sankelux ×

Filter aktif: listrik tenaga surya 5000 watt Hapus Filter

On 9-Apr-2019

SANKELUX – Indonesia dikaruniai sinar matahari yang berlimpah sepanjang tahun, yaitu lebih dari 6 jam sehari atau 2400 jam dengan rata-rata intensitas sekitar 4,8 kWh/m²/hari   setiap tahunnya. Tidak heran jika negara kita digadang-gadang akan berhasil mencapai pemanfatan energi baru dan terbarukan  (EBT) di masa depan khususnya di pemanfaatan tenaga surya. Dimana energi surya yang dihasilkan berasal dari radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi.  Sinar matahari dari radiasi tersebut kemudian diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya dengan kapasitas yang beragam. Sebagai contoh, penggunaan harga listrik tenaga surya 5000 watt yang banyak digunakan untuk gedung dan bangunan lainnya.

Jika kamu bertanya-tanya apa itu radiasi, radiasi singkatnya adalah pemindahan energi/kalor dari permukaan matahari ke suatu tempat di permukaan bumi yang dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

Radiasi matahari ini sangat penting bagi pengaplikasian sitem PLTS. Hal ini dikarenakan faktor utama yang menentukan besar kapasitas panel surya adalah lamanya penyinaran matahari yang optimal untuk mengisi baterai agar dapat mensuplai energi sesuai dengan kebutuhan beban. Lamanya penyinaran sering diistilahkan sebagai waktu equivalent matahari (Equivalent Sun Hours atau Peak Sun Hours). Penentuan waktu equivalent matahari ditentukan dari besarnya radiasi rata-rata per meter persegi (m²) luas panel per hari. Karena equivalent rata-rata Indonesia besarnya dalah 4,8 kWh/hari, sehingga jam equivalent matahari adalah 4,8 jam.

Artinya, saat memilih kapasitas panel surya harga listrik tenaga surya 5000 Watt per panel belum tentu sesuai dengan intensitas radiasi di setiap kota. Pertimbangan memilih panel surya dengan memperhatikan radiasi rata-rata di kota Anda akan memaksimalkan efisiensi  output panel surya. Nah, dibawah ini terdapat radiasi sinar matahari rata-rata di 23 kota di Indonesia

SANKELUX- Pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagian besar untuk ketenagalistrikan. Target ini bermula dari berkurangnya energi fosil terutama minyak dan gas bumi, sedangkan kebutuhan terhadap energi adalah sebuah keniscayaan yang tiada henti.  Stigma tidak akan ada kemajuan tanpa energi, telah menjadikan EBT sebagai prioritas utama untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional di masa mendatang. Potensi EBT di Indonesia saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, termasuk potensi tenaga surya.

Oleh karena itu, dengan adanya peraturan pemerintah (Permen) No. 49 Tahun 2018 mengenai aturan penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga surya atap atau solar rooftop. Hal ini dianggap sebagai langkah awal menuju kemajuan dalam mencapai target energi terbarukan di Indonesia.

Berikut intisari target Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan target yang berkaitan dengan pemanfaatan solar rooftop sebagai pembangkit listrik:

TAHUN

Total Kapasitas Terpasang

Kapasitas Pembangikt EBT

2015

55 GW

8.7 GW (15.7%)

2025

135 GW

Panas Bumi : 7.2 GW

Air                 : 2.1 GW

Bioenergi     : 5.5 GW

Surya            : 6.4 GW

Angin            : 1.8 GW

Laut              : 3.1 GW

 

Total             : 45 GW (33%)

 

Institute for Essential Service Reform (IESR) mengapreasi langkah pemerintah dalam membuat peraturan dan target EBT tersebut. Dengan adanya kepastian hukum, solar rooftop akan sangat cocok dikembangkan di daerah-daerah dimana biaya produksi PLN relatif tinggi. Contohnya di wilayah timur Indonesia dan juga di wilayah dimana peak load nya relatif besar seperti Sumatera Utara.

Selain itu, Permen ini juga mewajibkan pemasangan solar rooftop oleh badan usaha dengan sertifikat tertentu. Menurut data dari IESR tahun 2017, terdapat sejumlah kantor PLN yang sudah memasang solar rooftop sebagai proyek percontohan dan media pembelajaran. Selain unit PLN juga ada beberapa pelanggan di Bali yang sudah memasang sistem ini dan diintegrasikan dengan net metering yang diberlakukan oleh PLN.

Net mettering ini merupakan program pengukuran bersih untuk memaksimalkan potensi solar rooftop guna mencapai EBT. Net metering ini sudah dilakukan di beberapa instalasi yang memasang small-scale solar rooftop dengan kapasitas dibawah 1 MW dan juga untuk pemakaian rumah tangga dengan kisaran harga listrik tenaga surya 5000 watt.

Penggunaan net metering ini ditujukan supaya pelanggan dapat mengalokasikan listrik yang dihasilkannya ke jaringan PLN. Sehingga akan menarik lapisan masyarakat mulai dari penggunaan rumah tagga hingga industrI untuk berinvestasi menggunakan sistem ini. Dengan semakin maraknya pengguna yang berinvestasi pada sistem solar rooftop, tentu menjadi potensI besar untuk mencapat total target 2025.

Berikut ilustrasi net metering yang dilakukan PLN:

Transaksi

kWh

PLN kirim energi ke instalasi pelanggan

1000 kWh

PV Rooftop pelanggan kirim energi ke PLN

800 kWh

Misal tariff: Rp 1000/kWh

Rp 1.000.000

Pendapatan PLN

Rp 800.000

Pendapatan Transaksi Pelanggan

 

Misal Rekening Minimum (RM) = Rp 400.000

 

Maka:

 

Net metering transaksi

Rp 200.000

Dari transaksi Rupiah yang harus dibayar pelanggan:

Rp 200.000

Namun karena ada aturan RM maka pelanggan bayar:

Rp 400.000

Selsisih:

Rp 200.000

Selisish ini diperhitungkan menjadi hutang PLN kepada pelanggan dan diperhitungkan pada bulan-bulan berikutnya

 

Belum ada aturan batas waktu perhitungan dari selisish yang ada

 

 

On 26-Mar-2019

SANKELUX-Seiring perkembangan teknologi yang semakin gencar dan munculnya industri-industri raksasa telah membuat kebutuhan energi dunia sangat meningkat tajam. Termasuk permintaan energi di Indonesia, khsusunya kebutuhan akan energi listrik yang terus meningkat setiap tahunnya baik untuk sektor rumah tangga (mikro) dan industri (makro). Menurut data yang diambil dari “Outlook Energi Indonesia” tahun 2016, pertumbuhan kebutuhan energi sektor komersial diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2050 dengan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 7% per tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang sangat  tinggi, pemanfaatan energi baru dan terbarukan terus digiatkan oleh pemerintah untuk mencapai target yang telah. Salah satunya adalah pemanfaatan energi surya, dimana hampir seluruh daerah di Indonesia berpotensi untuk dikembangan sistem PLTS. Baik untuk kebutuhan rumah tangga dan industri, dapat menggunakan harga listrik tenaga surya 5000 watt untuk modul surya.


Kendala Perencanaan Lahan untuk PLTS

Energi terbarukan dianggap sebagai sumber energi bersih yang tidak memiliki emisi gas rumah kaca. Namun, pada kenyataannya energi terbarukan juga memiliki dampak buruk bagi lingkungan, baik emisi yang dihasilkan ke udara, penggunaan lahan, penggunaan air, dampak pada mahkluk hidup dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam pembangunan PLTS pun perlu untuk dirancang dengan menggunakan AMDAL (Analsis Dampak Lingkungan) untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.
Pengggunaan lahan untuk pembangkit listrik tenaga surya sangat besar dan dapat meningkatkan degradasi lahan yang sangat besar. Rata-rata luas lahan yang dibutuhkan untuk per 1 megawatt (MW) mencapai 1-4 hektar, tergantung pada teknologi yang digunakan. Hal ini dapat berdampak pada hilangnya habitat dan berkurangnya lahan produktif, karena penggunaan lahan untuk PLTS tidak dapat dibagi dengan penggunaan perkebunan atau pertanian.

Dalam penentuan lahan yang diperlukan untuk membangun PLTS, akan ditentukan terlebih dahulu spesifikasi panel surya yang akan digunakan. Pada “tulisan ini” telah dibahas bahwa panel surya polikristalin lebih cocok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga karena  harganya yang lebih rendah. Namun, untuk penggunaan secara makro panel surya jenis monokristalin akan lebih sesuai karena efisiensinya yang tinggi. Efisiensi ini akan berpengaruh dalam menurunkan luas area lahan.


Upaya menurunkan luas area lahan dalam pembangunan PLTS sangatlah penting. Tidak hanya untuk meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan, tetapi juga menekan biaya pengadaan lahan yang menjadi salah satu faktor penting dalam mempengaruhi harga investasi sebuah pembangkit listrik. Oleh karena itu, melihat dampak dan kendala tersebut, terdapat sebuah sistem PLTS yang dirancang tidak berada di atas permukaan tanah.

PLTS Terapung (Floating Photovoltaic System)

Secara struktur sistem PLTS terapung (Floating Photovoltaic System) sama dengan PLTS biasanya (Ground Photovoltaic System), semua komponen yang digunakan adalah sama kecuali fondasi yang digunakan sebagai penyangga (lihat gambar diatas). PLTS terapung tidak menggunkan fondasi tetap dan kaku, tetapi menggunakan struktur buoyancy dan sistem mooring. Skema FPS dibagi menjadi dua jenis, yaitu tipe struktural dan tipe all in on buoyancy. Perbedaan keduanya terlihat pada struktur apung yang digunakan. Tipe pertama, memanfaatkan kerangka logam  tahan karat sebagai dudukan modul PV dan modul apung menggunakan tangki yang di dalamnya diisi dengan styrofoam sebagai langkah antisipasi jika tangki mengalami kebocoran.


Tipe kedua, memanfaatkan platform bouyancy yang telah terintegrasi dengan dudukan modul PV. Tipe ini lebih mudah dalam proses pemasangan dan perawatan, serta tidak memerlukan proses fabrikasi kerangka. Namun, tipe kedua ini hanya mampu mengakomodasi kedalaman hingga 20 m, sedangkan tipe pertama dapat mencapai 60 m. Meskipun kedua tipe fondasi sistem PLTS terapung ini berbeda, keduanya memiliki bebeberapa manfaat yang sama, yaitu:


1.    Meminimalkan kebutuhan lahan;
2.    Meningkatkan efek pendinginan modul surya (panel surya) sehingga panel dapat meningkat efisiensinya jika dibandingkan terkena paparan panas secara langsung di lahan kering;
3.    Mengurangi laju evaporasi air genangan dan pertumbuhan alga liar;
4.    Tidak merusak fungsi lahan seperti perkebunan;
5.    Dengan tidak dilakukannya pembebasan lahan artinya turut menjaga ekosistem dan habitat mahluk hidup disana.
PLTS terapung ini telah banyak dikembangkan di banyak negara, seperti Jepang, China, Korea, Amerika Serikat, Italia, Spanyol, dan masih banyak lagi. Selain di luar negeri, di Indonesia pun mulai mengembangkan PLTS terapung yaitu di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta. Dilansir dari berbagai smumber, pengembangan PLTS ini merupakan hasil dari kerjasama antara PT PLN dengan Madras, perusahaan asal Uni Emirates Arab. PLTS terapung di Waduk Cirata ini diproyeksikan menjadi PLTS apung terbesar di dunia dengan kapasitas 200 megawatt (MW). Dengan kapasitas sebesar itu, dapat Anda bayangkan berapa ratus hektar lahan yang harus terdegradasi untuk membangun PLTS dengan hitungan menggunakan modul surya dengan harga listrik tenaga surya 5000 watt.

SANKELUX- Pengaplikasian sistem PLTS untuk rumah tangga memiliki dua skema, yaitu Solar Home System (SHS) dan solar PV rooftop (PLTS atap). Jika Anda memperhatikan, pada sistem solar PV rooftop menggunakan net metering sebagai tambahan komponen eksternal. Sedangkan dalam skema solar SHS atau sistem tenaga surya lainnya seperti PJUTS pun tidak terdapat  net metering  di dalam sistemnya. Lalu apa yang menjadikan komponen eksternal ini spesial? Apakah pemakaian harga listrik tenaga surya 5000 watt pada sistem PLTS atap dapat memasang net metering?  Untuk menjawab dan memahaminya secara mendalam baca tulisan ini hingga akhir.

Apa itu net metering?

Net metering adalah sistem layanan yang diberikan PLN untuk pelanggan PLN yang memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di properti mereka. Artinya, meskipun Anda memasang sistem PLTS untuk kebutuhan rumah tangga, Anda tetap harus menggunakan jaringan listrik konvensional (PLN).

Siapa yang mengeluarkan peraturan?

Peraturan mengenai net metering ini dikeluarkan oleh Direksi PT. PLN (Persero) Nomor 0733 K/DIR Tahun 2013 tentang Pemanfaatan Energi Listrik Dari Fotovoltaik (PV) Oleh Pelanggan PLN. Selain itu, keberadaan net metering juga mengacu pada SPLN D.5005-1:2015, yang disahkan pada tanggal 13 Mei 2016. Acuan ini mengenai persyaratan teknis interkoneksi sistem fotovoltaik (PV) pada jaringan distribusi tegangan rendah (JTR) dengan kapasitas hingga 30 kWp. Dengan adanya acuan ini, net metering hanya dapat diaplikasikan oleh pelanggan yang memenuhi syarat-syarat tertentu.

Mengapa diperlukan?

Hadirnya net metering memungkinkan rumah tangga untuk dapat berperan aktif dalam memproduksi listrik dalam skala kecil. Pelanggan PLN yang telah memiliki instalasi PLTS di property miliknya dapat mengekspor listrik berlebih yang dihasilkan PLT ke jaringan PLN. Selain itu, saat PLTS tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik pelanggan, net metering dapat mengimpor listrik dari jaringan PLN. Berkat koneksi net metering yang terintegrasi dengan PLN, memungkinkan sistem panel surya dapat mengakses listrik sepanjang malam walaupun produksi panel surya tidak aktif. Sehingga panel surya Anda menjadi solusi energi tanpa henti selama 24 jam.

Bagaimana net metering bekerja dan dapat memasok energi sepanjang malam?

·         Panel mengubah sinar matahari menjadi energi listrik

·         Inverter mengubah listrik yang diproduksi oleh sinar matahari dari arus searah (DC) ke arus bolak-balik (AC) untuk digunakan di rumah, sekolah atau kantor serta mengukur energi yang dihasilkan oleh sinar matahari

·         Energinya kemudian digunakan untuk menghidupi rumah, sekolah, atau kantor

·         Meteran akan menunjukan penggunaan energi yang tersedia serta yang berlebih

·         Kelebihan listrik yang tidak terpakai akan dikembalikan ke jaringan grid

Bagaimana  mekanisme untuk mendapatkan net metering?

·         Pelanggan yang ingin mengaplikasikan net metering, harus mendaftar terlebih dahulu denga mengisi formulir di kantor PLN wilayah terdekat.

·         Setelah aplikasi diterima, PLN akanmenginstall kWh meter EXIM (Export - Import) di rumah pelanggan.

·         Dalam sebulan, energi listrik PV yang diekspor ke PLN akan dihitung, dan akan digunakan sebagai kredit untuk mengurangi tagihan listrik konvensional di bulan berikutnya.

·         Energi listrik PV yang di ekspor kepada jaringan PLN tidak dapat dikonversikan menjadi uang. Tetapi, sebagai kompensasi kelebihan energi tersebut akan dikuantitasi dalam bentuk energi (kWh) sebagai pengurang tagihan listrik. Jika Anda ingin mengkuantitasi kelebihan energi dalam bentuk uang sesuai dengan harga jual listrik ke PLN maka gunakanlah sistem net billing.

Sebagai informasi tambahan, untuk mendapatkan dan mengurus net metering, setiap wilayah memiliki kebijakan berbeda-beda tergantung pada kestabilan sistem listrik PLN di wilayah tersebut. Dalam pencatatan biaya tagihan net metering pun akan berbeda dengan pencatatan tagihan listrik konvensional. Komponen ekspor (jual listrik ke PLN) perhitungannya akan di sesuaikan dengan daya listrik yang Anda gunakan, misalnya harga listrik tenaga surya 5000 watt untuk pemakaian rumah tangga.

Dengan adanya net metering ini telah meningkatkan keinginan masyarakat untuk memasang PLTS atap. Namun perlu diketahui dalam memasang sistem PLTS atap harus disesuaikan dengan beban kebutuhan energi rumah tangga. Hal ini ditujukan agar tidak mengenai rekening minimum PLN seperti harga listrik tenaga surya 5000 watt yang disebutkan sebelumnya. Dengan adanya net metering ini, pemasangan PLTS atap di Indoneisa tercatat telah mencapai 338 pelanggan pada tahun 2018.

On 15-Feb-2019

SANKELUX- Saat ini pengembangan PLTS di Indonesia telah memiliki basis yang cukup kuat dari aspek kebijakan. Namun, pada tahap implementasi, potensi yang ada belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Untuk membangun pembangkit tenaga surya atau PLTS tentunya membutuhkan dana yang sangat besar, untuk harga listrik tenaga surya 5000 watt saja sudah mengeluarkan biaya yang sangat besar.

Hal ini sepertinya sudah dapat disiasati dan tidak perlu menggunakan anggaran yang begitu besar. Bahkan tidak perlu menggunakan anggaran dari pemerintah, tetapi swadaya masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya energi terbarukan. Kesadaran ini disiasati dengan memanfaatkan teknologi solar rooftop.

Sistem Solar rooftop adalah sistem PV yang lebih kecil dibandingkan dengan sistem yang dipasang di tanah. Teknologi ini dapat dipasang di atap perumahan, bangunan komersial atau kompleks industri. Listrik yang dihasilkan dari sistem ini dapat seluruhnya dimasukan ke dalam jaringan yang diatur dengan Feed-inTarif (FiT) atau digunakan untu konsumsi sendiri dengan pengukuran net metering.

Solar rooftop memiliki banyak kelebihan dan manfaat. Mengutip dari artikel pada situs web Dirjen EBTKE Kementrian ESDM disebutkan bahwa teknologi solar rooftop merupakan solusi handal bagi penyediaan energi di geding-gedung perkantoran karena mayoritas gedung perkantoran menggunakan listrik pada siang hari. Keunggulan lainnya adalah solar rooftop lebih mudah dan murah diintegrasikan dengan sistem kelistrikan yang sudah ada, dapat memanfaatkan lahan yang ada (mengurangi biaya investasi lahan dan degradasi lahan), serta dapat turut mengurangi jaringan sistem yang ada.

Berikut rangkuman manfaat dan kelebihan solar rooftop, dikutip dari Handbook for Rooftop Solar Development in Asia:

 

Konstruksi

Situs Akses

Sistem Photovoltaic (PV) adalah komponen utama konsumsi energi tenaga surya, sehingga tidak memerlukan investasi tambahan untuk akses selama mengakses energi ini baik saat instalasi, pengoperasian dan pemeliharaan.

Modularitas

Mereka dirancang untuk ekspansi yang mudah jika permintaan daya yang dibutuhkan meningkat tiba-tiba.

Pengoperasian dan Pemeliharaan

Pasokan Energi Utama

Energi matahari tersedia secara bebas, dan sistem PV tidak memerlukan biaya untuk mengkonversi energi tersebut menjadi listrik.

Pemeliharaan

Sistem PV solar rooftop hanya membutuhkan sedikit perawatan.

Puncak Kebutuhan

Sistem ini untuk mengimbangi kebutuhan pembangkit listrik untuk memenuhi permintaan listrik yang tinggi pada siang hari.

Teknologi Canggih

Sistem PV saat ini didasarkan pada teknologi terbukti yang telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun.

Dampak

Investasi

Biaya sistem PV atap membantu mengimbangi bagian dari investasi yang diperlukan untuk pembangkit listrik baru, transmisi, dan pendistribusian dalam jaringan listrik.

Biaya

Penghematan bahan bakar dari sistem PV biasanya mengimbangi biaya awal yang relatif tinggi.

Lingkungan

Sistem PV tidak menghasilkan polusi atau limbah saat beroperasi. Dampak penggunaan teknologi ini sangat penting bagi manfaat lingkungan.

 

Meskipun sitem rooftop ini lebih murah, tetapi pengeluaran anggaran untuk pemasangan sistem ini dapat lebih ditekan jika dikerjaan secara kolektif. Misalnya oleh pengembang perumahaan, kawasan industry, hingga proyek CSR bagi pedesaan dalam skala yang cukup besar. Rasio perbandingan harga listrik tenaga surya 5000 watt pun akan cukup jauh berbeda.

Oleh karena itu, Sankelux menawarkan paket solar rooftop untuk kategori proyek. Untuk deskripsi dan spesifikasi produk serta informasi lebih lanjut lainnya, Anda bisa melihatnya di website kami.

On 21-Jan-2019

SANKELUX- Sebagai negara tropis yang berada di titik garis equador/Khatulistiwa, Indonesia memang mendapatkan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun. Akan tetapi, karena Indonesia sangatlah luas, tidak semua wilayah mendapatkan paparan sinar matahari yang sama. Bahkan di beberapa wilayah tertentu, justru dikenal dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

Oleh karena itu, pemasangan panel surya untuk atap rumah pun tidak bisa sembarangan. Bukan hanya menghitung harga panel surya untuk rumah tangga saja yang dibutuhkan lho. Memasang harga listrik tenaga surya 5000 watt tidak serta merta membuat panel surya dapat menyerap daya maksimal. Tetapi, diperlukan juga perhatian khusus untuk beberapa aspek terkait atap rumah. Untuk tips-tipsnya, Anda dapat menjawab empat pertanyaan ini.

1.       Dimana Lokasi Rumah Anda?

Posisi rumah Anda dari garis Khatulistiwa akan sangat mempengaruhi efektifitas penyerapan energi matahari. Kuncinya adalah, jika rumah Anda berada di atas garis Khatulistiwa, maka panel surya akan bekerja paling baik jika menghadap selatan. Dan jika rumah Anda berada di bawah garis Khatulistiwa, maka posisikan panel surya menghadap utara. Akan tetapi, jika arah yang tepat ternyata terhalang obyak yang tidak bisa dilhilangkan seperti rumah tetangga, Anda selanjutnya dapat membaca pertanyaan nomor empat.

2.       Kemana Arah Atap Rumah Anda?

Memang, sudah dijelaskan sebelumnya jika posisi ideal panel surya menghadap utara atau selatan. Tapi bagaimana jika posisi atap rumah Anda tidak memungkinkan? Bagaimana jika rumah Anda menghadap barat, timur, atau bahkan barat laut? Tenang, dengan cara yang tepat, sistem akan tetap berfungsi maksimal. Untuk menyiasatinya, Anda perlu untuk mengorbankan segala penghalang yang memungkinkan menganggu maksimalisasi kinerja solar panel. Misalnya adalah pohon besar, sebaiknya potong dahan-dahan besar yang dapat member bayangan.

3.       Apa Tipe Atap Rumah Anda?

Atap rumah terbuat dari berbagai macam material. Meskipun kebanyakan rumah di Indonesia menggunakan genteng keramik, tetapi harus dipastikan terlebih dahulu apa tipe atap rumah Anda. Hal ini karena tipe atap akan berpengaruh terhadap pilihan jenis tipe dan struktur penyangga panel surya Anda. Jika menggunakan jenis keramik, dudukan penyangga dapat dipasang diantara sambungan genteng. Berbeda dengan jenis genteng asbes atau aspal yang membutuhkan rangkaian penyangga yang disatukan dengan rangka atap rumah.

 4.       Berapa Derajat Kemiringan Atap Rumah Anda?

Di Indonesia, rumah rata-rata memiliki kemiringan atap 30-40°. Sedangkan panel surya dapat menangkap sinar matahari dengan maksimal  pada kemiringan atap 10°. Semakin miring atap, efisiensi panel surya akan berkurang. Jadi untuk memasimalkan daya serap panel surya, Anda dapat memasangnya dengan posisi yang lebih datar. Dapat disiasati dengan menggunakan penyangga yang lebih tinggi di bagian bawah dan diarahkan ke atas.

 Nah, jika keempat pertanyaan diatas sudah terjawab, maka langkah selanjutnya adalah menginstalasi harga listrik tenaga surya 5000 watt. Tapi tentu saja jangan lupa mengimplementasikan keempat hal diatas, supaya harga listrik tenaga surya 5000 watt Anda dapat menyerap dan memproduksi energi maksimum setiap harinya.

On 26-Des-2018

SANKELUX- Perkembangan panel surya di Indonesia semakin meningkat dengan adanya Peraturan Menteri ESDM No. 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Peraturan ini mengatur hal-hal mendasar untuk mendorong percepatan pembangunan energi surya, khususnya rooftop solar (panel surya) di Indonesia. Peraturan ini berisi ketentuan teknis  mengenai kapasitas pemasangan panel atap rumah atau gedung, skema transaksi kredit listrik dengan PLN, prosedur perizinan dan pemasangan, serta prosedur penggunaan rooftop bagi pelanggan industri.

Lalu bagaimana peraturan khusus pemasangan panel surya atap di Indonesia? Berikut fakta-fakta menarik mengenai peraturan panel surya atap yang telah dirangkum oleh penulis:

1.       Izin Pemasangan Panel Surya

Menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basir, secara teknis penyaluran panel surya atap tanpa izin dapat mengganggu penyaluran listrik konvensional oleh PLN. Sebab, PLN tidak mengetahui kapasitas dari aliran listrik itu sendiri sehingga ketika di ekspor secara berlebihan dapat menyebabkan terganggunya aliran listrik tersebut.

Peraturan ini mensyaratkan pelanggan untuk mengajukan izin terlebih dahulu pada kantor regional PLN. Hal ini akan memberikan kewenangan mutlak pada PLN sebelum pelanggan menginstalasi panel surya atap di Indonesia.

Konsumen kemudian tinggal mendaftarkan nomor identitas konsumen PLN dengan merubah mekanisme pembayaran dari prabayar menjadi pascabayar. Selain itu, konsumen perlu mencantumkan sistem daya yang terpasang dan spesifikasi alatnya yang kemudian nantinya akan diverifikasi dan diberikan persetujuan.

 

2.       Batas Kapasitas Pemasangan Panel Surya

Dalam Peraturan Menteri No. 49 Tahun 2018 tersebut, disebutkan bahwa tujuan penggunaan sistem PLTS atap adalah untuk menghemat tagihan listrik. Namun, masyarakat yang berniat menginstalasi sistem tersebut tidak boleh melebihi daya listrik yang saat ini dimiliki. Di pasal 5 disebutkan, bahwa kapasitas sistem panel surya atap dibatasi dan tidak  dapat memasang daya maksimal 90% dari daya listrik yang tersambung dan mengalir dari PLN. Misalnya, Anda menggunakan listrik dari PLN sebesar 6000 watt, jadi Anda dapat menginstalasi sistem dengan harga panel surya 5000 watt.

  

3.       Konsumen Sekaligus Produsen

Jika dahulu masyarakat menjadi konsumen karena hanya membeli listrik dari PLN, maka sekarang semuanya menjadi berbeda. Dengan adanya sistem listrik tenaga surya yang bersifat mandiri, konsumen dapat menjadi produsen listrik. Tidak hanya itu, bahkan dalam peraturan menteri yang dikeluarkan pada 16 November 2018 yang lalu, pemerintah telah mengeluarkan peraturan serta jaminan penjualan listrik kepada PLN. Ya, Anda dapat menjual listrik kepada PLN dari sistem panel surya yang terpasang dirumah Anda. Tetapi tarif listrik yang dijual ke PLN ini dibatasi.

Dalam pasal 6, disebutkan bahwa pengguna panel surya atap dapat menjual kelebihan listriknya berdasarkan kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh ekspor-impor dikalikan 65%. Penghitungan energy listrik Anda akan dilakukan setiap bulan berdasarkan selisih nilai kWh impor dan nilai kWh ekspor. Artinya, masyarakat tidak akan mendapatkan harga jual listrik yang setara dengan harga jual PLN ke masyarakat. Misalnya, saat ini PLN menjual listrik ke masyarakat Rp. 1.352 per kWh. Maka tarif listrik yang dijual ke PLN hanya dibayar 65% dari harga per kWh.

 

Oleh karena itu, untuk memudahkan Anda dari peraturan ini khususnya untuk poin pertama, sebaiknya pemasangan panel surya atap dilakukan oleh badan usaha dengan sertifikat tertentu. Sehingga pengajuan persyaratan teknis akan lebih cepat di verifikasi dan diberikan izin. Sankelux merupakan badan usaha yang setiap produksinya telah mendapatkan sertifikasi dari badan sertifikasi nasional dan internasional terpercaya. Serta telah mengantongi sertifikat mutu ISO.

On 17-Des-2018

SANKELUX- Baterai adalah komponen penting dalam sistem elektrik. Baterai sendiri merupakan sebuah alat yang terdiri dari 2 atau lebih sel elektrokimia yang mengubah energi kimia yang di simpan di dalam baterai menjadi energi listrik. Inilah yang menjadikan baterai sangat penting dalam sistem solar panel. Baterai akan menyimpan energi dari matahari melalui solar panel sebagai cadangan untuk malam hari atau cuaca berawan.

Baterai yang dapat diisi ulang disebut sebagai baterai sekunder. Pada dasarnya, baterai jenis sekunder ini sangat banyak macamnya. Namun, tidak semuanya dapat diaplikasikan pada sistem panel surya. Yang dapat diaplikasikan adalah jenis Lead-Acid dan dan Li-Ion.

Dari kedua jenis tersebut, orang biasanya menginginkan baterai berkualitas bagus dengan harga yang relatif terjangkau. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dijelaskan jenis baterai Li-Ion, yaitu Lithium tipe LiFePO4. Baterai ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan watt. Mulai dari 1000 watt hingga digunakan untuk harga panel surya 5000 watt pun baterai ini memiliki performa yang baik.

Lithium (LiFePO4)

LiFePO4 salah satu jenis baterai sekunder yang termasuk dalam kategori Li-Ion. Sesuai namanya jenis baterai ini menggunakan senyawa Lithium interkalasi sebagai bahan elektrodanya. Baterai dengan bahan ini memiliki daya tahan cukup tinggi dan memiliki tingkat penurunan daya cukup rendah saat tidak digunakan.

LiFePO4 Sankelux merupakan produk lokal karya anak bangsa yang dirakit dengan material berkualitas dan berteknologi tinggi. Setiap produk baterai Lithium ini telah melewati tahap pengujian dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Kualitas produk Sankelux telah terjamin oleh badan sertifikasi nasional dan internasional.

Baterai fosfat besi Lithium dalam produk ini dikenal juga dengan sebutan baterai Li-fosfat. Baterai ini adalah salah satu tipe baterai yang sesuai untuk sistem panel surya. Baterai ini bersifat rendah resistansi yang dapat meningkatkan keamanan dan stabilitas termal. Berikut beberapa keunggulan baterai LiFePO4:

Safety

Baterai ini dikenal karena profil keamanannya yang kuat. Ketika dalam keadaan berbahaya, seperti hubungan arus pendek, pengisian daya yang berlebihan, baterai ini tidak akan terbakar atau meledak. Karena baterai ini menggunakan material dan hasil kimia yang stabil, yaitu kimia Lithium Phosphate dapat mengurangi resiko yang berbahaya secara signifikan.

Performance

Baterai LiFePO4 memiliki rentang waktu hidup yang jauh lebih panjang jika dibandingkan dengan jenis baterai Lead-Acid. Baterai ini dapat bekerja dengan performa sangat baik untuk jangka waktu 5-7 tahun. Dengan Menggunakan LiFePO4, dapat membantu Anda meminimalkan biaya penggantian dan mengurangi total biaya kepemilikan.

Climate Resistance

LiFePO4 dapat bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan ekstrim. Di Cuaca dingin hingga suhu -20°C, baterai ini akan tetap menyimpan daya hingga 80%. Dan dalam udara panas, baterai ini dapat bertahan hingga suhu 60°C.

Light Weight

Dibandingkan dengan tipe Lead-Acid, baterai ini empat kali lebih ringan. Sebagai contoh, jika baterai Lead-Acid 150Ah berbobot sekitar 50kg, di sisi lain tipe LiFePO4 hanya berbobot 15kg. Untuk pengaplikasian sistem solar panel, keunggulan ini merupakan manfaat yang sangat besar karena tidak hanya menurunkan biaya instalasi tetapi juga mempercepat pelaksanaan proyek.

Fast Charging

Manfaat lain dari LiFePO4 adalah, meskipun memiliki ukuran yang relatif kecil, mampu diisi daya hingga penuh 100% dalam waktu yang singkat, namun tetap menyimpan energi listrik yang besar dan tahan lama.

LiFePO4 memang bukan jenis terbaru, namun baterai ini terus dikembangkan dan ditingkatkan kuaitasnya. Sehingga dewasa ini dapat diaplikasikan untuk sistem tenaga surya dengan harga panel surya 5000 watt sekalipun. Selain itu juga, dapat digunakan untuk kebutuhan instalasi listrik lainnya, seperti PJU, peralatan medis, hingga telekomunikasi.

Untuk harga, Anda tidak perlu khawatir karena Sankelux memiliki berbagai promo termasuk promo akhir tahun. Silahkan kunjungi https://www.sankelux.co.id/search?diskonend=100 untuk melihat berbagai jenis baterai dengan potongan harga hingga 31% termasuk Lithium LiFePO4.

On 23-Nov-2018

SANKELUX- Teknologi yang berkembang sangat cepat, setiap tahunnya. Dengan segala terobosan baru, banyak sekali berbagai kosa kata baru di bidang teknologi yang terkadang dapat membingungkan. Itulah sebabnya, penulis berkeinginan untuk menjelaskan mengenai salah satu komponen terpenting dari komponen energi tenaga surya yang disebut sebagai inverter.

Apa Itu Solar Inverter?

Jika solar panel merupakan jantung dalam sebuah  sistem, maka inverter adalah otak dari keseluruhan sistem tersebut. Pekerjaan utama sebuah inverter adalah mengubah daya arus langsung yang dihasilkan oleh array solar panel menjadi daya arus bolak-balik yang diubah menjadi tenaga listrik yang kemudian dapat digunakan. Selain itu, peran inverter dewasa  ini telah semakin maju, inverter memungkinkan kita untuk melihat bagaimana kinerja sistem energi tenaga surya. Inverter ini digunakan untuk solar panel berbagai macam daya, mulai dari 100 watt hingga harga panel surya 5000 watt.

Memilih Inverter Yang Tepat

Tidak semua inverter dibuat untuk kegunaan yang sama. Beberapa diantaranya, ada yang jauh lebih efisien daripada jenis inverter yang lain. Hal ini dapat mempengaruhi seluruh output sistem tenaga surya Anda dan berpotensi lebih hemat. Ada tiga jenis inverter panel surya yang cocok untuk rumah tangga:

1.       1. Inverter Tradisional, atau disebut off grid inverter

Bekerja dengan menggunakan sumber listrik backup battery yang dihasilkan dari sistem solar panel dan menggantikan saat jaringan listrik dari penyedia utama padam. Inventer ini bekerja layaknya UPS hanya saja ada tambahan solar charge dari tenaga matahari.

2.      2. On Grid Inverter

Inverter ini bekerja secara langsung dari sistem solar panel tanpa melalui sumber backup, dan juga dapat digunakan secara bersamaan dengan penyedia jaringan listrik utama, sehingga dapat mengurangi beban tagihan listrik. Sistem inverter ini dapat bekerja secara sinkron dan otomatis berbagi beban dengan PLN sebagai backup.

3.       3. Backup Solar Inverter

Inverter ini memiliki kemampuan untuk melakukan charge dan discharge baterai dalam sebuah komponen yang sama. Secara fungsi, inverter ini tidak berbeda dengan kedua inverter sebelumnya namun untuk pemasangannya sama dengan jenis inverter kedua. Yaitu dipasang dibalik solar panel. Jenis inverter ini sering disebut dengan smart inverter atau hybrid inverter. Inverter ini cocok digunakan untuk berbagai  kondisi wilayah, mulai dari pedesaaan hingga perkotaan.

Ketiga jenis inverter ini dapat di pasangkan dengan solar panel berbagai macam daya. Bahkan untuk harga panel surya 5000 watt, ketiga inverter diatas akan sangat bagus. Tergantung pada keefisienan yang diharapkan. 

On 13-Nov-2018

SANKELUX - Pembangkit listrik tenaga surya dewasa ini memang telah menjadi primadona oleh sebagian masyarakat Indonesia. Di tengah arus informasi yang terbuka, masyarakat sudah banyak yang menyadari akan pentingnya penggunaan sumber energi alternatif. Sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan energi yang terbarukan serta untuk menekan pengeluaran beban listrik.

Nah, jika Anda termasuk salah seorang yang tertarik untuk memasang pembangkit listrik tenaga surya, alangkah lebih baik jika Anda memahami perangkat dan komponen harganya.  Pemasangan pembangkit listrik ini diperlukan perencanaan yang baik seperti daya yang dibutuhkan, besar arus, dan unit baterai, oleh karena itu Anda harus bisa menentukan rencana pemakaian Anda dan menghitungnya sendiri. Misalnya menghitung harga listrik tenaga surya 5000 watt .

Komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya

1.      Panel Surya/ Solar Cell

Panel surya ini berfungsi untuk mengkonversi tenaga matahari menjadi listrik. Kebutuhan panel surya untuk tiap pemasangan akan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan daya (watt) yang diinginkan.

2.      Charge Control

Fungsi dari komponen ini adalah untuk menjaga agar baterai tidak kelebihan tegangan (under charger) dengan begitu maka akan memperawet umur baterai.

3.      Battery

Seperti baterai pada umumnya, baterai dalam pemasangan pembangkit listrik juga berfungsi sebagai penyimpan daya. Untuk baterai yang digunakan sebaiknya menggunakan baterai gel atau baterai kering. Meskipun berharga lebih mahal, baterai ini paling sering direkomendasikan dan disebut-sebut sebagai baterai terbaik untuk listrik tenaga surya.

4.      Inverter/Converter

Komponen yang terakhir berfungsi untuk mengkonversikan tegangan searah menjadi tegangan bolak balik (AC). Oleh karena itu komponen ini bersifat optional. Tidak diperlukan untuk beban yang hanya membutuhkan tegangan searah (DC).,

Setelah Anda mengenal dan memahami apa saja fungsi dari komponen-komponen yang akan dipasang. Maka Anda dapat merencanakan jumlah daya yang dibutuhkan untuk pemakaian sehari-hari. Penentuan daya akan berpengaruh terhadap jumlah panel surya dan baterai yang diperlukan sesuai kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan untuk penggunaan di malam hari.

Bagaimana, setelah Anda mengetahui komponen-komponen di atas, apakah Anda dapat menghitung berapa jumlah tiap komponen yang dibutuhkan dan harga panel surya 5000 watt? 

1
2
3