk produk powerbank kami memiliki promo khusus selama bulan februari. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp300.000 untuk  mendapatkan powerbank 3 WP dengan baterai  li-ion 4000 mAh, lengkap dengan kabael USB dan dua set lampu LED di https://www.sankelux.co.id/product?id=9

On 8-Feb-2019

SANKELUX- Dalam menilai sesuatu masyarakat pada umumnya seringkali melihat hanya dari tampilan luarnya saja. Misalnya dalam menilai fasilitas umum seperti Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya. Mayarakat  pasti hanya memikirkan komponen terpentingnya saja, seperti panel surya, baterai, dan controller. Jarang sekali masyarakat memperhatikan peran penting sebuah tiang selain sebagai untuk melengkapi komponen-komponen tersebut.

Tiang lampu PJUTS merupakan komponen penting dalam struktur lampu penerangan jalan umum, untuk menopang keseluruhan tubuh PJUTS. Tanpa tiang, walaupun Anda menggunakan harga lampu LED jalan raya yang paling bagus sekalipun fasilitas ini tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

Selain itu, PJUTS dapat juga difungsikan sebagai aspek keindahan lingkungan. Maka kriteria yang harus diperhatikan tentu saja keindahan visualnya seperti tiang lampu yang memiliki design yang lebih artistik dan dikombinasikan dengan warna menarik. Untuk mengklasifikasi fungsi tiang PJUTS, dapat dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan bentuknya dan berdasarkan angle nya.

Jenis Tiang PJUTS Berdasarkan Bentuknya:

Untuk tiang PJUTS berdasarkan jenis bentuknya terbagi menjadi 4. Yaitu, tiang octagonal, hexagonal, konvensional (bulat), dan dekoratif. Untuk jenis pertama, kedua, dan ketiga, semuanya berbentuk sama seperti tiang pada umumnya. Yaitu, tinggi menjulang dengan tinggi mulai dari 6-13 meter. Disesuaikan dengan kebutuhan penerangan setiap medan jalan.

Yang membedakan ketiga jenis tiang tersebut adalah bentuk plat besinya. Octagonal berarti memiliki 8 sisi, hexagonal berarti 6 sisi, dan konvensional yang artinya bulat seperti tiang berbentuk bambu utuh pada umumnya. Perbedaan kecil ini tentu dapat dimaksimalkan fungsinya untuk kebutuhan keindahan visual. Sebagai contoh, jenis tiang Octagonal dan dan hexagonal setiap sisinya dapat dicat dengan pilihan warna yang eye catching sehingga mempercantik pinggiran jalan.

Kemudian jenis yang terakhir yaitu tiang dekoratif. Sesuai dengan namanya, tiang ini memang ditujukan untuk dekorasi, sehingga jenis tiang ini biasanya harus dipesan terlebih dahulu. Bentuk tiang tidak terpaku hanya lurus dan tinggi menjulang saja. Tetapi, disesuaikan dengan keinginan misalnya berbentuk spiral dan sehingga tiang PJUTS ini sangat cocok untuk taman kota.

Jenis Tiang PJUTS Berdasarkan anglenya:

Single Angle/ Single Parabola: Jenis ini berarti tiang hanya dapat menopang satu buah lampu LED saja. Biasanya ditempatkan di sisi jalan dua arah.

Double Angle/Double Parabola: Sesuai namanya “double”, tiang ini dapat menopang dua lampu LED dan biasa ditempatkan di tengah-tengah antara dua jalan searah.

Untuk angel parabola single ataupun double fungsinya tetap sama, hanya saja tiang horizontal yang menopang lampu LED berbentuk melengkung ke atas. Sedangkan tiang horizontal jenis angle biasa berbentuk lurus dengan sudut kemiringan 30°. 

Karena tiang PJUTS memiliki jenis yang beraneka ragam, tentunya harga yang ditawarkan pun menjadi beragam. Dengan material plat besi dan timah berkualitas tinggi, tiang PJUTS harganya dapat bersaing dengan harga lampu LED jalan raya. Oleh karena itu, Sankelux menawarkan paket hemat PJUTS yang berisi seluruh komponen lengkap. 

On 8-Feb-2019

SANKELUX- Dalam artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai “Keuntungan Penggunaan Lampu PJU Tenaga Surya JenisLED. Namun, perlu diketahui juga bahwa lampu LED tenaga surya tidak akan berfungsi secara maksimal tanpa didukung dengan komponen pelengkap berkualitas baik.

Mungkin tidak banyak dari pembaca yang tahu apa saja komponen penting Ydalam satu tubuh PJUTS sehingga dapat membantu pengguna jalan berkendara dengan aman setiap harinya. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas mengenai komponen pendukung PJUTS beserta daftar harga lampu penerangan jalan LED.

Panel Surya

Panel surya atau disebut juga sel surya adalah alat yang digunakan untuk menyerap dan mengubah sinar matahari menjadi energy listrik. Di dalam sinar matahari terkandung energy dalam bentuk foton. Ketika foton ini mengenai permukaan panel, elektronnya akan tereksitasi dan menimbulkan aliran listrik yang disebut dengan proses fotovoltaic.

Controller

Controller merupakan suatu perangkat yang mengatur energy surya yang didapat dari panel surya dan disimpan di baterai. Komponen ini digunakan dalam mengatur arus listris searah (DC) serta mengatur kelebihan daya dalam pengisian baterai dan juga kelebihan voltase dalam panel surya yang berdampak pada daya baterai. Oleh karena itu, komponen ini disebut juga sebagai pengontrol baterai.

Baterai

Sudah dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa baterai adalah tempat yang digunakan untuk menyimpan energy listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Dalam penggunaan PJUTS, kapasitas baterai akan disesuaikan dengan besaran watt panel surya. Karena, baterai yang digunakan harus mampu memenuhi daya dalam waktu satu hari.

Tiang

Mungkin komponen ini terdengar bukan sebagai pelengkap utama dalam sebuah lampu penerangan jalan umum. Tetapi, dalam PJUTS, kualitas tiang yang baik akan menjadi tulang punggung utama penerangan jalan dan turut serta membantu mempercantik lingkungan. Bahkan sebenarnya tiang PJUTS merupakan struktur penting dari lampu PJUTS, untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan keamanan dari pengguna jalan dan kepentingan umum lainnya. Terdapat berbagai macam jenis tiang, yaitu octagonal, hexagonal, dekoratif, dan konvensional/ bulat.

Lampu LED

Komponen terakhir dan terpenting untuk kepentingan umum adalah lampu LED. Tidak hanya untuk PJUTS, PJU biasa pun akan lebih baik menggunakan LED?  Hal ini dikarenakan lampu jenis ini dapat menekan biaya dan menyuplai energi listrik lebih hemat tetapi lebih hemat dalam hal biaya perawatan dan daya tahan lama pemakaian.

Apabila Anda tertarik dengan lampu LED untuk penerangan jalan baik tenaga surya ataupun konvensional, berikut daftar harga lampu penerangan jalan LED:

·         Lampu Jalan PJU LED AC-135 Watt, Rp 6.400.000

·         Lampu Jalan PJU LED AC-30 Watt, Rp 1.561.000

·         Lampu Jalan PJU LED AC-65 Watt, Rp 3.800.000

·         Lampu Jalan PJU LED AC-75 Watt Rp 3.900.000

Beberapa harga lampu penererangan jalan LED diatas merupakan kisaran harga pasar pada umumnya. Anda bisa mendapatkan harga lebih murah dengan mengunjungi website kami di www.sankelux.co.id. Terdapat potongan diskon setiap bulannya dengan membeli langsung dari website kami.

On 31-Jan-2019

SANKELUX- PJUTS adalah lampu penerangan jalan umum yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber listriknya. Daftar harga lampu jalan tenaga surya meskipun dianggap mahal, namun sudah cukup banyak digunakan di kota-kota untuk membantu mengurangi penggunaan listrik dan menghemat anggaran.

Padahal jika dibandingkan dengan penggunaan di wilayah perkotaan yang sudah teraliri listrik, PJUTS ini dapat menjadi menjadi solusi untuk daerah yang jauh dari pusat perkotaan. Khususnya daerah dataran tinggi baik yang sudah teraliri listrik maupun yang belum terjangkau listrik PLN.

Kebutuhan terhadap PJU di daerah dataran tinggi akan terus berkembang seiring dengan pembangunan daerah dan peningkatan jumlah penduduk di daerah. Di berbagai wilayah, dataran tinggi saat ini mulai menjadi primadona wisata dari berbagai kalangan untuk menghabiskan waktunya di akhir pekan. Mulai untuk dijadikan tempat hiking, downhill, hingga hanya untuk menyejukan diri dengan melihat pemandangan dari tempat tinggi.

Dengan dukungan Pemerintah Daerah, potensi dataran tinggi tersebut tentu saja dapat membantu serta meningkatkan pendapatan masyarakat yang akan bermuara pada kesejahterakan ekonomi masyarakat. Akan tetapi, masih terdapat berbagai kendala dalam pembangunan daerah ini. Salah satunya adalah fasilitas yang berupa akses jalan dan penerangan jalan umum.

Untuk kasus penerangan jalan umum ini, yang sering menjadi masalah biasanya adalah mati listrik yang disebabkan kerusakan kabel. Ya, di perbukitan ataupun di pegunungan biasanya masih terdapat banyak pepohonan tinggi disetiap sisi jalan. Pepohonan ini kerap kali tumbang pada musim penghujan yang disertai angin kencang sehingga sering mengakibatkan penerangan jalan umum menjadi tidak berfungsi sebagai mana mestinya.

Masalah ini perlu menjadi perhatian bagi Pemerintah Daerah dengan memberikan solusi yang tepat dan sesuai. Karena jika terus dibiarkan, potensi yang sudah mulai berkembang ini akan kembali redup. Salah satu jawaban dari permasalahan ini adalah penggunaan lampu penerangan jalan tenaga surya. Meskipun daftar harga lampu jalan tenaga surya ini relatif lebih mahal, namun penggunaannya dapat diterapkan untuk program jangka panjang. Tepatnya selama 10-20 tahun dengan pengecekan secara berkala, namun tidak membutuhkan ahli khusus.

Dengan penyasaran yang tepat, meskipun harga lampu jalan tenaga surya ini lebih tinggi dibandingkan dengan PJU biasa tetapi akan lebih bermanfaat dan hemat pengeluaran dalam jangka waktu yan lama. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah sebaiknya mulai memperhatikan PJU-TS sebagai solusi untuk membantu mendorong pembangunan daerah khususnya di dataran tinggi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai daftar lampu jalan tenaga surya, Anda bisa melihatnya di https://www.sankelux.co.id/.

On 31-Jan-2019

SANKELUX - Undang-undang di Indonesia mengamanatkan bahwa setiap perusahaan (baik swasta dan nasional) dihimbau untuk menyisihkan keuntungan setiap tahunnya untuk melaksanakan program Corporate Social Responsibility atau lebih dikenal dengan singkatan CSR. Berkat undang-undang ini setiap tahunnya, perusahaan-perusahaan mengeluarkan dana yang cukup besar untuk membangun masyarakat dan membangun daerah. Yang mana program CSR ini hadir untuk mendukung Undang-Undang No. 6 Tahun 2004 tentang pembangunan desa.

Sinergi kedua peraturan tersebut bertujuan membantu pembangunan desa atau pemberdayaan masyarakat desa. Namun pelaksanaan CSR ini bukan tanpa hambatan. Masih terjadi program-program yang dilakukan tidak berdasar kepada kajian mendalam tentang kondisi dan situasi masyarakat supaya program ini mempunyai sasaran yang tepat untuk jangka panjang. Sehingga dapat membuahkan manfaat yang maksimal bagi kemandirian dan kesejahteraan rakyat.

Berapapun besarnya jumlah bantuan yang diberikan oleh perusahaan tidak akan membuahkan hasil maksimal apabila bantuan bersifat langsung. Bantuan secara langsung (dalam bentuk uang) dapat segera hilang tanpa bekas dan tidak berjangka panjang. Bahkan dampak buruk yang dapat terjadi akibat program CSR ini adalah ketergantungan masyarakat terhadap bantuan.

Beberapa program CSR yang menuai sukses diantaranya adalah program beasiswa dan pembangunan jalan, serta penginstalasian listrik. Selain ketiga program tersebut, salah satu program CSR yang dapat diimplementasikan untuk jangka panjang adalah penginstalasian pompa air tenaga surya sederhana. Pompa air tenaga surya sederhana ini dapat digunakan baik untuk irigasi persawahan, perkebunan atau peternakan bahkan untuk penggunaan rumah tangga sehari-hari.

Program ini dapat disasarkan ke berbagai macam geografis wilayah, baik itu dataran rendah atau dataran tinggi. Serta dapat disasarkan untuk wilayah desa yang sudah tersentuh listrik atau belum tersentuh listrik.

Pemberian pompa air tenaga surya sederhana dikatakan sebagai program jangka panjang tidak hanya karena manfaatnya mempermudah sistem perairan mata pencaharian warga. Tetapi, pompa air tenaga surya sederhana ini perawatannya tidak sulit dan mampu beroperasi selama 20 tahun.

Adanya integrasi dengan program CSR pompa air tenaga surya sederhana ini diharapkan dapat meminimalisir kendala dan hambatan  yang selama ini ditemukan oleh pemerintah desa dalam pelaksanaan pembangunan desa. Selain itu, integrasi pembangunan desa dengan program perusahaan diharapkan juga dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang selama ini dihadapi oleh perusahaan dalam pelaksanaan kegiatan CSR.

On 24-Jan-2019

SANKELUX- Inverter merupakan suatu rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pengubah tegangan arus searah menjadi tegangan arus bolak-balik dengan frekuensi tertentu. Tegangan arus searah atau DC (Direct Current) berasal dari panel surya, baterai yang kemudian inverter akan menyuplai beban-beban yang membutuhkan tegangan AC (Alternating Current) dengan menyalurkan energi listrik ke dalam sistem kelistrikan.

                Lalu inverter apa yang cocok jika ingin menginstalasi harga listrik tenaga surya 1000 watt? Inverter terdiri dari berbagai macam jenis. Jika sebelumnya telah dibahas jenis inverter secara umum sesuai penggunaan https://www.sankelux.co.id/blog/Memilih-Inverter-Solar-Panel-Yang-Tepat-Untuk-Rumah-Tangga, maka dalam tulisan ini akan menjelaskan secara lebih spesifik. Yaitu inverter yang dikelompokan berdasarkan gelombangnya.

1.       Square Wave

Inverter jenis ini adalah yang paling pertama dikembangkan. Oleh karena itu inverter ini pun sangat paling sederhana. Walaupun inverter jenis ini dapat menghasilkan tegangan 220V AC, namun kualitasnya sangat buruk. Sehingga hanya dapat digunakan pada beberapa alat listrik saja. Hal ini disebabkan karena karakteristik output inverter ini memiliki level total harmonic distortion yang tinggi.

2.       Modified Sine Wave

Model ini disebut juga Modified Square Wave atau Quasy Sine Wave karena gelombangnya hampir sama dengan square wave, namun outputnya menyentuh titik 0 untuk beberapa saat sebelum pindah dari positif ke negatif. Selain itu, model ini memiliki harmonic distortion yang lebih sedikit. Sehingga dapat digunakan juga untuk kebutuhan lainnya seperti TV dan komputer, namun tidak bisa digunakan untuk beban-beban yang lebih sensitif.

 

3.       Pure Sine Wave

Gerlombang inverter model ini hampir menyerupai gelombang sinusoidal sempurna. Dengan total harmonic distortion kurang dari 3%, sehingga cocok untuk semua alat elektronik. Oleh sebab itu, inverter ini juga disebut clean power supply. Teknologi ini dapat mengubah tegangan DC menjadi AC dengan bentuk gelombang yang hampir sama dengan gelombang sinusoidal.

 

Jadi untuk penginstalasian harga Listrik tenaga surya 1000 Watt idealnya adalah output gelombang yang mengeluarkan tegangan sinusoidal. Namun, kenyataannya tidak semua inveter dapat demikian. Tegangan keluaran yang dihasilkan inverter tidak sinus murni atau sinus terdistorsi sehingga menimbulkan harmonisa pada keluaran inverter. Harmonisa yang besar akan menyebabkan kinerja komponen listrik tidak maksimal dan semakin lama akan menyebabkan kerusakan pada komponen tersebut. Oleh karena itu, diperlukan tindakan-tindakan untuk mengurangi harmonisa pada output inverter. Bentuk gelombang keluaran sangat tergantung pada frekuensi switching semikonduktor inverter. Semakin tinggi frekuensi switching, maka bentuk gelombang yang dihasilkan semakin mendekati sinusoidal. Namun seiring dengan meningkatnya frekuensi switching maka daya pada switch juga akan semakin besar.

On 24-Jan-2019

SANKELUX - Memilih inverter yang tepat untuk pemasangan solar panel tidak bisa dilihat dari jenis-jenisnya saja. Terdapat beberapa kriteria lain yang harus diperhatikan untuk Anda. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan menjelaskan aspek-aspek lain yang dianggap perlu untuk dicari informasinya terlebih dahulu oleh calon pembeli.

1.       Komponen

Saat akan membeli inverter, tanyakan kepada penjual apakah komponen power inverter menggunakan IC saja atau trafo + IC?

Inverter yang menggunakan komponen kedua biasanya memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap panas sehingga kualitasnya pun menjadi lebih baik. Jika inverter biasa hanya bertahan beberapa tahun saja, maka jenis trafo + IC dapat bertahan hingga 10 tahun. Perbedaan kualitas komponen kedua inverter ini khususnya terlihat saat beban yang menarik arus besar serta tidak tahan terhadap arus listrik singkat atau korslet.

2.       Efisiensi Daya

Seperti halnya genset dan solar panel, inverter pun harus mempunyai efisiensi yang baik terhadap output yang dihasilkan. Contohnya, inverter dengan efisiensi yang kurang baik hanya dapat digunakan untuk pemakaian untuk harga solar cell 100 watt sampai 400 watt saja. Sedangkan efisiensi yang baik dapat menghasilkan output yang dapat digunakan untuk harga listrik tenaga surya 1000 watt.

3.       Frekuensi

Frekuensi jaringan listrik yang cocok untuk dipakai di Indonesia adalah yang memiliki frekuensi 50 Hz karena terdapat inverter yang memiliki frekuensi 100 Hz. Sehingga tidak dapat digunakan untuk peralatan listrik di Indonesia.

4.       Gelombang

Telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya "Mengenal Inverter Lebih Jauh, Berdasarkan Gelombang Tegangan" bahwa terdapat tiga jenis inverter berdasarkan gelombang. Untuk menentukan pilihan terbaik, susunlah terlebih dahulu kebutuhan pemakaian solar panel di rumah Anda. Apakah menggunakan komponen induksi seperti dinamo atau transformer atau tidak. Atau tentukan output yang diinginkan dengan budget yang dimiliki.

5.       Kualitas Komponen Alat Listrik

Kualitas komponen alat listrik adalah salah satu aspek terpenting. Oleh karena itu, bila Anda ingin membeli inverter pastikan kualitas produk yang dibeli sesuai dengan fakta-fakta yang dipaparkan. Untuk kualitas komponen alat listrik, Indonesia dewasa ini telah mampu memproduksi komponen yang bagus, baik dari sisi harga maupun komponen suku cadang. Untuk mendapatkan inverter buatan bangsa yang berkualitas, Anda bisa menghubungi online@sankeindo.co.id atau langsung kunjungi website kami di www.sankelux.co.id sebagai pemroduksi komponen panel surya terpercaya

6.       Garansi Service

Setiap produk berkualitas pasti memiliki garansi setidaknya 1 tahun. Oleh karena itu perhatikan apakah produk inverter yang akan Anda beli bergaransi atau tidak. Garansi service membuktikan bahwa penjual bertanggungjawab atas produk yang dijual.

7.       Harga

Ada kualitas ada harga. Ungkapan tersebut pasti sering Anda dengar dimana-mana. Termasuk untuk inverter, ungkapan ini sangatlah berlaku. Namun di www.sankelux.co.id, terdapat berbagai macam tipe inverter dengan kualitas yang terjamin. Anda dapat menemukan inverter dari harga 10 juta-an hingga berkualitas premium yaitu IFS 10 KW – 3 phase seharga 60 juta.

 

Nah, dari ketujuh kriteria diatas Anda dapat menentukan inverter apa yang paling sesuai untuk kebutuhan sehari-hari di rumah. Yaitu inverter yang sesuai dengan hargalistrik tenaga surya 1000 Watt.

On 21-Jan-2019

SANKELUX- Sebagai negara tropis yang berada di titik garis equador/Khatulistiwa, Indonesia memang mendapatkan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun. Akan tetapi, karena Indonesia sangatlah luas, tidak semua wilayah mendapatkan paparan sinar matahari yang sama. Bahkan di beberapa wilayah tertentu, justru dikenal dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

Oleh karena itu, pemasangan panel surya untuk atap rumah pun tidak bisa sembarangan. Bukan hanya menghitung harga panel surya untuk rumah tangga saja yang dibutuhkan lho. Memasang harga listrik tenaga surya 5000 watt tidak serta merta membuat panel surya dapat menyerap daya maksimal. Tetapi, diperlukan juga perhatian khusus untuk beberapa aspek terkait atap rumah. Untuk tips-tipsnya, Anda dapat menjawab empat pertanyaan ini.

1.       Dimana Lokasi Rumah Anda?

Posisi rumah Anda dari garis Khatulistiwa akan sangat mempengaruhi efektifitas penyerapan energi matahari. Kuncinya adalah, jika rumah Anda berada di atas garis Khatulistiwa, maka panel surya akan bekerja paling baik jika menghadap selatan. Dan jika rumah Anda berada di bawah garis Khatulistiwa, maka posisikan panel surya menghadap utara. Akan tetapi, jika arah yang tepat ternyata terhalang obyak yang tidak bisa dilhilangkan seperti rumah tetangga, Anda selanjutnya dapat membaca pertanyaan nomor empat.

2.       Kemana Arah Atap Rumah Anda?

Memang, sudah dijelaskan sebelumnya jika posisi ideal panel surya menghadap utara atau selatan. Tapi bagaimana jika posisi atap rumah Anda tidak memungkinkan? Bagaimana jika rumah Anda menghadap barat, timur, atau bahkan barat laut? Tenang, dengan cara yang tepat, sistem akan tetap berfungsi maksimal. Untuk menyiasatinya, Anda perlu untuk mengorbankan segala penghalang yang memungkinkan menganggu maksimalisasi kinerja solar panel. Misalnya adalah pohon besar, sebaiknya potong dahan-dahan besar yang dapat member bayangan.

3.       Apa Tipe Atap Rumah Anda?

Atap rumah terbuat dari berbagai macam material. Meskipun kebanyakan rumah di Indonesia menggunakan genteng keramik, tetapi harus dipastikan terlebih dahulu apa tipe atap rumah Anda. Hal ini karena tipe atap akan berpengaruh terhadap pilihan jenis tipe dan struktur penyangga panel surya Anda. Jika menggunakan jenis keramik, dudukan penyangga dapat dipasang diantara sambungan genteng. Berbeda dengan jenis genteng asbes atau aspal yang membutuhkan rangkaian penyangga yang disatukan dengan rangka atap rumah.

 4.       Berapa Derajat Kemiringan Atap Rumah Anda?

Di Indonesia, rumah rata-rata memiliki kemiringan atap 30-40°. Sedangkan panel surya dapat menangkap sinar matahari dengan maksimal  pada kemiringan atap 10°. Semakin miring atap, efisiensi panel surya akan berkurang. Jadi untuk memasimalkan daya serap panel surya, Anda dapat memasangnya dengan posisi yang lebih datar. Dapat disiasati dengan menggunakan penyangga yang lebih tinggi di bagian bawah dan diarahkan ke atas.

 Nah, jika keempat pertanyaan diatas sudah terjawab, maka langkah selanjutnya adalah menginstalasi harga listrik tenaga surya 5000 watt. Tapi tentu saja jangan lupa mengimplementasikan keempat hal diatas, supaya harga listrik tenaga surya 5000 watt Anda dapat menyerap dan memproduksi energi maksimum setiap harinya.

On 21-Jan-2019

Penggunaan pompa air untuk kebutuhan rumah tangga masih menjadi primadona bagi masyarakat. Menurut data, hanya 25% rumah tangga yang menggunakan layanan PDAM dan sisanya adalah pengguna air sumur. Di kota-kota sekalipun, untuk rumah yang sudah menggunakan PDAM biasanya juga memasang pompa air untuk air sumur. Jenis pompa air yang beredar dipasaran terdapat berbagai macam merk dan tipe. Dan berbeda-beda pula penggunaannya sesuai dengan kedalaman air.

Selain pompa air konvensional, rumah-rumah di kota sudah mulai memasang pompa air sumur bor tenaga surya. Mereka beranggapan bahwa tenaga surya jauh lebih efisien dalam budgeting dan berbagai alasan manfaat lainnya. Tapi tahukah Anda, bahwa pompa air tenaga surya pun akan mengalami beberapa masalah? Nah, jika Anda sudah memasang pompa air tenaga surya, maka Anda harus mengenali beberapa kesalahan umum yan kerap terjadi dan apa yang harus dilakukan.

Dalam penggunaan panel surya untuk pompa air, ada beberapa masalah yang mungkin muncul, seperti:

1.       Pompa air tidak menyala sesuai waktu yang diinginkan

Jika dalam rencana harusnya pompa bekerja minimal dua jam, namun saat pemakaian hanya mampu menyala satu jam. Maka Anda harus perhatikan kembali berapa daya pompa air. Pastikan daya panel surya lebih besar dibanding daya kebutuhan harian pompa air. Jangan terburu-buru menyalakan baterai, karena baterai hanya berfungsi untuk menyimpan energi.

2.       Pompa air tidak mau menyala

Jika hal ini terjadi, perhatikan jenis inverter yang digunakan. Pastikan minimal kapasitas inverter yang digunakan 3-5 kali kapasitas pompa air. Karena motor listrik membutuhkan daya start yang tinggi.

3.       Fault dan error

Jika hal ini terjadi, cek rangkaian sistem secara berlebihan secara teliti dan pastikan konektor terpasang dengan baik.

 

Apakah pompa air sumur bor tenaga surya Anda pernah mengalami permasalahan diatas? Tidak perlu khawatir, Anda tinggal mengecek kembali bagian-bagian yang diperlukan seperti penjelasan diatas. Pompa air tenaga surya Anda akan berfungsi kembali dengan normal. Selamat mencoba!

On 15-Jan-2019

SANKELUX- Penggunaan solar panel kian menjadi pilihan utama sebagai alternatif energi, selain karena energi terbarukan dan bebas didapatkan, pemasangan komponen pun relatif cukup murah. Ya, untuk memasang komponen, jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya untuk harga solar cell 100 watt, tentu akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kebutuhan harga listrik tenaga surya 500 watt.

Tapi pernahkan Anda bertanya-tanya bagaimana sumber energi yang Anda gunakan berproses dan berubah menjadi listrik. Proses mengenai cara tenaga surya dapat menghasilkan energi listrik bisa menjadi topik yang misterius dan mungkin membingungkan bagi sebagian orang. Nah, dalam tulisan kali ini, penulis akan memudahkan Anda untuk memahami hal tersebut.

Komponen Dasar Solar Panel

Langkah pertama untuk mengetahui cara kerja panel surya adalah memahami dari apa bahan dasar komponen  solar panel itu dibuat. Banyak solar panel yang menggunakan silicon sebagai bahan baku, yang merupakan elemen paling umum yang dapat ditemukan di planet kita. Namun, untuk menciptakan kristal silicon dengan kualitas yang baik, prosesnya cukup sulit dan mahal. Sistem listrik tenaga surya yang dipasang untuk rumah tangga, biasanya dibangun dari bahan yang sama, tetapi lebih murah. Seperti tembaga, indium, gallium dan selenide (CIGS); yang mana material tersebut tidak sebagus dan seefisien silicon berkualitas tinggi. Namun tetap, material tersebut dapat menyediakan jumlah daya yang cukup dengan biaya yang wajar untuk kebutuhan rumah tangga.

Selama pembuatan, beberapa unsur-unsur kecil lain diperkenalkan untuk mengubah muatan listrik dari atom silicon. Ini akan menghasilkan electron negatif (tipe-n) silicon dan electron positif (tipe-p). Ketika digabung, kedua silicon ini akan membentuk sel fotovoltaik. Dan ketika sel tersebut ditempatkan dibawah kaca secara bersamaan, kedua tipe electron akan berubah menjadi sebuah panel surya.

Di dalam panel surya, ada pelat logam konduktif yang terhubung ke kabel yang mengarah ke penggabung array gabungan. Suatu perangkat digunakan untuk mengumpulkan energy melalui inverter, dimana arus listrik akan langsung diubah menjadi arus listrik bolak-balik.

Solar Panel Mengubah Tenaga surya Menjadi Listrik

Tenaga Surya adalah bentuk energi yang terdiri dari partikel tak terlihat yang disebut photon, yang memiliki energy dengan massa sisa 0. Ketika photon bersentuhan dengan partikel lain, energy akan berkembang dengan berbagai cara tergantung pada jenis atom apa yang photon sentuh.

Di sisi lain, listrik dihasilkan ketika electron mengelilingi atom-atom, yang bergantung pada jenis material silicon untuk pembuatan sel fotovoltaik. Ketika matahari menyentuh kristal silicon, electron di dalamnya mulai melompat naik dan turun. Setelah electron cukup terbebani, ia akan melepaskan diri dan bergerak lebih bebas. Elektron tipe-n akan mencari silicon tipe-p untuk menggantikan elektron yang hilang dalam atom mereka, dan menghasilkan arus listrik dari gerakan elektron-elektron ini.

Kualitas semi konduktor dari silikon (sesuai dengan material bahannya) memungkinkan untuk mempertahankan ketidakseimbangan elektron yang konstan. Artinya, pasokan listrik tenaga surya akan selalu siap setiap kali photon menghantam panel surya. Arus yang dikumpulan oleh kabel kemudian akan dibawa menuju seluruh sistem dan mengantarkan listrik.

On 15-Jan-2019

SANKELUX - Pemanfaatan atap rumah sebagai sumber listrik dapat menjadi pilihan untuk memaksimalkan ruang bangunan. Terlebih, listrik yang dihasilkan gratis dan bebas polusi. Penggunaan panel surya untuk atap rumah bisa menjadi solusi untuk penyediaan energi bersih.

Lalu bagaimana untuk harga panel surya untuk rumah tangga? Pembiayaan penggunaan panel surya untuk atap rumah tergantung pada fungsi dan kebutuhan sistem itu sendiri. Perbedaan mendasar yang paling berpengaruh adalah penggunaan jenis inverter dan pilihan baterai, Anda menggunakannya atau tidak.

Setelah mendapat jawaban dari ketiga pertanyaan diatas, berikutnya Anda akan mengetahui sistem solar panel seperti apa yang cocok untuk diaplikasikan. Beserta harga solar panel untuk  rumah tangga yang harus Anda keluarkan. Secara garis besar, berdasarkan fungsi dan kebutuhannya, ada 4 jenis aplikasi sistem panel surya untuk atap rumah.

1.       Grid-Tie

Listrik surya yang diproduksi dayanya digunakan langsung untuk mensuplai listrik ke PLN, supaya dapat digunakan kembali sewaktu-waktu.

2.       Grid Interactive/Smart

Listrik surya yang digunakan langsung untuk mensuplai listrik ke PLN, juga disediakan baterai sebagai cadangan daya, sehingga listrik rumah aman meskipun PLN padam.

3.       Grid Hybrid

Listrik surya yang digunakan secara bersama-sama antara PLN dengan genset atau tipe pembangkit lainnya dan mampu menjadi cadangan daya di saat listrik padam.

4.       Off Grid

Listrik surya ini dapat digunakan secara mandiri tanpa terhubung dengan listrik PLN, karena ketersediaan baterai sebagai cadangan daya.

Untuk menentukan harga panel surya untuk rumah tangga, Anda harus mengenali karakter rumah. Dengan menjawab beberapa pernyataan seperti, 1) Atap Anda mengarah kemana? 2) Apakah rumah Anda di aliri listrik PLN 24 jam? 3) Berapa besar kWh meter rumah Anda setiap bulannya?.

Secara umum, listrik yang dihasilkan panel surya dapat mendukung seluruh bentuk beban yang digunakan. Mulai dari lampu, kulkas, hingga menggerakan mesin. Sehingga semakin besar kebutuhan listrik pengguna, maka akan semakin banyak pula biaya yang perlu disiapkan. Apalagi jika kebutuhan cadangan listrik untuk di rumah juga besar.

Produk dan komponen pelengkap sistem panel surya di atap juga memiliki kualitas dan harga yang bervariasi. Sebagai catatan, listrik surya yang menggunakan baterai (grid interactive dan off grid) akan memiliki harga cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan system grid tie.

On 10-Jan-2019

SANKELUX-Industri tenaga surya atau dikenal sebagai solar panel telah tumbuh dan berkembang pesat di dekade ini. Terlebih di Negara maju seperti Amerika Serikat, industry ini telah menjadi mainstream dan telah digunakan oleh 70% masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Jika Anda tertarik terhadap energi terbarukan seperti energi matahari, memahami seluk beluk tentang energi ini tentunya akan sangat membantu. Di artikel ini, penulis akan mengupas secara tuntas fakta-fakta mengenai energi matahari yang mungkin akan mengejutkan Anda.

1.       Solar panel merupakan sumber energi termurah dan paling melimpah di seluruh dunia jika dibandingkan dengan energi terbarukan lainnya.

2.    Tenaga surya diukur dalam satuan watt (kilowatt, megawatt, gigawatt dan terawatt) 1000 watt setara dengan 1 kilowatt, 1000 kilowatt setara dengan 1 megawatt, dan begitu seterusnya. Jika rumah Anda mengeluarkan biaya untuk harga listrik tenaga surya 1000 watt, artinya Anda menggunakan tenaga surya sebesar 1 kilowatt.

3.       Saat ini, matahari membakar hydrogen. Suatu hari nanti ketika hydrogen hilang, ia akan beralih ke helium. Tapi hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap sistem solar panel.

4.       Potensi tenaga surya pertama kali ditemukan oleh Alexandre Edmund Bacquerel pada tahun 1839. Dan sel fotovoltaik  atau sel PV dikembangkan tahun 1954 oleh Bell Laboratories. Kemudian solar panel pertama kali dijual bebas untuk publik di tahun 1956 dengan harga $ 300 watt per 1 watt solar cell.

5.       Exxon Mobil merupakan salah satu perusahaan pertama yang meneliti cara untuk menurunkan biaya sel surya. Awalnya digunakan untuk menyalakan lampu peringatan pada rig minyak.

6.       Tenaga surya dapat memberikan daya 24 jam setiap harinya sekalipun saat cuaca mendung atau malam hari. Karena komponen solar panel terdiri dari inverter dan baterai yang mengubah tenaga surya menjadi listrik dan akan menyimpannya untuk digunakan di lain waktu.

7.       Energi ini tidak hanya dimanfaatkan untuk listrik. Tapi untuk teknologi modern lainnya seperti fotovoltaik, pemanas matahari, fotosintesis buatan, arsitektur surya, biomass, dan alat transportasi.

8.       Teknologi panel surya dapat dibedakan menjadi aktif dan pasif. Untuk penggunaan fotovoltaik dan kolektor panas matahari merupakan aktif. Dan penggunaan teknologi pasif untuk meningkatkan sirkulasi udara.

9.       Bumi mendapatkan 174 petawatt dari radiasi matahari. Sekitar 30% dipantulkan kembali ke angkasa. Sisanya diserap oleh lautan, awan, dan daratan.

10.   Siklus air merupakan hasil dari insulasi matahari. Bumi, lautan, dan atmosfer menyerap radiasi matahari dan menyebabkan konveksi di lautan dan kondensasi uap air di awan yang kemudian akan turun sebagai hujan.

11.   Tenaga surya juga memiliki kegunaan lain, yaitu agrikultur, holtikultur dan fotosintesis fosil. Energi ini diubah oleh tanaman hijau menjadi energy kimia yang menciptakan massa bio yang membentuk bahan bakar fosil.

12.   Tenaga surya juga dapat digunakan untuk membuat air minum, air payau atau air asin. Bahkan pembentukan garam dari air laut juga merupakan salah satu hasil dari tenaga surya.

13.   Tenaga surya tidak menghasilkan polusi baik polusi udara, suara dan limbah lainnya yang akan berdampak buruk bagi lingkungan. Secara ekologis, penggunaan tenaga surya sangat diterima.

14.   Tenaga surya sedang dikembangkan sebagai sumber energi utama untuk menggerakan pesawat luar angkasa oleh NASA.

15.   Bumi menerima sekitar 1.366 watt radiasi matahari langsung per meter persegi.

16.   Pembangkit listrik tenaga surya terbesar berlokasi di Gurun Mojave di California, dengan luas 1000 hektar, terbesar di seluruh dunia.

17.   Panel surya bebas dari biaya perawatan. Sekali dipasang, panel surya dan komponen lainnya tidak ada biaya tambahan karena tidak memerlukan perawatan khusus.

18.   Tenaga surya telah digunakan selama lebih dari 2.700 tahun. Pada 700 SM, cahaya matahari digunakan untuk membuat api dengan memperbesar cahaya menggunakan batu seperti kaca.

19.   Matahari juga merupakan sumber energi utama dari bahan bakar fosil tak terbarukan, seperti batubara, gas dan minyak bumi. Yang merupakan hasil fotosintesis dan penguapan dari hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun sebelumnya.

20.   Penggunaan panel surya untuk rumah tangga di atap dapat mengurangi polusi sebesar 100 ton CO2 karbon dioksida dalam masa hidupnya. Ini termasuk energi yang dibutuhkan untuk memproduksi panel surya. 4 panel surya setiap rumah dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi global warming.

On 10-Jan-2019

SANKELUX - Irigasi pertanian untuk sawah padi ataupun ladang perkebunan merupakan bagian yang paling vital bagi petani. Khususnya untuk petani sawah karena padi merupakan jenis tumbuhan yang banyak membutuhkan air guna menghasilkan panen yang maksimal. Namun, meski teknologi dan peralatan pompanisasi untuk memperoleh air telah tersedia dan mudah diperoleh, pada daerah-daerah tertentu ketersediaan tenaga penggerak pompanisasi acapkali masih menjadi hambatan.

Untuk solusi pengairan atau irigasi tersebut, agar terbebas dari pembelian BBM solar, elpiji atau bensin, jawabannya adalah pompa air tenaga surya sederhana. Sebagaimana namanya, Pompa air tenaga surya sederhana berfungsi untuk menyedot air dari dalam tanah ke permukaan yang digerakan dengan tenaga surya. Secara fisik, fungsi dan instalasi pompa air ini tidak berbeda dengan pompa air konvensional.

Menggunakan teknologi panel solar atau sel surya, sangat cocok untuk pertanian di Indoneia yang mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Terlebih jika pompa air tenaga surya sederhana ini digunakan secara kolektif oleh satu desa, tentunya akan mereduksi beban biaya solar panel yang harganya tidak murah.

Membeli pompa air tenaga surya artinya investasi jangka panjang. Petani akan terbebas dari pembelian bahan bakar karena pompa air akan terus bekerja selama mendapatkan sinar matahari. Debit air yang besar dan terus mengalir ini dapat langsung dialirkan ke persawahan atau ditampung terlebih dulu. Harga untuk satu unit mesin pompa air sekitar 19 juta, dan horga solar panel sekitar 1 jutaan per unit dan solar pump inverter senilai 6 jutaan.

Untuk contoh gambar, pompa air tenaga surya diatas, menggunakan tiga bagian utama, yaitu solar panel PV yang berfungsi untuk mengubah tenaga surya menjadi tenaga listrik. Kemudian terdapat controller, serta pump atau pompa.

Pompa air tenaga surya juga bisa dipakai secara akumulatif yang akan mereduksi biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli unit yang diperlukan, seperti solar panel. Cara ini dapat menjaga stabilitas pasokan air ke lahan pertanian, mengubah pola pertanian tadah hujan menjadi sistem irigasi modern. Energi matahai akan menyediakan air sepanjang tahun sehingga lahan pertanian akan siap panen tanpa harus terkendala musim.

On 26-Des-2018

SANKELUX- Perkembangan panel surya di Indonesia semakin meningkat dengan adanya Peraturan Menteri ESDM No. 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Peraturan ini mengatur hal-hal mendasar untuk mendorong percepatan pembangunan energi surya, khususnya rooftop solar (panel surya) di Indonesia. Peraturan ini berisi ketentuan teknis  mengenai kapasitas pemasangan panel atap rumah atau gedung, skema transaksi kredit listrik dengan PLN, prosedur perizinan dan pemasangan, serta prosedur penggunaan rooftop bagi pelanggan industri.

Lalu bagaimana peraturan khusus pemasangan panel surya atap di Indonesia? Berikut fakta-fakta menarik mengenai peraturan panel surya atap yang telah dirangkum oleh penulis:

1.       Izin Pemasangan Panel Surya

Menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basir, secara teknis penyaluran panel surya atap tanpa izin dapat mengganggu penyaluran listrik konvensional oleh PLN. Sebab, PLN tidak mengetahui kapasitas dari aliran listrik itu sendiri sehingga ketika di ekspor secara berlebihan dapat menyebabkan terganggunya aliran listrik tersebut.

Peraturan ini mensyaratkan pelanggan untuk mengajukan izin terlebih dahulu pada kantor regional PLN. Hal ini akan memberikan kewenangan mutlak pada PLN sebelum pelanggan menginstalasi panel surya atap di Indonesia.

Konsumen kemudian tinggal mendaftarkan nomor identitas konsumen PLN dengan merubah mekanisme pembayaran dari prabayar menjadi pascabayar. Selain itu, konsumen perlu mencantumkan sistem daya yang terpasang dan spesifikasi alatnya yang kemudian nantinya akan diverifikasi dan diberikan persetujuan.

 

2.       Batas Kapasitas Pemasangan Panel Surya

Dalam Peraturan Menteri No. 49 Tahun 2018 tersebut, disebutkan bahwa tujuan penggunaan sistem PLTS atap adalah untuk menghemat tagihan listrik. Namun, masyarakat yang berniat menginstalasi sistem tersebut tidak boleh melebihi daya listrik yang saat ini dimiliki. Di pasal 5 disebutkan, bahwa kapasitas sistem panel surya atap dibatasi dan tidak  dapat memasang daya maksimal 90% dari daya listrik yang tersambung dan mengalir dari PLN. Misalnya, Anda menggunakan listrik dari PLN sebesar 6000 watt, jadi Anda dapat menginstalasi sistem dengan harga panel surya 5000 watt.

  

3.       Konsumen Sekaligus Produsen

Jika dahulu masyarakat menjadi konsumen karena hanya membeli listrik dari PLN, maka sekarang semuanya menjadi berbeda. Dengan adanya sistem listrik tenaga surya yang bersifat mandiri, konsumen dapat menjadi produsen listrik. Tidak hanya itu, bahkan dalam peraturan menteri yang dikeluarkan pada 16 November 2018 yang lalu, pemerintah telah mengeluarkan peraturan serta jaminan penjualan listrik kepada PLN. Ya, Anda dapat menjual listrik kepada PLN dari sistem panel surya yang terpasang dirumah Anda. Tetapi tarif listrik yang dijual ke PLN ini dibatasi.

Dalam pasal 6, disebutkan bahwa pengguna panel surya atap dapat menjual kelebihan listriknya berdasarkan kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh ekspor-impor dikalikan 65%. Penghitungan energy listrik Anda akan dilakukan setiap bulan berdasarkan selisih nilai kWh impor dan nilai kWh ekspor. Artinya, masyarakat tidak akan mendapatkan harga jual listrik yang setara dengan harga jual PLN ke masyarakat. Misalnya, saat ini PLN menjual listrik ke masyarakat Rp. 1.352 per kWh. Maka tarif listrik yang dijual ke PLN hanya dibayar 65% dari harga per kWh.

 

Oleh karena itu, untuk memudahkan Anda dari peraturan ini khususnya untuk poin pertama, sebaiknya pemasangan panel surya atap dilakukan oleh badan usaha dengan sertifikat tertentu. Sehingga pengajuan persyaratan teknis akan lebih cepat di verifikasi dan diberikan izin. Sankelux merupakan badan usaha yang setiap produksinya telah mendapatkan sertifikasi dari badan sertifikasi nasional dan internasional terpercaya. Serta telah mengantongi sertifikat mutu ISO.

On 26-Des-2018

SANKELUX- Sel surya merupakan sebuah perangkat yang mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik dengan proses fotovoltaic atau PV. Untuk mendapatkan tegangan listrik yang besar sesuai keinginan, diperlukan beberapa sel surya yang tersusun secara seri. Mungkin di antara Anda ada yang berfikir bahwa panel surya dengan daya yang rendah, seperti harga solar cell 100 watt tidak dapat ditingkatkan secara penuh. Padahal, Ketika memilih panel surya, ada beberapa faktor lain yang sangat penting untuk dipertimbangkan.

Efisiensi penggunaan dari masing-masing sumber energi listrik alternatif perlu diketahui lebih jauh supaya dalam penggunaannya didapatkan hasil yang maksimal. Efisiensi ini menjadi penting karena dapat membantu Anda dalam memilih perangkat yang tepat untuk sistem panel surya. Untuk area pemasangan yang sempit misalnya, diperlukan efisiensi panel surya yang lebih tinggi, sehingga dapat memaksimalkan produksi daya yang dihasilkan.

1.       Suhu Udara

Tingkat suhu lingkungan akan mempengaruhi kinerja solar panel. Idealnya solar panel akan bekerja maksimal pada temperatur 25°C. Jika suhu semakin meningkat, maka efisiensi kinerja panel surya juga akan menurun. Suhu di wilayah Indonesia sendiri berkisar antara 25-35°C, sehingga panel surya dapat mengalami degradasi efisiensi produksi hingga 10%.

Untuk mengatasi masalah ini, cara pemasangan solar panel lah yang harus diperhatikan. Anda harus memastikan terdapat ruang yang cukup di bawah panel surya, sehingga akan terdapat aliran udara yang akan menurunkan suhu panel surya pada saat suhu udara sedang dalam puncak tertinggi.

 

2.       Posisi Penempatan

Posisi penempatan menjadi hal kedua yang sangat berpengaruh terhadap efisiensi kinerja panel surya. Saat menginstalasi sistem ini, perhatikan lokasi yang paling tepat. Yaitu, lokasi yang tidak memiliki objek penghalang yang dapat menghasilkan bayangan pada panel surya.

Untuk kinerja panel surya terbaik, pastikan lokasi yang berada dari sudut terjauh. Jika terdapat tanaman, sebaiknya pangkas dan rapikan tanaman tersebut, jangan sampai bayangannya menutupi perangkat sistem Anda.

    

3.       Material Penyusun

Panel surya terdiri dari sel surya yang dirangkai dalam bentuk seri dan pararel. Setiap panel surya memiliki rangkaian sel yang berbeda-beda. Bahan pembuatan sel surya pun bermacam-macam, yaitu:

1)      Crystalline: Sebagai generasi pertama, sel surya ini menggunakan material crystalline silicon (C-Si) sebagai bahan dasar dan merupakan jenis panel yang paling banyak digunakan. Variasi crystalline yang sering dijumpai adalah panel surya jenis monocrystalline, polycrystalline dan ribbon silicon.

2)      Thin Film: Sel surya ini merupakan generasi kedua dan menggunakan material yang berbeda dengan crystalline. Thin film dapat membuat panel lebih ringan dan lebih baik dalam menangkap cahaya. Namun, efisiensi konversi energinya masih lebih kecil dibanding crystalline. Walaupun seiring dengan perkembangan teknologi, sel jenis ini telah mampu mencapai efisiensi hingga 28%. Beberapa jenis sel yang menggunakan material ini diantaranya adalah produk seperti polycrystalline silicon on glass dan berbagai jenis gallium.

3)      Multijunction cells: sel surya ini menggunakan thin film sebagai material utama, yang kemudian dibentuk dalam beberapa layer dan digabungkan menjadi satu. Sel jenis ini lebih banyak digunakan untuk aplikasi khusus, misalnya seperti satelit atau alat eksplorasi ruang angkasa.

 

4.       Intensitas Energi

Semakin besar intensitas penyinaran matahari, maka akan semakin tinggi pula kinerja panel surya dan begitu sebaliknya. Secara umum, untuk memaksimalkan penyerapan sinar matahari di Indonesia, terdapat beberapa tips:

1)      Jika lokasi rumah Anda berada di selatan garis khatulistiwa, maka arahkan panel surya 15° ke arah utara.

2)      Jika lokasi rumah Anda berada di utara garis khatulistiwa, maka arahkan panel surya 15° ke arah selatan.

 

5.       Hambatan Listrik Beban

Tegangan listrik yang dihasilkan oleh panel surya tidak akan selamanya stabil. Hal ini dikarenakan produksi tegangan bergantung pada tingkat penyinaran radiasi matahari. Ketika dalam waktu ideal (10.00-14.00 WIB), suhu udara, serta langit yang bersih (tanpa awan mendung), maka kinerja panel surya akan maksimal. Namun, pada saat pagi hari atau matahari tertutup awan, tegangan panel surya akan menurun.

Oleh karena itu, turun naiknya tegangan ini harus menjadi perhatian. Idealnya setiap peralatan yang digunakan seperti inverter, memiliki jarak batas kerja yang cukup tinggi. Misalnya, inverter dapat bekerja pada jarak batas (range) 150-800 VDC.

 

Yang harus dipahami adalah efisiensi pada panel surya merupakan salah satu komponen yang perlu diperhitungkan. Namun, bukan penentu utama. Anda mungkin ingin memulai dengan pemasangan berbiaya rendah, misalnya dengan harga solar cell 100 watt. Maka, panel dengan efisiensi tinggi tidak menjadi pilihan.

Namun, jika dengan harga solar cell 100 watt tersebut juga Anda ingin memaksimalkan kinerjanya. Cara-cara diatas dapat diaplikasikan sehingga dapat memaksimalkan produksi daya, dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

On 18-Des-2018

SANKELUX-Hidup di era modern seperti saat ini sangat memudahkan kita dalam melakukan berbagai aktivitas. Sadar atau tidak kemudahan tersebut telah membuat kita sangat bergantung terhadap berbagai hal, misalnya listrik. Saat listrik mati, kita akan kesulitan untuk mendapatkan berbagai akses teknologi dan kebutuhan hidup lainnya .

Padahal diluar sana masih banyak alternatif energi  misalnya listrik dari tenaga surya.  Namun masyarakat masih banyak yang tidak mengabaikan energi alternatif ini karena harga panel surya untuk rumah tangga dianggap relative sangat mahal. Karena untuk memasang tenaga listrik surya tidak cukup hanya memasang satu atau dua panel, belum ditambah dengan biaya baterai untu penyimpanan energi. Dibutuhkan banyak panel surya dan baterai untuk mendukung aktifitas rumah tangga seperti mencuci, lemari pendingin, dan listrik untuk air.

Lalu bagaimana jika di rumah atau di tempat kerja kita terjadi pemadaman listrik? Biasanya kita akan menggunakan genset atau generator set. Ya, genset memang bisa saja menjadi alternatif pilihan jika harga panel surya untuk rumah tangga masih dianggap memberatkan. Harga genset memang banyak yang terjangkau, tetapi harga akan tetap menunjukan kualitas.

Sebagai sumber energi listrik alternatif, kita pasti tidak menginginkan genset yang kita gunakan malah mengganggu dan memberatkan. Seperti asap, biaya maintenance, harga bbm melonjak, dan suara gerak mesin motor yang berisik dan mengganggu pendengaran.

Sebelum membeli genset sebaiknya Anda mencari informasi dan membandingkannya. Misalnya membandingkan genset biasa dengan genset tenaga surya. Genset tenaga surya bisa menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang menginginkan sumber energi listrik cadangan dengan tenaga surya.

Sebagai informasi, genset tenaga surya Hypo UPS, genset ini memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan genset yang biasa. Pertama, Anda tidak perlu membeli bahaan bakar karena sumebr energy nya adalah sinar matahari. Kedua, genset hypo ups ini sudah termasuk baterai di dalamnya dan bebas biaya maintenance. Ketiga, genset ini bebas polusi, bebas bising dan memiliki auto switch jika di rumah Anda tiba-tiba terjadi pemadaman listrik. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat melihatnya di https://www.sankelux.co.id/ jika harga panel surya untuk rumah tangga dianggap mahal.

On 18-Des-2018

SANKELUX- Penerangan jalan umum (PJU) memiliki peran yang sangat penting untuk jalan raya. Tidak hanya sebatas memberi pencahayaan pada malam hari, PJU juga berperan sebagai penunjang kemanan bagi para pengendara malam untuk membantu navigasi. Namun, di beberapa daerah masih memiliki masalah mengenai lampu PJU, yaitu lampu yang kerap mati. Adapun matinya lampu PJU tersebut biasanya bukan hanya satu atau dua, tetapi sampai puluhan titik.

Hal ini banyak terjadi khususnya di daerah pegunungan, yang disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari cuaca yang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa kabel listrik, hingga lokasi yang jauh sehingga jarang dilakukan perawatan secara berkala oleh PLN. Masalah PJU ini kerap menimbulkan potensi kecelakan lalu lintas yang cukup tinggi setiap tahunnya.

Untuk mengurangi potensi kecelakaan di wilayah-wilayah seperti tadi, hendaknya mulai mengalihkan pemasangan PJU LED (Light Emiting Diode) tenaga surya. Meskipun harga lampu LED jalan raya bertenaga surya lebih mahal, namun dapat meminimalisir kecelakan karena tersebut diatas karena beberapa keunggulan dibawah ini.

Pertama, lampu, solar panel dan baterai ada dalam satu rumah lampu, PJU LED tenaga surya tidak memerlukan kabel-kabel yang dapat tertimpa pepohonan tumbang. PJU LED tenaga surya, berdiri solid secara mandiri.

Kedua, hidup lebih lama dari lampu biasa dan dapat mencapai 30.000 jam.

Ketiga, karena energI listrik bersumber dari matahari dan disimpan dalam baterai, penerangan jalan jenis ini tidak akan terpengaruh dan akan tetap menyala jika terjadi konslet listrik dan sebagainya. Keempat, tidak menghasilkan sinar UV sehingga tidak panas saat digunakan.

Kelima, PJU LED tenaga surya memimili 80% efisiensi dari cahaya lainnya karena LED mendukung tegangan listrik rendah. Keenam, dari segi ukuran PJU LED tenaga surya berbentuk compact dan relatif lebih kecil sehingga lebih minimalis namun dengan cahaya yang terang, hemat daya dan tahan lama.

Ketujuh, pemasangan yang sangat mudah karena tidak terhubung antar lampu yang satu dengan lampu yang lain. Kedelapan, Tidak memerlukan perawatan khusus, cocok untuk digunakan di wilayah yang jauh dari kota yang hanya dilakukan pengecekan dalam beberapa bulan.

Karena berbagai kelebihan inilah yang membuat PJU LED tenaga surya menjadi pilihan tepat untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas di malam hari. Khususnya di daerah pegunungan dan daerah yang jauh dari penanganan listrik. PJU ini akan sangat menguntungkan dari segi nilai investasi jangka panjang yang membuat harga lampu LED jalan raya yang tinggi bukanlah menjadi soal. Selain itu, lampu penerangan jalan LED tidak mengandung merkuri sehingga sangat ramah lingkungan lho! Untuk melihat produk dan harga penerangan jalan LED, Anda dapat melihatnya di link ini https://www.sankelux.co.id/product?id=116.

On 17-Des-2018

SANKELUX- Pemakaian energi alternatif terbarukan seperti sinar matahari kian diminati. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana aplikasi solar panel untuk konsumsi ritel atau perumahan.

Banyak orang bertanya, setelah menggunakan panel tenaga surya, bagaimana dengan instalasi listrik PLN yang telah terpasang sebelumnya. Atau pertanyaan mengenai perbedaan sistem instalasi panel surya terhadap harga listrik tenaga surya 1000 watt. Menanggapi hal tersebut, kami menjawab bahwa hal itu tergantung pada kebutuhan.

Untuk hunian, pada dasarnya ada dua jenis instalasi panel surya yang bisa diterapkan, dimana masing-masing berkaitan dengan peralatan pendukung yang digunakan, yaitu Off Grid dan On Grid. Lalu sistem apa yang cocok untuk hunian dengan konsep perumahan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pahami dahulu kedua sistem tersebut.

Off Grid atau disebut juga stand alone PV (photovoltaic) system atau sistem pembangkit listrik yang hanya mengandalkan energi matahari sebagai satu-satunya sumber energi utama dengan menggunakan rangkaian panel surya untuk menghasilkan energi listrik sesuai kebutuhan. Dengan menginstalasi sistem ini Anda tidak perlu lagi menggunakan listrik dari PLN ataupun backup lainnya seperti genset. Off Grid bersifat mandiri, adapun tipe solar sistem untuk hunian yang menggunakan baterai hanyalah sebagai media penyimpanan atau bank energi.

Pada sistem Off Grid, kapasistas baterai harus memperhitungkan cadangan jika kondisi cuaca buruk yang berakibat pada produksi energi sinar matahari kurang optimal. Untuk Indonesia, kementrian ESDM menyarankan masyarakat yang menggunakan sistem ini untuk menggunakan baterai dengan kapasitas cadangan minimal 3 hari sebagai patokan (autonomous days).

Sistem On Grid (disebut juga Grid Tie/ Grid Interactive), menggunakan solar panel untuk menghasilkan listrik yang ramah lingkungan dan bebas emisi. Sesuai namanya, rangkaian sistem ini tetap terhubung dengan jaringan PLN dengan mengoptimalkan pemanfaatan energi dari panel surya untuk menghasilkan energi semaksimal mungkin.

Dalam sistem On Grid, baterai merupakan hal yang tidak wajib, mengingat tenaga surya bukanlah sumber energi utama. Sesuai namanya, On Grid berarti bekerjasama dengan arus listrik dari PLN. Yakni arus PLN menjadi penghubung atau penyalur arus listrik dari panel surya kepada beban. Sehingga seluruh penggunaan listrik pada waktu siang hari dihasilkan dari energi listrik panel surya. Sedangkan untuk malam hari menggunakan PLN.

Dari penjelasan mengenai kedua sistem diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem Off Grid merupakan sistem PLTS yang diperuntukan untuk daerah-daerah terpencil/ pedesaan atau penerangan jalan. Hal tersebut dikarenakan produk sistem ini bersifat mandiri dan dapat bekerja dengan komponen yang lengkap meskipun tidak terjangkau jaringan PLN.

Sedangkan untuk hunian dengan konsep perumahan, On Grid dinilai lebih tepat atau sesuai untuk digunakan sebagai energi alternatif untuk hunian di perumahan. Karena konsep hunian perumahan biasanya berada di perkotaan yang memiliiki aliran listrik dari PLN. Selain itu, Anda juga dapat mengkonversikan harga listrik tenaga surya 1000 watt dengan harga listrik dari PLN. Dengan adanya sistem ini, akan mengurangi tagihan listrik dan memberikan nilai tambah pada pemiliknya.

Sudah tahu kan sistem apa yang paling sesuai untuk perumahan? Jika sudah, yuk mulai rencanakan instalasi listrik tenaga surya di rumah Anda. Selama bulan Desember ini ada promo akhir tahun lho untuk semua jenis solar panel. Harga mulai dari Rp. 377.500 untuk solar panel  30 WP 6 V. Untuk melihat lebih lengkap kunjungi https://www.sankelux.co.id/search?diskonend=100.

On 17-Des-2018

SANKELUX- Baterai adalah komponen penting dalam sistem elektrik. Baterai sendiri merupakan sebuah alat yang terdiri dari 2 atau lebih sel elektrokimia yang mengubah energi kimia yang di simpan di dalam baterai menjadi energi listrik. Inilah yang menjadikan baterai sangat penting dalam sistem solar panel. Baterai akan menyimpan energi dari matahari melalui solar panel sebagai cadangan untuk malam hari atau cuaca berawan.

Baterai yang dapat diisi ulang disebut sebagai baterai sekunder. Pada dasarnya, baterai jenis sekunder ini sangat banyak macamnya. Namun, tidak semuanya dapat diaplikasikan pada sistem panel surya. Yang dapat diaplikasikan adalah jenis Lead-Acid dan dan Li-Ion.

Dari kedua jenis tersebut, orang biasanya menginginkan baterai berkualitas bagus dengan harga yang relatif terjangkau. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dijelaskan jenis baterai Li-Ion, yaitu Lithium tipe LiFePO4. Baterai ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan watt. Mulai dari 1000 watt hingga digunakan untuk harga panel surya 5000 watt pun baterai ini memiliki performa yang baik.

Lithium (LiFePO4)

LiFePO4 salah satu jenis baterai sekunder yang termasuk dalam kategori Li-Ion. Sesuai namanya jenis baterai ini menggunakan senyawa Lithium interkalasi sebagai bahan elektrodanya. Baterai dengan bahan ini memiliki daya tahan cukup tinggi dan memiliki tingkat penurunan daya cukup rendah saat tidak digunakan.

LiFePO4 Sankelux merupakan produk lokal karya anak bangsa yang dirakit dengan material berkualitas dan berteknologi tinggi. Setiap produk baterai Lithium ini telah melewati tahap pengujian dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Kualitas produk Sankelux telah terjamin oleh badan sertifikasi nasional dan internasional.

Baterai fosfat besi Lithium dalam produk ini dikenal juga dengan sebutan baterai Li-fosfat. Baterai ini adalah salah satu tipe baterai yang sesuai untuk sistem panel surya. Baterai ini bersifat rendah resistansi yang dapat meningkatkan keamanan dan stabilitas termal. Berikut beberapa keunggulan baterai LiFePO4:

Safety

Baterai ini dikenal karena profil keamanannya yang kuat. Ketika dalam keadaan berbahaya, seperti hubungan arus pendek, pengisian daya yang berlebihan, baterai ini tidak akan terbakar atau meledak. Karena baterai ini menggunakan material dan hasil kimia yang stabil, yaitu kimia Lithium Phosphate dapat mengurangi resiko yang berbahaya secara signifikan.

Performance

Baterai LiFePO4 memiliki rentang waktu hidup yang jauh lebih panjang jika dibandingkan dengan jenis baterai Lead-Acid. Baterai ini dapat bekerja dengan performa sangat baik untuk jangka waktu 5-7 tahun. Dengan Menggunakan LiFePO4, dapat membantu Anda meminimalkan biaya penggantian dan mengurangi total biaya kepemilikan.

Climate Resistance

LiFePO4 dapat bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan ekstrim. Di Cuaca dingin hingga suhu -20°C, baterai ini akan tetap menyimpan daya hingga 80%. Dan dalam udara panas, baterai ini dapat bertahan hingga suhu 60°C.

Light Weight

Dibandingkan dengan tipe Lead-Acid, baterai ini empat kali lebih ringan. Sebagai contoh, jika baterai Lead-Acid 150Ah berbobot sekitar 50kg, di sisi lain tipe LiFePO4 hanya berbobot 15kg. Untuk pengaplikasian sistem solar panel, keunggulan ini merupakan manfaat yang sangat besar karena tidak hanya menurunkan biaya instalasi tetapi juga mempercepat pelaksanaan proyek.

Fast Charging

Manfaat lain dari LiFePO4 adalah, meskipun memiliki ukuran yang relatif kecil, mampu diisi daya hingga penuh 100% dalam waktu yang singkat, namun tetap menyimpan energi listrik yang besar dan tahan lama.

LiFePO4 memang bukan jenis terbaru, namun baterai ini terus dikembangkan dan ditingkatkan kuaitasnya. Sehingga dewasa ini dapat diaplikasikan untuk sistem tenaga surya dengan harga panel surya 5000 watt sekalipun. Selain itu juga, dapat digunakan untuk kebutuhan instalasi listrik lainnya, seperti PJU, peralatan medis, hingga telekomunikasi.

Untuk harga, Anda tidak perlu khawatir karena Sankelux memiliki berbagai promo termasuk promo akhir tahun. Silahkan kunjungi https://www.sankelux.co.id/search?diskonend=100 untuk melihat berbagai jenis baterai dengan potongan harga hingga 31% termasuk Lithium LiFePO4.

On 11-Des-2018

SANKELUX- Penerangan jalan umum tenaga surya atau disingkat PJU TS, seperti yang diketahui merupakan jenis lampu pintar yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan aliran listrik PLN dalam sistem pengoperasiannya. Melainkan menggunakan tenaga surya untuk memberikan penerangan di ruang terbuka pada malam hari.

Jika Anda memperhatikan, PJU TS ini ada yang disebut dengan PJU TS All In One dan PJU TS biasa atau konvensional. Sekilas, perbedaan penamaan ini tidak akan kentara jika tidak diperhatikan dengan seksama. Namun, jika Anda mencoba mencari tahu daftar harga lampu jalan tenaga surya keduanya, harganya akan sangat jauh berbeda.

Lalu apa yang membedakan keduanya? Dalam artikel ini kami akan membahas perbedaan kedua produk ini supaya Anda tidak salah saat membelinya.

1.       1. PJU TS All In One

Perbedaan secara umum produk PJU TS ini adalah seluruh komponen berada dalam satu wadah atau rumah yang konkret. Yaitu lampu, solar panel dan baterai berada dalam satu rumah lampu. Dengan kelengkapan inilah bentuk PJU TS All In One sangat kompak dan cocok digunakan untuk mempercantik lingkungan.

Lampu ini dilengkapi dengan baterai Lithium Lifepo4 yang dapat menyimpan energi secara otomatis. Baterai ini dapat menyimpan energi untuk bertahan selama 50 jam tanpa pasokan sinar matahari. Selain itu juga, lampu ini dapat bertahan dalam kurun waktu 12 tahun lamanya dengan kualitas yang stabil.

Sebagai tambahan, lampu ini memiliki sensor otomatis untuk menyala disaat gelap dan mati disaat matahari bersinar. Harga satu buah lampu ini berkisar antara Rp. 5-8 juta-an dengan garansi seluruh komponen 2 tahun. Dengan bentuknya yang sedemikian rupa, lampu ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki PJU TS jenis lain. Yaitu, dapat mengatasi pencurian karena komponen nya berada dalam satu rumah.

2.       2. PJU TS Konvensional

Berbalik  dari versi All In One, komponen yang terdapat dalam PJU TS konvensional terpisah secara keseluruhan. Salah satu contohnya adalah PJU TS konvensional tipe 20/30 watt single oktagonal 7 m. Tipe ini merupakaan yang paling murah, dengan kisaran harga sekitar Rp 14 juta-an. Dengan komponen yang terpisah, bentuk lampu ini tentu tidak ramping dan kompak seperti tipe All In One.

Lalu apa yang membuat tipe PJU TS ini lebih mahal? Jawabannya adalah tipe lampu ini merupakan paket lengkap sehingga komponen yang di dapat serta garansinya lebih banyak dan lebih lama. Komponen tersebut berupa solar panel, lampu LCD, controller, baterai VRLA, box baterai powder coating hingga tiang oktagonal galvanized. Dengan garansi untuk solar panel 25 tahun, lampu 5 tahun, baterai 1 tahun dan garansi controller 1 tahun.

Selain itu, PJU TS konvensional memiliki kelebihan lain yaitu lampu yang dirancang  menggunakan teknologi LED terkini, hemat daya, tingkat penerangan yang tinggi, kuat dan handal. Serta, lampu ini dapat digunakan hingga 60 jam dengan desain yang simple yang artistik. Dengan membeli lampu ini, Anda juga tidak perlu repot-repot untuk mencari atau membuat tiangnya. Lebih praktis ya!

 

Nah, meskipun sama-sama PJU TS keduanya memiliki kelengkapan dan keunggulan yang berbeda. Hal tersebutlah yang menjadi alasan adanya perbedaan dalam daftar harga lampu jalan tenaga surya. Jadi jangan sampai salah ya saat membelinya! Untuk informasi lengkap mengenai daftar harga lampu jalan tenaga surya, Anda dapat melihatnya di https://www.sankelux.co.id/search?keyword=lampu%20jalan.

On 11-Des-2018

SANKELUX- Tagihan listrik yang terus membengkak membuat kebanyakan orang khususnya ibu rumah tangga mencari siasat untuk membuatnya tetap sesuai kantong. Sudah menjad rahasia umum bahwa energi tenaga surya adalah solusi. Namun harga pemasangannya dianggap mahal, meski keuntungannya dapat dirasakan bertahun-tahun lamanya.

Padahal, dengan pengembangan energi terbarukan dari sinar matahari sudah semakin pesat telah berimbas terhadap turunnya harga. Dahulu, dibutuhkan banyak panel surya dan lahan yang luas untuk memproduksi listrik dari tenaga surya. Saat ini, setiap rumah bisa memperoleh listrik dari sinar matahari dengan hanya memasang panel surya berukuran kurang dari 10 meter persegi di atap rumah. Hal ini tentu berdampak terhadap harga penginstalasian yang menjadi lebih terjangkau.

Berikut ilustrasi kapasitas solar cell untuk atap  dengan perolehan energi dan luas area:

Kapasitas (Kwp)

Produksi Energi/ Tahun (kwh)

Luas (m²)

5

7.281

35

10

14.562

70

20

29.123

140

30

43.685

210

50

72.808

350

80

116.494

560

100

145.617

700

200

291.234

1.400

300

436.851

2.100

400

582.468

2.800

 

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa untuk mendapatkan produksi energi yang besar sudah tidak memerlukan luas yang begitu besar. Oleh karena itu, kita akan mencoba menghitung hasil produksi energi listrik dari solar cell Sankelux SPV 1610-125 WP (poly) dengan dimensi ukuran 670 x 1335 (mm) seharga Rp 1.363.000. Berapa jumlah solar cell yang akan dibutuhkan dan harga solar cell 100 watt.

Untuk banyaknya panel surya yang di butuhkan, hal pertama yang perlu dihitung terlebih dahulu adalah berapa kebutuhan total beban listrik perbulan di rumah. Dari situ dapat di indentifikasi berapa Kwh yang dibutuhkan tiap hari. Karena kita akan menghitung harga solar cell 100 watt, maka  gunakan kebutuhan 100 watt sebagai contoh. Hitung berapa lama beban total 200 watt akan dihidupkan. Misalnya 12 jam, berarti total konsumsi dalam sehari 100 x 12= 1.200 WH. Dari total tersebut tambahkan 20% untuk kebutuhan listrik inverter maka total daya 1.200 + (1.200 x 20%)= 1.440 WH.

Kemudian hitung kembali dengan kebutuhan baterai, misalnya dibagi dengan tegangan umum yang dimiiki baterai yaitu 12 V. Maka kuat arus yang dibutuhkan adalah 120120 Ampere. Maka, jika Ada menggunakan baterai pack lithium sebesar 40 Ah/ 12.8 V, maka Anda membutuhkan 3  baterai (40 x 12 x 3 =  1.440 WH).

Setelah itu, hitung panel surya dengan efektifitas rata-rata waktu matahari bersinar maksimum, yaitu 5 jam. Maka 125 wp x 5= 625 watt. Artinya, panel surya 125 wp mampu memberikan 650 Watt dan jika di total untuk kebutuhan 1.440 WH, rumah Anda membutuhkan 3 panel surya. Untuk 3 panel surya berdaya 125 wp (1.440 : 650). Anda hanya perlu merogoh saku sebesar Rp 4.089.000, harga yang cukup terjangkau untuk menangkis stigma pengeluaran panel surya yang sangat besar. Meskipun ditambahkan dengan harga komponen lainnya, Anda akan mendapatkan balik modal dalam waktu 3 tahun.

Bagaimana, daripada Anda memusingkan harga listrik yang kian naik setiap tahunnya kenapa tidak mencoba untuk menghasilkan daya listrik sendiri dirumah? Anda dapat mengakses link ini untuk melihat variasi harga panel surya dengan berbagai macam  daya https://www.sankelux.co.id/search?keyword=solar%20cell. Jika Anda masih merasa kebingungan untuk menentukan perencanaan penghitungan biaya pemasangan dan komponen yang dibutuhkan, hubungi kami di nomor yang tertera dalam website. Kami dapat menolong Anda mewujudkan tujuan untuk berhemat.

On 7-Des-2018

SANKELUX- Setiap sumur bor memiliki kedalaman yang berbeda-beda, biasanya disebabkan oleh lokasi pembangunan sumur. Alasan kenapa lokasi menentukan kedalaman sumur bor ideal ialah karena kondisi tanah atau kontur yang berbeda.

Perbedaaan kedalaman sumur bor ini tentunya berpengaruh kepada pompa air yang digunakan. Termasuk untuk pompa air sumur bor tenaga surya, harus tepat dan sesuai dengan kondisi kedalaman sumber air.

Ada beberapa jenis pompa air sumur bor tenaga surya tergantung bagaimana mereka diklasifikasikan. Tetapi, utamanya ada 2 jenis pompa air sumur bor tenaga surya jika dilihat dari tingkat kedalamannya.

1.       1. Submersible Pumps

Seperti namanya, ‘submersible’ yang berarti menyelam. Pompa ini pun sifatnya seperti menyelam, yaitu dengan di tempatkan jauh di bawah permukaan tanah dan terendam air. Kepala hisap dari jenis pompa  ini berada lebih dari 10 meter. Alat ini dapat memompa hingga 500-1000 galon per hari dan dapat mengangkat hingga kedalaman 20 kaki. Instalasi pompa ini dilakukan dengan menggali sumur bor, yang mengarah ke peningkatan biaya instalasi dan pemeliharaan. Pompa ini membutuhkan perawatan setiap 2 hingga 4 tahun.

2.       2. Surface Pumps

Permukaan pompa jenis ini mudah untuk dikenali, cirinya adalah pompa ini keluar dari air alias tidak terendam. Pompa jenis surface dipasang di permukaan air dengan kedalaman kurang dari 10 meter. Karena pompa harus berada di permukaan, pompa ini menjadi lebih mudah untuk diinstalasi dan dilakukan perawatan. Faktor inilah yang yang membuat pompa jenis surface menjadi lebih mahal jika dibandingkan dengan jenis submersible

 Pemilihan jenis pompa air sumur bor tenaga surya ini didasarkan pada tingkat air tanah dan sumber air. Dalam kasus sumur dengan kedalaman lebih dari 10-15 meter, digunakan pompa submersible. Sedangkan untuk jenis surface pumps cocok digunakan untuk sumber air di ruang terbuka, seperti sungai, kolam, dan lain-lain dengan kedalaman air kurang dai 10 meter.

Dengan demikian, dapat disimpulkan jika jenis submersible tepat untuk digunakan di dataran tinggi dengan kedalaman sumber air puluhan meter. Sedangkan untuk wilayah dataran rendah, bisa menggunakan jenis surface. Nah, jenis pompa air sumur bor tenaga surya mana yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda?

On 7-Des-2018

SANKELUX- Pernahkah Anda berfikir tentang menginstalasi pompa air sumur bor tenaga surya? Apakah Anda memiliki lokasi terpencil yang perlu memompa air dari ratusan kaki dibawah tanah? Atau ingin memotong tagihan listrik? Jika demikian, pompa air tenaga surya sederhana adalah solusi sempurna.

Dibawah ini, kami telah manyusun 8 alasan utama untuk memasang pompa air tenaga surya sederhana untuk Anda. Telusuri daftar ini dan lihat apakah Anda akan tertarik atau tidak dengan sistem ini.

1.     1.  Tidak Membutuhkan Daya Eksternal

Masalah air bersih sering dijumpai di pedesaan atau wilayah terpencil karena keterbatasan sarana listrik untuk membangun sumur. Nah, terobosan dari pompa air ini adalah tidak memerlukan daya eksternal apapun. Kebutuhan akan energi telah tersedia oleh alam.

2.     2. Efisien dan Powerfull

Pompa air tenaga surya terbuat dari baja stainless dan fitur motor brushless DC. Bahan ini bersifat tahan karat korosi ketika tersuspensi dalam air selama bertahun-tahun. Baja ini juga tidak akan mencemari sumber air. Motor DC Brushless bahkan lebih efisien daripada fitur brushed karena tidak perlu dilakukan penggantian motor secara berkala, alias dapat digunakan selama mungkin.

3.     3.  Tidak Memerlukan Biaya Operasi Selama Penggunaan

Matahari bersinar setiap hari, khususnya untuk di wilayah tropis seperti Indonesia. Artinya, Anda mendapatkan sumber daya energi gratis setiap hari untuk menggerakan pompa di bawah tanah. Tidak memerlukan biaya operasi bukan?

4.     4. Sistem yang Lengkap Dapat Dikirim Langsung Ke Pintu Rumah Anda

Karena komponen sistem pompa air tenaga surya sederhana, ramping dan tidak banyak, seperangkat sitem ini dapat dipesan secara online dan dikirimkan langsung ke rumah Anda. Hal ini memungkinkan untuk pengiriman ke semua lokasi baik ke lokasi terpencil.

5.     5.  Sistem Bersifat Modular dan Dapat Ditingkatkan Kapanpun

Karena sifatnya yang modular, pompa air tenaga surya dapat ditingkatkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. Misalnya jika Anda membutuhkan jumlah pompaan air yang lebih banyak perharinya, Anda tinggal menambahkan panels dan baterai.

6.     6.  Pompa Air Tenaga Surya Mudah Dirawat

Sistem pompa air tenaga surya sederhana memiliki sedikit komponen mekanis, sehingga tidak memerlukan perawatan khusus yang berkala. Perawatannya pun dapat dilakukan sendiri, dan tidak memerlukan ahli.

 7.       Perawatan Murah

Dalam satu atau dua tahun sekali, panel surya harus dibersihkan dengan menggunakan sabun, scrub dan air untuk tetap menjaga kinerja yang maksimal. Untuk perawatan komponen tersebut bahkan Anda tidak perlu mengeluarkan biaya.

8.     8.  Sistem dapat Dipasang Sendiri

Sistem pompa air tenaga surya sangat sederhana dan dapat dipasang dalam beberapa hari. Semua koneksi panel surya dibuat dengan konektor tahan air, sehingga Anda tidak perlu menyolder. Pompa surya, panel surya beserta sensor semuanya terhubung ke pengontrol dengan menggunakan sekrup. Pompa juga dengan mudah terhubung ke kabel listrik dan pipa yang ada. Sehingga Anda tidak akan dibuat kerepotan untuk memasangnya sendirian dengan waktu yang relatif cepat.

 Itu dia 8 alasan utama mengapa harus memasang sistem pompa air tenaga surya. Masih banyak alasan lainnya, jadi jangan ditunda-tunda. Rencanakan pemasangan sistem kami mulai hari ini!

On 27-Nov-2018

SANKELUX- Penerangan sudah menjadi kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat dielakkan. Penerangan membantu berbagai aktifitas baik dirumah untuk keperluan rumah tangga, di kantor untuk urusan pekerjaan, hingga di jalan raya dan tempat publik lainnya. Penerangan bersumber dari energi listrik, sehingga penerangan tidak dapat dipisahkan dari sumber energi.

Penerangan yang bersumber dari energi listrik yang dihasilkan oleh tenaga matahari hampir menjadi pemandangan yang jamak saat ini. Namun kebanyakan dari inovasi energy terbaru tersebut hanya fokus pada kebutuhan cadangan energy dengan komponen yang relative cukup masif. Bukan untuk daerah terpencil atau bahkan untuk kebutuhan darurat dengan komponen yang minimalis.

Sebuah inovasi penerangan akhirnya muncul dari sumber energy tenaga surya, yaitu LITSUMI (Listrik Tenaga Surya Mini). LITSUMI memiliki komponen yang ramping, terdiri dari solar paner, DC Hub, Lampu, Kabel dan remot. Komponen-komponen tersebut berukuran mini sehingga dapat digunakan secara portable. Karena seluruh komponennya yang mini, harga seperangkat penerangan tenaga surya ini pun jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan harga solar cell 100 watt sekalipun.

Seperti lampu tenaga surya pada umumnya, solar panel digunakan sebagai wadah untuk menangkap energy matahari yang kemudian akan diubah menjadi energy listrik dan disimpan sebagai daya cadangan. Daya listrik yang dari panel solar cell yang ringan dan mudah dipasang dapat menyalakan 3-5 lampu LITSUMI. Selain itu terdapat baterai lithium unuk menyimpan energy untuk penyalaan 16-20 jam.

Dengan berbagai keistimewaan tersebut, LITSUMI sangat cocok digunakan untuk kebutuhan outdoor. Khususnya untuk kegiatan seperti berkemah, memancing untuk nelayan hingga untuk badan penanggulan bencana. Lampu penerangan ini sangat cocok untuk tenda pengungsian dan kebutuhan pemulihan daerah darurat bencana lainnya. Ditambah, LITSUMI memiliki tiga tingkat kecerahan lampu, mulai yang berwarna kuning hingga putih terang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Seluruh komponen LITSUMI telah memiliki sertifikat dari LIPI dan BPPT, sehingga Anda tidak perlu meragukan kualitas penerangan ini. Sebagai bonus, karena ringan dan portable, LITSUMI juga dapat dijadikan senter memiliki remote yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu.

 Berikut spesifikasi produk LITSUMI:

Produk

Spesifikasi Lampu Litsumi

Spesifikasi Solar Panel 15 WP & 20 WP

Solar Panel

Lighthing Power Supply

DC

Typical Power (W)

15

20

Maximum Power

700 mw

Voltage @Typical Power (Ipm)

18

18.5

Battery Capacity

4400 mAh/Lithium

DC Charging Voltage

5-20 VDC

Current @Typical Power (Ipm)

0.8

1.3

DC Charging Current

Approx 500 Ma

DC Lighting time

± 20 hourse (full charge)

Open Circuit Voltage (Voc)

22.3

22.2

Adapt Temperature°

+50°/-30°

LITSUMI

LED Life

3500 hours

Short Circuit Current (Isc)

0.8

1.4

LED Quantity

21 pcs

Weidth (mm)

340

350

Material

ABS+PS

Height (mm)

343

525

Color Temperature

6000-6500K

Thick (mm)

25

25

Brighteness

330.5 LM

Weight (gr)

1410

2580

DC Out/USB Charging

5 V

Cable

2x22 AWG,UL2468

 












Meskipun LITSUMI sangat dirokemendasikan untuk kebutuhan penerangan outdoor, namun tidak menolak kemungkinan bahwa perangkat ini dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga. Dengan menggunakan perangkat ini, Anda dapat menekan budget jika dibandingkan dengan harga solar cell 100 watt

On 23-Nov-2018

SANKELUX- Solar panel atau tenaga surya, dikenal sebagai energi terbarukan dan telah bertransformasi menjadi energi alternatif paling mudah di aplikasikan bagi masyarakat awam. Namun, belum banyak masyarakat yang tahu, jika panel surya memiliki beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Kebanyakan panel surya yang dijual di Indonesia adalah salah satu jenis tertentu yang dianggap paling cocok untuk  geografis wilayah Indonesia itu sendiri. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan kenapa harga panel surya untuk rumah tangga cukup bervariasi, karena disesuaikan dengan jenisnya. Sebelum membahas jenis panel surya tersebut dan alasan kecocokan dengan geografis negeri kita, sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu beberapa jenis panel surya pada tabel di bawah ini:

Jenis

Efisiensi Perubahan Daya

Daya Tahan

Biaya

<