SANKELUX- Dewasa ini lampu LED (Light Emitting Diode) sudah sangat
populer di masyarakat. Karena keunggulannya, masyarakat banyak yang menggunakan
lampu tipe ini untuk kebutuhan rumah sehari-hari mereka meskipun harganya
tergolong lebih mahal dibandingkan dengan lampu pijar atau neon biasa.
Sebetulnya,
lampu LED sudah ditemukan sejak lama namun masih terbatas dalam menghasilkan
cahaya dan penggunaannya. Seiring perkembangannya, kini LED mampu menghasilkan
cahaya besar dengan konsumsi energi listrik tetap kecil. Keefisienan ini
membuat lampu LED kemudian banyak dikembangkan untuk diaplikasikan dalam
penggunaan sumber energi terbarukan.
Salah
satu jenis lampu LED yang diaplikasikan untuk penggunaan sumber energi
terbarukan adalah jenis High Power LED.
High Power LED (HPLD) menghasilkan
intensitas cahaya lampu yang sangat kuat. Bahkan dapat disebut sebagai yang
paling kuat di antara semua jenis lampu LED. Pada dasarnya, jenis ini memiliki
potensi untuk lebih cepat panas dibandingkan dengan LED lain. Sehingga dalam
memasang HPLED, hendaknya memperkirakan lokasi yang tepat. Yaitu area yang yang
terbuat dari bahan penyerap panas agar lampu tetap dingin selama proses
konveksi.
Kelemahan
jenis lampu LED ini, justru sangat cocok diintegrasikan dengan sistem tenaga
surya. Lampu dapat dipasangkan dengan komponen-komponen yang dapat menyerap
panas dan mengkonversikannya menjadi energi. Sehingga lampu ini tidak akan
mengalami over heating meskipun
ditempatkan di berbagai medan. Khususnya di wilayah yang memiliki paparan sinar
matahari dengan intensitas yang relatif tinggi.
Sekarang
ini HPLED sudah digunakan sebagai lampu penerangan jalan umum ternaga surya.
Selain cocok dengan karakteristik penggunaan, lampu ini juga sudah terbukti
lebih hemat energi. Oleh karena itu, meskipun harga lampu LED jalan raya
tergolong cukup mahal, tetapi sangat populer dan tetap digunakan sebagai
komponen pelengkap PJUTS.
Berikut
beberapa keunggulan High Power LED:
·
Usia pemakaian sangat awet hingga 50.000 jam.
Yang artinya lampu ini dapat digunakan hingga 5 sampai 6 tahun dengan hitungan
pemakaian selama 24 jam setiap hari.
·
Jangka waktu pengoperasian yang panjang seperti
yang telah dijelaskan diatas artinya satu lampu LED mampu menghemat material
dan produksi 25 lampu pijar.
·
Ramah lingkungan karena tidak mengandung unsure
merkuri dan 100% dapat di daur ulang. Hal ini merupakan salah satu langkah
besar untuk lingkungan yang lebih hijau.
·
Tidak memerlukan energi yang besar untuk
pengoperasian (low voltage). Sehingga
dengan hubungan sumber energi matahari akan menjadi sebuah keuntungan besar
untuk digunakan di wilayah yang jauh dari perkotaan dan ketika musim penghujan
yang sedikit mendapat paparan sinar matahari.
·
Cahaya yang diproduksi jenis LED ini tidak
merubah warna sekitar. Sehingga sangat aman digunakan sebagai penerangan jalan
umum.
Mengacu
pada keunggulan-keunggulan di atas, membuat penggunaan HPLD sangat layak untuk
dipertimbangkan meskipun harga lampu penerangan jalan LED ini tergolong mahal.
Tidak hanya untuk pemakaian dengan tenaga surya, bahkan pemerintah dan
kontraktor swasta pun mulai melirik lampu ini sebagai pengganti lampu PJU
konvensional.
Untuk mengetahuI harga lampu penerangan jalan LED lebih
lanjut silahkan klik disini