On 24-Jan-2019
SANKELUX - Memilih inverter yang tepat
untuk pemasangan solar panel tidak bisa dilihat dari jenis-jenisnya saja.
Terdapat beberapa kriteria lain yang harus diperhatikan untuk Anda. Oleh karena
itu, dalam tulisan ini akan menjelaskan aspek-aspek lain yang dianggap perlu
untuk dicari informasinya terlebih dahulu oleh calon pembeli.
1.
Komponen
Saat akan membeli
inverter, tanyakan kepada penjual apakah komponen power inverter menggunakan IC
saja atau trafo + IC?
Inverter yang menggunakan
komponen kedua biasanya memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap panas
sehingga kualitasnya pun menjadi lebih baik. Jika inverter biasa hanya bertahan
beberapa tahun saja, maka jenis trafo + IC dapat bertahan hingga 10 tahun.
Perbedaan kualitas komponen kedua inverter ini khususnya terlihat saat beban
yang menarik arus besar serta tidak tahan terhadap arus listrik singkat atau
korslet.
2.
Efisiensi
Daya
Seperti halnya genset dan
solar panel, inverter pun harus mempunyai efisiensi yang baik terhadap output
yang dihasilkan. Contohnya, inverter dengan efisiensi yang kurang baik hanya
dapat digunakan untuk pemakaian
untuk harga solar cell 100 watt sampai 400 watt saja. Sedangkan efisiensi yang baik dapat menghasilkan
output yang dapat digunakan untuk harga listrik tenaga surya 1000 watt.
3.
Frekuensi
Frekuensi jaringan
listrik yang cocok untuk dipakai di Indonesia adalah yang memiliki frekuensi 50
Hz karena terdapat inverter yang memiliki frekuensi 100 Hz. Sehingga tidak
dapat digunakan untuk peralatan listrik di Indonesia.
4.
Gelombang
Telah dijelaskan dalam
artikel sebelumnya "Mengenal Inverter Lebih Jauh, Berdasarkan Gelombang Tegangan" bahwa terdapat tiga jenis inverter berdasarkan
gelombang. Untuk menentukan pilihan terbaik, susunlah terlebih dahulu kebutuhan
pemakaian solar panel di rumah Anda. Apakah menggunakan komponen induksi
seperti dinamo atau transformer atau tidak. Atau tentukan output yang
diinginkan dengan budget yang dimiliki.
5.
Kualitas
Komponen Alat Listrik
Kualitas komponen alat
listrik adalah salah satu aspek terpenting. Oleh karena itu, bila Anda ingin
membeli inverter pastikan kualitas produk yang dibeli sesuai dengan fakta-fakta
yang dipaparkan. Untuk kualitas komponen alat listrik, Indonesia dewasa ini
telah mampu memproduksi komponen yang bagus, baik dari sisi harga maupun
komponen suku cadang. Untuk mendapatkan inverter buatan bangsa yang
berkualitas, Anda bisa menghubungi online@sankeindo.co.id atau langsung
kunjungi website kami di www.sankelux.co.id sebagai pemroduksi komponen panel
surya terpercaya
6.
Garansi
Service
Setiap produk berkualitas
pasti memiliki garansi setidaknya 1 tahun. Oleh karena itu perhatikan apakah
produk inverter yang akan Anda beli bergaransi atau tidak. Garansi service
membuktikan bahwa penjual bertanggungjawab atas produk yang dijual.
7.
Harga
Ada kualitas ada harga. Ungkapan
tersebut pasti sering Anda dengar dimana-mana. Termasuk untuk inverter,
ungkapan ini sangatlah berlaku. Namun di www.sankelux.co.id,
terdapat berbagai macam tipe inverter dengan kualitas yang terjamin. Anda dapat
menemukan inverter dari harga 10 juta-an hingga berkualitas premium yaitu IFS
10 KW – 3 phase seharga 60 juta.
Nah,
dari ketujuh kriteria diatas Anda dapat menentukan inverter apa yang paling sesuai
untuk kebutuhan sehari-hari di rumah. Yaitu inverter yang sesuai dengan hargalistrik tenaga surya 1000 Watt.
On 15-Jan-2019
SANKELUX- Penggunaan
solar panel kian menjadi pilihan utama sebagai alternatif energi, selain karena
energi terbarukan dan bebas didapatkan, pemasangan komponen pun relatif cukup murah. Ya,
untuk memasang komponen, jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya
untuk harga solar cell 100 watt, tentu akan jauh lebih murah jika dibandingkan
dengan kebutuhan harga listrik tenaga surya 500 watt.
Tapi pernahkan Anda bertanya-tanya
bagaimana sumber energi yang Anda gunakan berproses dan berubah menjadi
listrik. Proses mengenai cara tenaga surya dapat menghasilkan energi listrik
bisa menjadi topik yang misterius dan mungkin membingungkan bagi sebagian
orang. Nah, dalam tulisan kali ini, penulis akan memudahkan Anda untuk memahami
hal tersebut.
Komponen Dasar Solar Panel
Langkah
pertama untuk mengetahui cara kerja panel surya adalah memahami dari apa bahan dasar
komponen solar panel itu dibuat. Banyak
solar panel yang menggunakan silicon sebagai bahan baku, yang merupakan elemen paling umum yang dapat ditemukan
di planet kita. Namun, untuk menciptakan kristal silicon dengan kualitas yang
baik, prosesnya
cukup sulit dan mahal. Sistem listrik tenaga surya yang dipasang untuk rumah tangga, biasanya dibangun dari bahan yang sama, tetapi lebih murah.
Seperti tembaga, indium, gallium dan selenide (CIGS); yang mana material
tersebut tidak sebagus dan seefisien silicon berkualitas tinggi. Namun tetap,
material tersebut dapat menyediakan jumlah daya yang cukup dengan biaya yang
wajar untuk kebutuhan rumah tangga.
Selama
pembuatan, beberapa unsur-unsur
kecil lain diperkenalkan untuk mengubah muatan listrik dari atom
silicon. Ini akan menghasilkan electron negatif (tipe-n) silicon dan electron
positif (tipe-p). Ketika digabung,
kedua silicon ini akan membentuk sel fotovoltaik. Dan ketika sel tersebut ditempatkan
dibawah kaca secara bersamaan,
kedua tipe electron akan berubah menjadi sebuah panel surya.
Di
dalam panel surya, ada pelat logam konduktif yang terhubung ke kabel yang
mengarah ke penggabung array gabungan. Suatu perangkat digunakan untuk mengumpulkan
energy melalui inverter, dimana arus listrik akan langsung diubah menjadi arus listrik bolak-balik.
Solar Panel Mengubah Tenaga surya Menjadi Listrik
Tenaga Surya adalah
bentuk energi yang terdiri dari partikel tak terlihat yang disebut photon, yang
memiliki energy dengan massa sisa 0. Ketika photon bersentuhan dengan partikel lain,
energy akan berkembang dengan berbagai cara tergantung pada jenis atom apa yang
photon sentuh.
Di
sisi lain, listrik dihasilkan ketika electron mengelilingi atom-atom, yang
bergantung pada jenis material silicon untuk pembuatan sel fotovoltaik. Ketika matahari
menyentuh kristal silicon, electron di dalamnya mulai melompat naik dan turun.
Setelah electron cukup terbebani, ia
akan melepaskan diri dan bergerak lebih bebas. Elektron tipe-n akan mencari
silicon tipe-p untuk menggantikan elektron yang hilang dalam atom mereka, dan menghasilkan arus
listrik dari gerakan elektron-elektron ini.
Kualitas
semi konduktor dari silikon (sesuai dengan material bahannya) memungkinkan
untuk mempertahankan ketidakseimbangan elektron yang konstan. Artinya, pasokan listrik tenaga
surya akan selalu
siap setiap kali photon menghantam panel surya. Arus yang dikumpulan oleh kabel
kemudian akan dibawa menuju seluruh sistem dan mengantarkan listrik.
On 26-Des-2018
SANKELUX- Sel surya merupakan sebuah perangkat yang mengubah energi
sinar matahari menjadi energi listrik dengan proses fotovoltaic atau PV. Untuk
mendapatkan tegangan listrik yang besar sesuai keinginan, diperlukan beberapa
sel surya yang tersusun secara seri. Mungkin di antara Anda ada yang berfikir
bahwa panel surya dengan daya yang rendah, seperti harga solar cell 100 watt
tidak dapat ditingkatkan secara penuh. Padahal, Ketika memilih panel surya, ada
beberapa faktor lain yang sangat penting untuk dipertimbangkan.
Efisiensi penggunaan dari
masing-masing sumber energi listrik alternatif perlu diketahui lebih jauh
supaya dalam penggunaannya didapatkan hasil yang maksimal. Efisiensi ini
menjadi penting karena dapat membantu Anda dalam memilih perangkat yang tepat
untuk sistem panel surya. Untuk area pemasangan yang sempit misalnya,
diperlukan efisiensi panel surya yang lebih tinggi, sehingga dapat
memaksimalkan produksi daya yang dihasilkan.
1. Suhu Udara
Tingkat suhu lingkungan akan mempengaruhi kinerja
solar panel. Idealnya solar panel akan bekerja maksimal pada temperatur 25°C.
Jika suhu semakin meningkat, maka efisiensi kinerja panel surya juga akan
menurun. Suhu di wilayah Indonesia sendiri berkisar antara 25-35°C,
sehingga panel surya dapat mengalami degradasi efisiensi produksi hingga 10%.
Untuk mengatasi masalah ini, cara pemasangan solar
panel lah yang harus diperhatikan. Anda harus memastikan terdapat ruang yang
cukup di bawah panel surya, sehingga akan terdapat aliran udara yang akan
menurunkan suhu panel surya pada saat suhu udara sedang dalam puncak tertinggi.
2. Posisi Penempatan
Posisi penempatan menjadi hal kedua yang sangat berpengaruh terhadap efisiensi kinerja panel surya. Saat menginstalasi sistem ini, perhatikan lokasi
yang paling tepat. Yaitu, lokasi yang tidak memiliki objek penghalang yang
dapat menghasilkan bayangan pada panel surya.
Untuk kinerja panel surya terbaik, pastikan lokasi
yang berada dari sudut terjauh. Jika terdapat tanaman, sebaiknya pangkas dan
rapikan tanaman tersebut, jangan sampai bayangannya menutupi perangkat sistem
Anda.
3. Material Penyusun
Panel surya terdiri dari sel surya yang dirangkai
dalam bentuk seri dan pararel. Setiap panel surya memiliki rangkaian sel yang
berbeda-beda. Bahan pembuatan
sel surya pun bermacam-macam, yaitu:
1)
Crystalline:
Sebagai generasi pertama, sel surya ini menggunakan material crystalline silicon (C-Si) sebagai bahan
dasar dan merupakan jenis panel yang paling banyak digunakan. Variasi
crystalline yang sering dijumpai adalah panel surya jenis monocrystalline, polycrystalline dan ribbon silicon.
2)
Thin Film:
Sel surya ini merupakan generasi kedua dan menggunakan material yang berbeda
dengan crystalline. Thin film dapat
membuat panel lebih ringan dan lebih baik dalam menangkap cahaya. Namun,
efisiensi konversi energinya masih lebih kecil dibanding crystalline. Walaupun
seiring dengan perkembangan teknologi, sel jenis ini telah mampu mencapai
efisiensi hingga 28%. Beberapa jenis sel yang menggunakan material ini
diantaranya adalah produk seperti polycrystalline
silicon on glass dan berbagai jenis gallium.
3)
Multijunction
cells: sel surya ini menggunakan thin
film sebagai material utama, yang kemudian dibentuk dalam beberapa layer
dan digabungkan menjadi satu. Sel jenis ini lebih banyak digunakan untuk
aplikasi khusus, misalnya seperti satelit atau alat eksplorasi ruang angkasa.
4. Intensitas Energi
Semakin besar intensitas penyinaran matahari, maka
akan semakin tinggi pula kinerja panel surya dan begitu sebaliknya. Secara
umum, untuk memaksimalkan penyerapan sinar matahari di Indonesia, terdapat
beberapa tips:
1)
Jika lokasi rumah Anda berada di selatan garis khatulistiwa,
maka arahkan panel surya 15°
ke arah utara.
2) Jika lokasi rumah Anda berada di utara garis khatulistiwa, maka arahkan panel surya 15° ke arah selatan.
5. Hambatan Listrik Beban
Tegangan listrik yang dihasilkan oleh panel surya
tidak akan selamanya stabil. Hal ini dikarenakan produksi tegangan bergantung
pada tingkat penyinaran radiasi matahari. Ketika dalam waktu ideal (10.00-14.00
WIB), suhu udara, serta langit yang bersih (tanpa awan mendung), maka kinerja
panel surya akan maksimal. Namun, pada saat pagi hari atau matahari tertutup
awan, tegangan panel surya akan menurun.
Oleh karena itu, turun naiknya tegangan ini harus
menjadi perhatian. Idealnya setiap peralatan yang digunakan seperti inverter,
memiliki jarak batas kerja yang cukup tinggi. Misalnya, inverter dapat bekerja
pada jarak batas (range) 150-800 VDC.
Yang harus dipahami adalah efisiensi pada panel surya
merupakan salah satu komponen yang perlu diperhitungkan. Namun, bukan penentu
utama. Anda mungkin ingin memulai dengan pemasangan berbiaya rendah, misalnya
dengan harga solar cell 100 watt. Maka, panel dengan efisiensi tinggi tidak
menjadi pilihan.
Namun, jika dengan harga solar cell 100 watt
tersebut juga Anda ingin memaksimalkan kinerjanya. Cara-cara diatas dapat
diaplikasikan sehingga dapat memaksimalkan produksi daya, dan dapat
dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.
On 11-Des-2018
SANKELUX- Tagihan listrik yang terus
membengkak membuat kebanyakan orang khususnya ibu rumah tangga mencari siasat
untuk membuatnya tetap sesuai kantong. Sudah menjad rahasia umum bahwa energi
tenaga surya adalah solusi. Namun harga pemasangannya dianggap mahal, meski
keuntungannya dapat dirasakan bertahun-tahun lamanya.
Padahal,
dengan pengembangan energi terbarukan dari sinar matahari sudah semakin pesat telah
berimbas terhadap turunnya harga. Dahulu, dibutuhkan banyak panel surya dan
lahan yang luas untuk memproduksi listrik dari tenaga surya. Saat ini, setiap
rumah bisa memperoleh listrik dari sinar matahari dengan hanya memasang panel
surya berukuran kurang dari 10 meter persegi di atap rumah. Hal ini tentu
berdampak terhadap harga penginstalasian yang menjadi lebih terjangkau.
Berikut
ilustrasi kapasitas solar cell untuk atap dengan perolehan energi dan luas area:
|
Kapasitas
(Kwp) |
Produksi
Energi/ Tahun (kwh) |
Luas
(m²) |
|
5 |
7.281 |
35 |
|
10 |
14.562 |
70 |
|
20 |
29.123 |
140 |
|
30 |
43.685 |
210 |
|
50 |
72.808 |
350 |
|
80 |
116.494 |
560 |
|
100 |
145.617 |
700 |
|
200 |
291.234 |
1.400 |
|
300 |
436.851 |
2.100 |
|
400 |
582.468 |
2.800 |
Dari
tabel diatas, dapat dilihat bahwa untuk mendapatkan produksi energi yang besar sudah
tidak memerlukan luas yang begitu besar. Oleh karena itu, kita akan mencoba menghitung
hasil produksi energi listrik dari solar cell Sankelux SPV 1610-125 WP (poly)
dengan dimensi ukuran 670 x 1335 (mm) seharga Rp 1.363.000. Berapa jumlah solar
cell yang akan dibutuhkan dan harga solar cell 100 watt.
Untuk
banyaknya panel surya yang di butuhkan, hal pertama yang perlu dihitung
terlebih dahulu adalah berapa kebutuhan total beban listrik perbulan di rumah.
Dari situ dapat di indentifikasi berapa Kwh yang dibutuhkan tiap hari. Karena kita
akan menghitung harga solar cell 100 watt, maka
gunakan kebutuhan 100 watt sebagai contoh. Hitung berapa lama beban total
200 watt akan dihidupkan. Misalnya 12 jam, berarti total konsumsi dalam sehari
100 x 12= 1.200 WH. Dari total tersebut tambahkan 20% untuk kebutuhan listrik
inverter maka total daya 1.200 + (1.200 x 20%)= 1.440 WH.
Kemudian
hitung kembali dengan kebutuhan baterai, misalnya dibagi dengan tegangan umum
yang dimiiki baterai yaitu 12 V. Maka kuat arus yang dibutuhkan adalah 120120 Ampere.
Maka, jika Ada menggunakan baterai pack lithium sebesar 40 Ah/ 12.8 V, maka
Anda membutuhkan 3 baterai (40 x 12 x 3
= 1.440 WH).
Setelah
itu, hitung panel surya dengan efektifitas rata-rata waktu matahari bersinar
maksimum, yaitu 5 jam. Maka 125 wp x 5= 625 watt. Artinya, panel surya 125 wp
mampu memberikan 650 Watt dan jika di total untuk kebutuhan 1.440 WH,
rumah Anda membutuhkan 3 panel surya. Untuk 3 panel surya berdaya 125 wp
(1.440 : 650). Anda hanya perlu merogoh saku sebesar Rp 4.089.000, harga yang
cukup terjangkau untuk menangkis stigma pengeluaran panel surya yang sangat
besar. Meskipun ditambahkan dengan harga komponen lainnya, Anda akan mendapatkan
balik modal dalam waktu 3 tahun.
Bagaimana,
daripada Anda memusingkan harga listrik yang kian naik setiap tahunnya kenapa
tidak mencoba untuk menghasilkan daya listrik sendiri dirumah? Anda dapat
mengakses link ini untuk melihat variasi harga panel surya dengan berbagai
macam daya https://www.sankelux.co.id/search?keyword=solar%20cell.
Jika Anda masih merasa kebingungan untuk menentukan perencanaan penghitungan
biaya pemasangan dan komponen yang dibutuhkan, hubungi kami di nomor yang
tertera dalam website. Kami dapat menolong Anda mewujudkan tujuan untuk
berhemat.
On 27-Nov-2018
SANKELUX- Penerangan sudah menjadi kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat dielakkan. Penerangan membantu berbagai aktifitas baik dirumah untuk keperluan rumah tangga, di kantor untuk urusan pekerjaan, hingga di jalan raya dan tempat publik lainnya. Penerangan bersumber dari energi listrik, sehingga penerangan tidak dapat dipisahkan dari sumber energi.
Penerangan yang bersumber dari energi
listrik yang dihasilkan oleh tenaga matahari hampir menjadi pemandangan yang
jamak saat ini. Namun kebanyakan dari inovasi energy terbaru tersebut hanya fokus
pada kebutuhan cadangan energy dengan komponen yang relative cukup masif. Bukan
untuk daerah terpencil atau bahkan untuk kebutuhan darurat dengan komponen yang
minimalis.
Sebuah inovasi penerangan
akhirnya muncul dari sumber energy tenaga surya, yaitu LITSUMI (Listrik Tenaga
Surya Mini). LITSUMI memiliki komponen yang ramping, terdiri dari solar paner,
DC Hub, Lampu, Kabel dan remot. Komponen-komponen tersebut berukuran mini
sehingga dapat digunakan secara portable. Karena seluruh komponennya yang mini,
harga seperangkat penerangan tenaga surya ini pun jauh lebih terjangkau jika
dibandingkan dengan harga solar cell 100 watt sekalipun.
Seperti lampu tenaga surya pada
umumnya, solar panel digunakan sebagai wadah untuk menangkap energy matahari
yang kemudian akan diubah menjadi energy listrik dan disimpan sebagai daya
cadangan. Daya listrik yang dari panel solar cell yang ringan dan mudah
dipasang dapat menyalakan 3-5 lampu LITSUMI. Selain itu terdapat baterai
lithium unuk menyimpan energy untuk penyalaan 16-20 jam.
Dengan berbagai keistimewaan tersebut, LITSUMI
sangat cocok digunakan untuk kebutuhan outdoor. Khususnya untuk kegiatan
seperti berkemah, memancing untuk nelayan hingga untuk badan penanggulan
bencana. Lampu penerangan ini sangat cocok untuk tenda pengungsian dan
kebutuhan pemulihan daerah darurat bencana lainnya. Ditambah, LITSUMI memiliki
tiga tingkat kecerahan lampu, mulai yang berwarna kuning hingga putih terang
yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
Seluruh komponen LITSUMI telah
memiliki sertifikat dari LIPI dan BPPT, sehingga Anda tidak perlu meragukan
kualitas penerangan ini. Sebagai bonus, karena ringan dan
portable, LITSUMI juga dapat
dijadikan senter memiliki remote yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan
lampu.
|
Produk |
Spesifikasi Lampu Litsumi |
Spesifikasi Solar Panel 15 WP &
20 WP |
|||
|
Solar Panel |
Lighthing Power Supply |
DC |
Typical Power (W) |
15 |
20 |
|
Maximum Power |
700 mw |
Voltage @Typical Power (Ipm) |
18 |
18.5 |
|
|
Battery Capacity |
4400 mAh/Lithium |
||||
|
DC Charging Voltage |
5-20 VDC |
Current @Typical Power (Ipm) |
0.8 |
1.3 |
|
|
DC Charging Current |
Approx 500 Ma |
||||
|
DC Lighting time |
± 20 hourse (full charge) |
Open Circuit Voltage (Voc) |
22.3 |
22.2 |
|
|
Adapt Temperature° |
+50°/-30° |
||||
|
LITSUMI |
LED Life |
3500 hours |
Short Circuit Current (Isc) |
0.8 |
1.4 |
|
LED Quantity |
21 pcs |
Weidth (mm) |
340 |
350 |
|
|
Material |
ABS+PS |
Height (mm) |
343 |
525 |
|
|
Color Temperature |
6000-6500K |
Thick (mm) |
25 |
25 |
|
|
Brighteness |
330.5 LM |
Weight (gr) |
1410 |
2580 |
|
|
DC Out/USB Charging |
5 V |
Cable |
2x22 AWG,UL2468 |
||
Meskipun LITSUMI sangat dirokemendasikan
untuk kebutuhan penerangan outdoor, namun tidak menolak kemungkinan bahwa
perangkat ini dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga. Dengan menggunakan
perangkat ini, Anda dapat menekan budget jika dibandingkan dengan harga solar cell 100 watt.