SANKELUX- Pemanfaatan tenaga surya sebagai sumber listrik sudah cukup lazim didengar oleh masyarakat dengan sebutan PLTS. Namun, karena sosialisasi mengenai energi baru dan terbarukan ini masih belum optimal, masih banyak yang belum mengetahui bahwa setiap PLTS memiliki berbagai macam perbedaan.
Perbedaan PLTS ini bukan berdasarkan tujuan dan fungsi panel surya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak semua sistem panel surya akan sesuai dengan kebutuhan listrik Anda. Setiap sistem panel surya memiliki maksimum daya listrik yang dapat ditanggung, tidak serta merta dapat diaplikasikan begitu saja untuk harga listrik tenaga surya 5000 watt.
Untuk penggunaan rumah tangga, terdapat dua sistem yang dapat diaplikasikan. Sistem tersebut bernama Solar Home System (SHS) dan Solar PV Rooftop. Lalu apa yang membedakan keduanya?
Solar Home System (SHS) adalah sistem pembangkit listrik yang berdiri sendiri, cocok diaplikasikan untuk kebutuhan rumah seperti penerangan, komputer dan pipa air. Sistem SHS dapat dikombinasikan dengan sumber backup seperti generator dengan sistem switching otomatis. SHS di desain portable sehingga mudah dipindahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. SHS merupakan solusi untuk mengatasi krisis energi listrik pada daerah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.
Meskipun secara pengertian sistem ini adalah PLTS, yang artinya dapat saja digunakan secara masif dan tersebar. Tetapi, sistem ini dirancang sebagai pembangkit listrik skala kecil dengan daya maksimum 100 Wp atau produksi energi harian sekitar > 400 Wh per panel surya.
Pada prisnsipnya, Solar PV Rooftop sama dengan Solar Home System. Yaitu, pembangkit listrik yang dihasilkan dari energi matahari. Yang membedakan sistem ini dengan SHS adalah pengaplikasiannya, sesuai dengan namanya sistem ini memanfaatkan atap bangunan untuk lokasi pemasangan panel surya. Sistem ini dapat mengurangi degradasi lahan yang menurut I Care Foundation Indonesia merupakan salah satu dampak buruk pemasangan PLTS.
Sistem ini lebih kecil dan ringkas dibandingkan PLTS pada umumnya yang menggunakan pemasangan ground mounted PV system. Selain itu, sistem Solar PV Rooftop tidak menggunakan baterai sebagai komponen utamanya. Sehingga biaya selain biaya pemasangan yang mudah dan murah, juga dapat menekan pengeluaran lebih banyak.
Kemudian, yang menjadi perbedaan besar antara SHS dengan Solar PV Rooftop adalah besaran tegangan yang dihasilkan pembangkit serta daya listrik yang dapat ditanggung oleh komponen listriknya. Per panel surya, sistem rooftop dapat menghasilkan besaran arus listrik hingga satuan Megawatt karena dapat terhubung dengan jaringan PLN . Jauh berbeda dengan sistem SHS yang bersifat mandiri.
Oleh karena itu, sistem rooftop akan sangat cocok untuk kebutuhan listrik industri. atau rumah tangga. Mulai dari daya 1.500 watt, 3000 watt, hingga harga listrik tenaga surya 5000 watt.
Jika Anda masih bingung sistem panel surya apa yang sesuai dengan kebutuhan, Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan tenaga ahlinya. Hubungi kami di www.sankelux.com untuk informasi lebih lanjut.