On 9-Apr-2019
SANKELUX – Indonesia dikaruniai sinar matahari yang berlimpah sepanjang tahun, yaitu lebih dari 6 jam sehari atau 2400 jam dengan rata-rata intensitas sekitar 4,8 kWh/m²/hari setiap tahunnya. Tidak heran jika negara kita digadang-gadang akan berhasil mencapai pemanfatan energi baru dan terbarukan (EBT) di masa depan khususnya di pemanfaatan tenaga surya. Dimana energi surya yang dihasilkan berasal dari radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi. Sinar matahari dari radiasi tersebut kemudian diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya dengan kapasitas yang beragam. Sebagai contoh, penggunaan harga listrik tenaga surya 5000 watt yang banyak digunakan untuk gedung dan bangunan lainnya.
Jika kamu bertanya-tanya apa itu radiasi, radiasi singkatnya adalah pemindahan energi/kalor dari permukaan matahari ke suatu tempat di permukaan bumi yang dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik.
Radiasi matahari ini sangat penting bagi pengaplikasian sitem PLTS. Hal ini dikarenakan faktor utama yang menentukan besar kapasitas panel surya adalah lamanya penyinaran matahari yang optimal untuk mengisi baterai agar dapat mensuplai energi sesuai dengan kebutuhan beban. Lamanya penyinaran sering diistilahkan sebagai waktu equivalent matahari (Equivalent Sun Hours atau Peak Sun Hours). Penentuan waktu equivalent matahari ditentukan dari besarnya radiasi rata-rata per meter persegi (m²) luas panel per hari. Karena equivalent rata-rata Indonesia besarnya dalah 4,8 kWh/hari, sehingga jam equivalent matahari adalah 4,8 jam.
Artinya, saat memilih kapasitas panel surya harga listrik tenaga surya 5000 Watt per panel belum tentu sesuai dengan intensitas radiasi di setiap kota. Pertimbangan memilih panel surya dengan memperhatikan radiasi rata-rata di kota Anda akan memaksimalkan efisiensi output panel surya. Nah, dibawah ini terdapat radiasi sinar matahari rata-rata di 23 kota di Indonesia
SANKELUX- Pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagian besar untuk ketenagalistrikan. Target ini bermula dari berkurangnya energi fosil terutama minyak dan gas bumi, sedangkan kebutuhan terhadap energi adalah sebuah keniscayaan yang tiada henti. Stigma tidak akan ada kemajuan tanpa energi, telah menjadikan EBT sebagai prioritas utama untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional di masa mendatang. Potensi EBT di Indonesia saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, termasuk potensi tenaga surya.
Oleh karena itu, dengan adanya peraturan pemerintah (Permen) No. 49 Tahun 2018 mengenai aturan penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga surya atap atau solar rooftop. Hal ini dianggap sebagai langkah awal menuju kemajuan dalam mencapai target energi terbarukan di Indonesia.
Berikut intisari target Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan target yang berkaitan dengan pemanfaatan solar rooftop sebagai pembangkit listrik:
|
TAHUN |
Total Kapasitas Terpasang |
Kapasitas Pembangikt EBT |
|
2015 |
55 GW |
8.7 GW (15.7%) |
|
2025 |
135 GW |
Panas Bumi : 7.2 GW Air : 2.1 GW Bioenergi : 5.5 GW Surya : 6.4 GW Angin : 1.8 GW Laut : 3.1 GW
|
|
Total : 45 GW (33%) |
Institute for Essential Service Reform (IESR) mengapreasi langkah pemerintah dalam membuat peraturan dan target EBT tersebut. Dengan adanya kepastian hukum, solar rooftop akan sangat cocok dikembangkan di daerah-daerah dimana biaya produksi PLN relatif tinggi. Contohnya di wilayah timur Indonesia dan juga di wilayah dimana peak load nya relatif besar seperti Sumatera Utara.
Selain itu, Permen ini juga mewajibkan pemasangan solar rooftop oleh badan usaha dengan sertifikat tertentu. Menurut data dari IESR tahun 2017, terdapat sejumlah kantor PLN yang sudah memasang solar rooftop sebagai proyek percontohan dan media pembelajaran. Selain unit PLN juga ada beberapa pelanggan di Bali yang sudah memasang sistem ini dan diintegrasikan dengan net metering yang diberlakukan oleh PLN.
Net mettering ini merupakan program pengukuran bersih untuk memaksimalkan potensi solar rooftop guna mencapai EBT. Net metering ini sudah dilakukan di beberapa instalasi yang memasang small-scale solar rooftop dengan kapasitas dibawah 1 MW dan juga untuk pemakaian rumah tangga dengan kisaran harga listrik tenaga surya 5000 watt.
Penggunaan net metering ini ditujukan supaya pelanggan dapat mengalokasikan listrik yang dihasilkannya ke jaringan PLN. Sehingga akan menarik lapisan masyarakat mulai dari penggunaan rumah tagga hingga industrI untuk berinvestasi menggunakan sistem ini. Dengan semakin maraknya pengguna yang berinvestasi pada sistem solar rooftop, tentu menjadi potensI besar untuk mencapat total target 2025.
Berikut ilustrasi net metering yang dilakukan PLN:
|
Transaksi |
kWh |
|
PLN kirim energi ke instalasi pelanggan |
1000 kWh |
|
PV Rooftop pelanggan kirim energi ke PLN |
800 kWh |
|
Misal tariff: Rp 1000/kWh |
Rp 1.000.000 |
|
Pendapatan PLN |
Rp 800.000 |
|
Pendapatan Transaksi Pelanggan |
|
|
Misal Rekening Minimum (RM) = Rp 400.000 |
|
|
Maka: |
|
|
Net metering transaksi |
Rp 200.000 |
|
Dari transaksi Rupiah yang harus dibayar pelanggan: |
Rp 200.000 |
|
Namun karena ada aturan RM maka pelanggan bayar: |
Rp 400.000 |
|
Selsisih: |
Rp 200.000 |
|
Selisish ini diperhitungkan menjadi hutang PLN kepada pelanggan dan diperhitungkan pada bulan-bulan berikutnya |
|
|
Belum ada aturan batas waktu perhitungan dari selisish yang ada |
|
On 26-Mar-2019
SANKELUX-Seiring perkembangan teknologi yang semakin gencar dan munculnya industri-industri raksasa telah membuat kebutuhan energi dunia sangat meningkat tajam. Termasuk permintaan energi di Indonesia, khsusunya kebutuhan akan energi listrik yang terus meningkat setiap tahunnya baik untuk sektor rumah tangga (mikro) dan industri (makro). Menurut data yang diambil dari “Outlook Energi Indonesia†tahun 2016, pertumbuhan kebutuhan energi sektor komersial diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2050 dengan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 7% per tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang sangat tinggi, pemanfaatan energi baru dan terbarukan terus digiatkan oleh pemerintah untuk mencapai target yang telah. Salah satunya adalah pemanfaatan energi surya, dimana hampir seluruh daerah di Indonesia berpotensi untuk dikembangan sistem PLTS. Baik untuk kebutuhan rumah tangga dan industri, dapat menggunakan harga listrik tenaga surya 5000 watt untuk modul surya.
Kendala Perencanaan Lahan untuk PLTS
Energi terbarukan dianggap sebagai sumber energi bersih yang tidak memiliki emisi gas rumah kaca. Namun, pada kenyataannya energi terbarukan juga memiliki dampak buruk bagi lingkungan, baik emisi yang dihasilkan ke udara, penggunaan lahan, penggunaan air, dampak pada mahkluk hidup dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam pembangunan PLTS pun perlu untuk dirancang dengan menggunakan AMDAL (Analsis Dampak Lingkungan) untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.
Pengggunaan lahan untuk pembangkit listrik tenaga surya sangat besar dan dapat meningkatkan degradasi lahan yang sangat besar. Rata-rata luas lahan yang dibutuhkan untuk per 1 megawatt (MW) mencapai 1-4 hektar, tergantung pada teknologi yang digunakan. Hal ini dapat berdampak pada hilangnya habitat dan berkurangnya lahan produktif, karena penggunaan lahan untuk PLTS tidak dapat dibagi dengan penggunaan perkebunan atau pertanian.
Dalam penentuan lahan yang diperlukan untuk membangun PLTS, akan ditentukan terlebih dahulu spesifikasi panel surya yang akan digunakan. Pada “tulisan ini†telah dibahas bahwa panel surya polikristalin lebih cocok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga karena harganya yang lebih rendah. Namun, untuk penggunaan secara makro panel surya jenis monokristalin akan lebih sesuai karena efisiensinya yang tinggi. Efisiensi ini akan berpengaruh dalam menurunkan luas area lahan.
Upaya menurunkan luas area lahan dalam pembangunan PLTS sangatlah penting. Tidak hanya untuk meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan, tetapi juga menekan biaya pengadaan lahan yang menjadi salah satu faktor penting dalam mempengaruhi harga investasi sebuah pembangkit listrik. Oleh karena itu, melihat dampak dan kendala tersebut, terdapat sebuah sistem PLTS yang dirancang tidak berada di atas permukaan tanah.
PLTS Terapung (Floating Photovoltaic System)
Secara struktur sistem PLTS terapung (Floating Photovoltaic System) sama dengan PLTS biasanya (Ground Photovoltaic System), semua komponen yang digunakan adalah sama kecuali fondasi yang digunakan sebagai penyangga (lihat gambar diatas). PLTS terapung tidak menggunkan fondasi tetap dan kaku, tetapi menggunakan struktur buoyancy dan sistem mooring. Skema FPS dibagi menjadi dua jenis, yaitu tipe struktural dan tipe all in on buoyancy. Perbedaan keduanya terlihat pada struktur apung yang digunakan. Tipe pertama, memanfaatkan kerangka logam tahan karat sebagai dudukan modul PV dan modul apung menggunakan tangki yang di dalamnya diisi dengan styrofoam sebagai langkah antisipasi jika tangki mengalami kebocoran.
Tipe kedua, memanfaatkan platform bouyancy yang telah terintegrasi dengan dudukan modul PV. Tipe ini lebih mudah dalam proses pemasangan dan perawatan, serta tidak memerlukan proses fabrikasi kerangka. Namun, tipe kedua ini hanya mampu mengakomodasi kedalaman hingga 20 m, sedangkan tipe pertama dapat mencapai 60 m. Meskipun kedua tipe fondasi sistem PLTS terapung ini berbeda, keduanya memiliki bebeberapa manfaat yang sama, yaitu:
1. Meminimalkan kebutuhan lahan;
2. Meningkatkan efek pendinginan modul surya (panel surya) sehingga panel dapat meningkat efisiensinya jika dibandingkan terkena paparan panas secara langsung di lahan kering;
3. Mengurangi laju evaporasi air genangan dan pertumbuhan alga liar;
4. Tidak merusak fungsi lahan seperti perkebunan;
5. Dengan tidak dilakukannya pembebasan lahan artinya turut menjaga ekosistem dan habitat mahluk hidup disana.
PLTS terapung ini telah banyak dikembangkan di banyak negara, seperti Jepang, China, Korea, Amerika Serikat, Italia, Spanyol, dan masih banyak lagi. Selain di luar negeri, di Indonesia pun mulai mengembangkan PLTS terapung yaitu di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta. Dilansir dari berbagai smumber, pengembangan PLTS ini merupakan hasil dari kerjasama antara PT PLN dengan Madras, perusahaan asal Uni Emirates Arab. PLTS terapung di Waduk Cirata ini diproyeksikan menjadi PLTS apung terbesar di dunia dengan kapasitas 200 megawatt (MW). Dengan kapasitas sebesar itu, dapat Anda bayangkan berapa ratus hektar lahan yang harus terdegradasi untuk membangun PLTS dengan hitungan menggunakan modul surya dengan harga listrik tenaga surya 5000 watt.
SANKELUX- Pengaplikasian sistem PLTS untuk rumah tangga memiliki dua skema, yaitu Solar Home System (SHS) dan solar PV rooftop (PLTS atap). Jika Anda memperhatikan, pada sistem solar PV rooftop menggunakan net metering sebagai tambahan komponen eksternal. Sedangkan dalam skema solar SHS atau sistem tenaga surya lainnya seperti PJUTS pun tidak terdapat net metering di dalam sistemnya. Lalu apa yang menjadikan komponen eksternal ini spesial? Apakah pemakaian harga listrik tenaga surya 5000 watt pada sistem PLTS atap dapat memasang net metering? Untuk menjawab dan memahaminya secara mendalam baca tulisan ini hingga akhir.
Apa itu net metering?
Net metering adalah sistem layanan yang diberikan PLN untuk pelanggan PLN yang memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di properti mereka. Artinya, meskipun Anda memasang sistem PLTS untuk kebutuhan rumah tangga, Anda tetap harus menggunakan jaringan listrik konvensional (PLN).
Siapa yang mengeluarkan peraturan?
Peraturan mengenai net metering ini dikeluarkan oleh Direksi PT. PLN (Persero) Nomor 0733 K/DIR Tahun 2013 tentang Pemanfaatan Energi Listrik Dari Fotovoltaik (PV) Oleh Pelanggan PLN. Selain itu, keberadaan net metering juga mengacu pada SPLN D.5005-1:2015, yang disahkan pada tanggal 13 Mei 2016. Acuan ini mengenai persyaratan teknis interkoneksi sistem fotovoltaik (PV) pada jaringan distribusi tegangan rendah (JTR) dengan kapasitas hingga 30 kWp. Dengan adanya acuan ini, net metering hanya dapat diaplikasikan oleh pelanggan yang memenuhi syarat-syarat tertentu.
Mengapa diperlukan?
Hadirnya net metering memungkinkan rumah tangga untuk dapat berperan aktif dalam memproduksi listrik dalam skala kecil. Pelanggan PLN yang telah memiliki instalasi PLTS di property miliknya dapat mengekspor listrik berlebih yang dihasilkan PLT ke jaringan PLN. Selain itu, saat PLTS tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik pelanggan, net metering dapat mengimpor listrik dari jaringan PLN. Berkat koneksi net metering yang terintegrasi dengan PLN, memungkinkan sistem panel surya dapat mengakses listrik sepanjang malam walaupun produksi panel surya tidak aktif. Sehingga panel surya Anda menjadi solusi energi tanpa henti selama 24 jam.
Bagaimana net metering bekerja dan dapat memasok energi sepanjang malam?
· Panel mengubah sinar matahari menjadi energi listrik
· Inverter mengubah listrik yang diproduksi oleh sinar matahari dari arus searah (DC) ke arus bolak-balik (AC) untuk digunakan di rumah, sekolah atau kantor serta mengukur energi yang dihasilkan oleh sinar matahari
· Energinya kemudian digunakan untuk menghidupi rumah, sekolah, atau kantor
· Meteran akan menunjukan penggunaan energi yang tersedia serta yang berlebih
· Kelebihan listrik yang tidak terpakai akan dikembalikan ke jaringan grid
Bagaimana mekanisme untuk mendapatkan net metering?
· Pelanggan yang ingin mengaplikasikan net metering, harus mendaftar terlebih dahulu denga mengisi formulir di kantor PLN wilayah terdekat.
· Setelah aplikasi diterima, PLN akanmenginstall kWh meter EXIM (Export - Import) di rumah pelanggan.
· Dalam sebulan, energi listrik PV yang diekspor ke PLN akan dihitung, dan akan digunakan sebagai kredit untuk mengurangi tagihan listrik konvensional di bulan berikutnya.
· Energi listrik PV yang di ekspor kepada jaringan PLN tidak dapat dikonversikan menjadi uang. Tetapi, sebagai kompensasi kelebihan energi tersebut akan dikuantitasi dalam bentuk energi (kWh) sebagai pengurang tagihan listrik. Jika Anda ingin mengkuantitasi kelebihan energi dalam bentuk uang sesuai dengan harga jual listrik ke PLN maka gunakanlah sistem net billing.
Sebagai informasi tambahan, untuk mendapatkan dan mengurus net metering, setiap wilayah memiliki kebijakan berbeda-beda tergantung pada kestabilan sistem listrik PLN di wilayah tersebut. Dalam pencatatan biaya tagihan net metering pun akan berbeda dengan pencatatan tagihan listrik konvensional. Komponen ekspor (jual listrik ke PLN) perhitungannya akan di sesuaikan dengan daya listrik yang Anda gunakan, misalnya harga listrik tenaga surya 5000 watt untuk pemakaian rumah tangga.
Dengan adanya net metering ini telah meningkatkan keinginan masyarakat untuk memasang PLTS atap. Namun perlu diketahui dalam memasang sistem PLTS atap harus disesuaikan dengan beban kebutuhan energi rumah tangga. Hal ini ditujukan agar tidak mengenai rekening minimum PLN seperti harga listrik tenaga surya 5000 watt yang disebutkan sebelumnya. Dengan adanya net metering ini, pemasangan PLTS atap di Indoneisa tercatat telah mencapai 338 pelanggan pada tahun 2018.
On 15-Feb-2019
SANKELUX- Saat ini pengembangan PLTS di Indonesia telah memiliki
basis yang cukup kuat dari aspek kebijakan. Namun, pada tahap implementasi,
potensi yang ada belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Untuk membangun
pembangkit tenaga surya atau PLTS tentunya membutuhkan dana yang sangat besar,
untuk harga listrik tenaga surya 5000 watt saja sudah mengeluarkan biaya yang
sangat besar.
Hal ini sepertinya sudah dapat
disiasati dan tidak perlu menggunakan anggaran yang begitu besar. Bahkan tidak
perlu menggunakan anggaran dari pemerintah, tetapi swadaya masyarakat yang
mulai sadar akan pentingnya energi terbarukan. Kesadaran ini disiasati dengan
memanfaatkan teknologi solar rooftop.
Sistem Solar rooftop adalah
sistem PV yang lebih kecil dibandingkan dengan sistem yang dipasang di tanah. Teknologi ini
dapat dipasang di atap perumahan, bangunan komersial atau kompleks industri.
Listrik yang dihasilkan dari sistem ini dapat seluruhnya dimasukan ke dalam
jaringan yang diatur dengan Feed-inTarif
(FiT) atau digunakan untu konsumsi sendiri dengan pengukuran net metering.
Solar rooftop memiliki banyak kelebihan dan manfaat. Mengutip dari
artikel pada situs web Dirjen EBTKE Kementrian ESDM disebutkan bahwa teknologi solar rooftop merupakan solusi handal
bagi penyediaan energi di geding-gedung perkantoran karena mayoritas gedung
perkantoran menggunakan listrik pada siang hari. Keunggulan lainnya adalah solar rooftop lebih mudah dan murah
diintegrasikan dengan sistem kelistrikan yang sudah ada, dapat memanfaatkan
lahan yang ada (mengurangi biaya investasi lahan dan degradasi lahan), serta
dapat turut mengurangi jaringan sistem yang ada.
Berikut rangkuman manfaat dan
kelebihan solar rooftop, dikutip dari
Handbook for Rooftop Solar Development in
Asia:
|
Konstruksi | |
|
Situs Akses |
Sistem Photovoltaic (PV) adalah komponen utama
konsumsi energi tenaga surya, sehingga tidak memerlukan investasi tambahan
untuk akses selama mengakses energi ini baik saat instalasi, pengoperasian
dan pemeliharaan. |
|
Modularitas |
Mereka dirancang untuk ekspansi yang mudah jika
permintaan daya yang dibutuhkan meningkat tiba-tiba. |
|
Pengoperasian dan Pemeliharaan | |
|
Pasokan Energi Utama |
Energi matahari tersedia secara bebas, dan sistem
PV tidak memerlukan biaya untuk mengkonversi energi tersebut menjadi listrik. |
|
Pemeliharaan |
Sistem PV solar
rooftop hanya membutuhkan sedikit perawatan. |
|
Puncak Kebutuhan |
Sistem ini untuk mengimbangi kebutuhan pembangkit
listrik untuk memenuhi permintaan listrik yang tinggi pada siang hari. |
|
Teknologi Canggih |
Sistem PV saat ini didasarkan pada teknologi
terbukti yang telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun. |
|
Dampak | |
|
Investasi |
Biaya sistem PV atap membantu mengimbangi bagian
dari investasi yang diperlukan untuk pembangkit listrik baru, transmisi, dan
pendistribusian dalam jaringan listrik. |
|
Biaya |
Penghematan bahan bakar dari sistem PV biasanya
mengimbangi biaya awal yang relatif tinggi. |
|
Lingkungan |
Sistem PV tidak menghasilkan polusi atau limbah
saat beroperasi. Dampak penggunaan teknologi ini sangat penting bagi manfaat lingkungan. |
Meskipun sitem rooftop ini lebih
murah, tetapi pengeluaran anggaran untuk pemasangan sistem ini dapat lebih
ditekan jika dikerjaan secara kolektif. Misalnya oleh pengembang perumahaan,
kawasan industry, hingga proyek CSR bagi pedesaan dalam skala yang cukup besar.
Rasio perbandingan harga listrik tenaga surya 5000 watt pun akan cukup jauh
berbeda.
Oleh karena itu, Sankelux menawarkan paket solar rooftop untuk kategori proyek.
Untuk deskripsi dan spesifikasi produk serta informasi lebih lanjut lainnya,
Anda bisa melihatnya di website kami.
On 24-Jan-2019
SANKELUX- Inverter
merupakan suatu rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pengubah tegangan arus
searah menjadi tegangan arus bolak-balik dengan frekuensi tertentu. Tegangan
arus searah atau DC (Direct Current)
berasal dari panel surya, baterai yang kemudian inverter akan menyuplai
beban-beban yang membutuhkan tegangan AC (Alternating
Current) dengan menyalurkan energi listrik ke dalam sistem kelistrikan.
Lalu inverter
apa yang cocok jika ingin menginstalasi harga listrik tenaga surya 1000 watt? Inverter
terdiri dari berbagai macam jenis. Jika sebelumnya telah dibahas jenis inverter
secara umum sesuai
penggunaan https://www.sankelux.co.id/blog/Memilih-Inverter-Solar-Panel-Yang-Tepat-Untuk-Rumah-Tangga, maka
dalam tulisan ini akan menjelaskan secara lebih spesifik. Yaitu inverter yang
dikelompokan berdasarkan gelombangnya.
1.
Square Wave
Inverter
jenis ini adalah yang paling pertama dikembangkan. Oleh karena itu inverter ini
pun sangat paling sederhana. Walaupun inverter jenis ini dapat menghasilkan
tegangan 220V AC, namun kualitasnya sangat buruk. Sehingga hanya dapat
digunakan pada beberapa alat listrik saja. Hal ini disebabkan karena
karakteristik output inverter ini memiliki level total harmonic distortion yang tinggi.
2.
Modified Sine Wave
Model ini
disebut juga Modified Square Wave
atau Quasy Sine Wave karena gelombangnya
hampir sama dengan square wave, namun
outputnya menyentuh titik 0 untuk beberapa saat sebelum pindah dari positif ke
negatif. Selain itu, model ini memiliki harmonic
distortion yang lebih sedikit. Sehingga dapat digunakan juga untuk
kebutuhan lainnya seperti TV dan komputer, namun tidak bisa digunakan untuk
beban-beban yang lebih sensitif.
3. Pure Sine Wave
Gerlombang
inverter model ini hampir menyerupai gelombang sinusoidal sempurna. Dengan total harmonic distortion kurang dari 3%,
sehingga cocok untuk semua alat elektronik. Oleh sebab itu, inverter ini juga
disebut clean power supply. Teknologi
ini dapat mengubah tegangan DC menjadi AC dengan bentuk gelombang yang hampir
sama dengan gelombang sinusoidal.
Jadi untuk penginstalasian harga Listrik tenaga
surya 1000 Watt idealnya adalah output gelombang yang mengeluarkan tegangan
sinusoidal. Namun, kenyataannya tidak semua inveter dapat demikian. Tegangan
keluaran yang dihasilkan inverter tidak sinus murni atau sinus terdistorsi
sehingga menimbulkan harmonisa pada keluaran inverter. Harmonisa yang besar
akan menyebabkan kinerja komponen listrik tidak maksimal dan semakin lama akan
menyebabkan kerusakan pada komponen tersebut. Oleh karena itu, diperlukan
tindakan-tindakan untuk mengurangi harmonisa pada output inverter. Bentuk
gelombang keluaran sangat tergantung pada frekuensi switching semikonduktor inverter. Semakin tinggi frekuensi switching, maka bentuk gelombang yang
dihasilkan semakin mendekati sinusoidal. Namun seiring dengan meningkatnya
frekuensi switching maka daya pada switch juga akan semakin besar.
On 24-Jan-2019
SANKELUX - Memilih inverter yang tepat
untuk pemasangan solar panel tidak bisa dilihat dari jenis-jenisnya saja.
Terdapat beberapa kriteria lain yang harus diperhatikan untuk Anda. Oleh karena
itu, dalam tulisan ini akan menjelaskan aspek-aspek lain yang dianggap perlu
untuk dicari informasinya terlebih dahulu oleh calon pembeli.
1.
Komponen
Saat akan membeli
inverter, tanyakan kepada penjual apakah komponen power inverter menggunakan IC
saja atau trafo + IC?
Inverter yang menggunakan
komponen kedua biasanya memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap panas
sehingga kualitasnya pun menjadi lebih baik. Jika inverter biasa hanya bertahan
beberapa tahun saja, maka jenis trafo + IC dapat bertahan hingga 10 tahun.
Perbedaan kualitas komponen kedua inverter ini khususnya terlihat saat beban
yang menarik arus besar serta tidak tahan terhadap arus listrik singkat atau
korslet.
2.
Efisiensi
Daya
Seperti halnya genset dan
solar panel, inverter pun harus mempunyai efisiensi yang baik terhadap output
yang dihasilkan. Contohnya, inverter dengan efisiensi yang kurang baik hanya
dapat digunakan untuk pemakaian
untuk harga solar cell 100 watt sampai 400 watt saja. Sedangkan efisiensi yang baik dapat menghasilkan
output yang dapat digunakan untuk harga listrik tenaga surya 1000 watt.
3.
Frekuensi
Frekuensi jaringan
listrik yang cocok untuk dipakai di Indonesia adalah yang memiliki frekuensi 50
Hz karena terdapat inverter yang memiliki frekuensi 100 Hz. Sehingga tidak
dapat digunakan untuk peralatan listrik di Indonesia.
4.
Gelombang
Telah dijelaskan dalam
artikel sebelumnya "Mengenal Inverter Lebih Jauh, Berdasarkan Gelombang Tegangan" bahwa terdapat tiga jenis inverter berdasarkan
gelombang. Untuk menentukan pilihan terbaik, susunlah terlebih dahulu kebutuhan
pemakaian solar panel di rumah Anda. Apakah menggunakan komponen induksi
seperti dinamo atau transformer atau tidak. Atau tentukan output yang
diinginkan dengan budget yang dimiliki.
5.
Kualitas
Komponen Alat Listrik
Kualitas komponen alat
listrik adalah salah satu aspek terpenting. Oleh karena itu, bila Anda ingin
membeli inverter pastikan kualitas produk yang dibeli sesuai dengan fakta-fakta
yang dipaparkan. Untuk kualitas komponen alat listrik, Indonesia dewasa ini
telah mampu memproduksi komponen yang bagus, baik dari sisi harga maupun
komponen suku cadang. Untuk mendapatkan inverter buatan bangsa yang
berkualitas, Anda bisa menghubungi online@sankeindo.co.id atau langsung
kunjungi website kami di www.sankelux.co.id sebagai pemroduksi komponen panel
surya terpercaya
6.
Garansi
Service
Setiap produk berkualitas
pasti memiliki garansi setidaknya 1 tahun. Oleh karena itu perhatikan apakah
produk inverter yang akan Anda beli bergaransi atau tidak. Garansi service
membuktikan bahwa penjual bertanggungjawab atas produk yang dijual.
7.
Harga
Ada kualitas ada harga. Ungkapan
tersebut pasti sering Anda dengar dimana-mana. Termasuk untuk inverter,
ungkapan ini sangatlah berlaku. Namun di www.sankelux.co.id,
terdapat berbagai macam tipe inverter dengan kualitas yang terjamin. Anda dapat
menemukan inverter dari harga 10 juta-an hingga berkualitas premium yaitu IFS
10 KW – 3 phase seharga 60 juta.
Nah,
dari ketujuh kriteria diatas Anda dapat menentukan inverter apa yang paling sesuai
untuk kebutuhan sehari-hari di rumah. Yaitu inverter yang sesuai dengan hargalistrik tenaga surya 1000 Watt.
On 21-Jan-2019
SANKELUX- Sebagai negara tropis yang
berada di titik garis equador/Khatulistiwa, Indonesia memang mendapatkan sinar
matahari yang melimpah sepanjang tahun. Akan tetapi, karena Indonesia sangatlah
luas, tidak semua wilayah mendapatkan paparan sinar matahari yang sama. Bahkan
di beberapa wilayah tertentu, justru dikenal dengan curah hujan yang tinggi
sepanjang tahun.
Oleh
karena itu, pemasangan panel surya untuk atap rumah pun tidak bisa sembarangan.
Bukan hanya menghitung harga panel surya untuk rumah tangga saja yang
dibutuhkan lho. Memasang harga listrik tenaga surya 5000 watt tidak serta merta
membuat panel surya dapat menyerap daya maksimal. Tetapi, diperlukan juga
perhatian khusus untuk beberapa aspek terkait atap rumah. Untuk tips-tipsnya,
Anda dapat menjawab empat pertanyaan ini.
1.
Dimana
Lokasi Rumah Anda?
Posisi rumah Anda dari garis Khatulistiwa akan sangat mempengaruhi efektifitas penyerapan energi matahari. Kuncinya adalah, jika rumah Anda berada di atas garis Khatulistiwa, maka panel surya akan bekerja paling baik jika menghadap selatan. Dan jika rumah Anda berada di bawah garis Khatulistiwa, maka posisikan panel surya menghadap utara. Akan tetapi, jika arah yang tepat ternyata terhalang obyak yang tidak bisa dilhilangkan seperti rumah tetangga, Anda selanjutnya dapat membaca pertanyaan nomor empat.
2.
Kemana
Arah Atap Rumah Anda?
Memang, sudah dijelaskan
sebelumnya jika posisi ideal panel surya menghadap utara atau selatan. Tapi
bagaimana jika posisi atap rumah Anda tidak memungkinkan? Bagaimana jika rumah
Anda menghadap barat, timur, atau bahkan barat laut? Tenang, dengan cara yang tepat, sistem akan tetap berfungsi
maksimal. Untuk menyiasatinya, Anda perlu untuk mengorbankan segala penghalang
yang memungkinkan menganggu maksimalisasi kinerja solar panel. Misalnya adalah
pohon besar, sebaiknya potong dahan-dahan besar yang dapat member bayangan.
3.
Apa
Tipe Atap Rumah Anda?
Atap rumah terbuat dari
berbagai macam material. Meskipun kebanyakan rumah di Indonesia menggunakan
genteng keramik, tetapi harus dipastikan terlebih dahulu apa tipe atap rumah
Anda. Hal ini karena tipe atap akan berpengaruh terhadap pilihan jenis tipe dan
struktur penyangga panel surya Anda. Jika menggunakan jenis keramik, dudukan
penyangga dapat dipasang diantara sambungan genteng. Berbeda dengan jenis
genteng asbes atau aspal yang membutuhkan rangkaian penyangga yang disatukan
dengan rangka atap rumah.
Di Indonesia, rumah
rata-rata memiliki kemiringan atap 30-40°. Sedangkan panel surya dapat menangkap
sinar matahari dengan maksimal pada
kemiringan atap 10°. Semakin miring atap, efisiensi panel surya akan
berkurang. Jadi untuk memasimalkan daya serap panel surya, Anda dapat
memasangnya dengan posisi yang lebih datar. Dapat disiasati dengan menggunakan
penyangga yang lebih tinggi di bagian bawah dan diarahkan ke atas.
On 21-Jan-2019
Penggunaan
pompa air untuk kebutuhan rumah tangga masih menjadi primadona bagi masyarakat.
Menurut data, hanya 25% rumah tangga yang menggunakan layanan PDAM dan sisanya
adalah pengguna air sumur. Di kota-kota sekalipun, untuk rumah yang sudah
menggunakan PDAM biasanya juga memasang pompa air untuk air sumur. Jenis pompa
air yang beredar dipasaran terdapat berbagai macam merk dan tipe. Dan
berbeda-beda pula penggunaannya sesuai dengan kedalaman air.
Selain
pompa air konvensional, rumah-rumah di kota sudah mulai memasang pompa air sumur bor tenaga surya. Mereka beranggapan bahwa tenaga surya jauh lebih efisien
dalam budgeting dan berbagai alasan manfaat lainnya. Tapi tahukah Anda, bahwa
pompa air tenaga surya pun akan mengalami beberapa masalah? Nah, jika Anda
sudah memasang pompa air tenaga surya, maka Anda harus mengenali beberapa
kesalahan umum yan kerap terjadi dan apa yang harus dilakukan.
Dalam
penggunaan panel surya untuk pompa air, ada beberapa masalah yang mungkin muncul,
seperti:
1.
Pompa
air tidak menyala sesuai waktu yang diinginkan
Jika dalam rencana
harusnya pompa bekerja minimal dua jam, namun saat pemakaian hanya mampu
menyala satu jam. Maka Anda harus perhatikan kembali berapa daya pompa air.
Pastikan daya panel surya lebih besar dibanding daya kebutuhan harian pompa
air. Jangan terburu-buru menyalakan baterai, karena baterai hanya berfungsi
untuk menyimpan energi.
2.
Pompa
air tidak mau menyala
Jika hal ini terjadi,
perhatikan jenis inverter yang digunakan. Pastikan minimal kapasitas inverter
yang digunakan 3-5 kali kapasitas pompa air. Karena motor listrik membutuhkan
daya start yang tinggi.
3. Fault
dan error
Jika hal ini terjadi, cek
rangkaian sistem secara berlebihan secara teliti dan pastikan konektor
terpasang dengan baik.
Apakah
pompa air sumur bor tenaga surya Anda pernah mengalami permasalahan diatas?
Tidak perlu khawatir, Anda tinggal mengecek kembali bagian-bagian yang
diperlukan seperti penjelasan diatas. Pompa air tenaga surya Anda akan
berfungsi kembali dengan normal. Selamat mencoba!
On 15-Jan-2019
SANKELUX - Pemanfaatan atap rumah sebagai sumber listrik dapat menjadi
pilihan untuk memaksimalkan ruang bangunan. Terlebih, listrik yang dihasilkan
gratis dan bebas polusi. Penggunaan panel surya untuk atap rumah bisa menjadi solusi untuk penyediaan energi bersih.
Lalu
bagaimana untuk harga panel surya untuk rumah tangga? Pembiayaan penggunaan panel surya untuk atap rumah tergantung pada
fungsi dan kebutuhan sistem itu sendiri. Perbedaan mendasar yang paling
berpengaruh adalah penggunaan jenis inverter dan pilihan baterai, Anda menggunakannya
atau tidak.
Setelah
mendapat jawaban dari ketiga pertanyaan diatas, berikutnya Anda akan mengetahui
sistem solar panel seperti apa yang cocok untuk diaplikasikan. Beserta harga solar panel untuk rumah tangga yang harus Anda keluarkan. Secara
garis besar, berdasarkan fungsi dan kebutuhannya, ada 4 jenis aplikasi sistem
panel surya untuk atap rumah.
1.
Grid-Tie
Listrik surya yang diproduksi dayanya digunakan langsung untuk
mensuplai listrik ke PLN, supaya dapat digunakan kembali sewaktu-waktu.
2.
Grid
Interactive/Smart
Listrik surya yang digunakan langsung untuk mensuplai listrik ke
PLN, juga disediakan baterai sebagai cadangan daya, sehingga listrik rumah aman
meskipun PLN padam.
3.
Grid
Hybrid
Listrik surya yang digunakan secara bersama-sama antara PLN
dengan genset atau tipe pembangkit lainnya dan mampu menjadi cadangan daya di
saat listrik padam.
4.
Off
Grid
Listrik
surya ini dapat digunakan secara mandiri tanpa terhubung dengan listrik PLN,
karena ketersediaan baterai sebagai cadangan daya.
Untuk
menentukan harga panel surya untuk rumah tangga, Anda harus mengenali karakter rumah.
Dengan menjawab beberapa pernyataan
seperti, 1) Atap Anda mengarah kemana? 2) Apakah rumah Anda di aliri listrik
PLN 24 jam? 3) Berapa besar kWh meter rumah Anda setiap bulannya?.
Secara
umum, listrik yang dihasilkan panel surya dapat mendukung seluruh bentuk beban
yang digunakan. Mulai dari lampu, kulkas, hingga menggerakan mesin. Sehingga semakin
besar kebutuhan listrik pengguna, maka akan semakin banyak pula biaya yang
perlu disiapkan. Apalagi jika kebutuhan cadangan listrik untuk di rumah juga besar.
Produk dan komponen pelengkap sistem panel surya di atap juga
memiliki kualitas dan harga
yang bervariasi. Sebagai catatan,
listrik surya yang menggunakan baterai
(grid interactive dan off grid) akan memiliki harga cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan system grid
tie.
On 10-Jan-2019
SANKELUX-Industri tenaga surya atau dikenal sebagai solar panel
telah tumbuh dan berkembang pesat di dekade ini.
Terlebih di Negara maju seperti Amerika Serikat, industry ini telah menjadi mainstream dan telah digunakan oleh 70% masyarakat
untuk kebutuhan sehari-hari.
Jika
Anda tertarik terhadap energi terbarukan seperti energi matahari, memahami seluk
beluk tentang energi ini tentunya akan sangat membantu. Di artikel ini, penulis
akan mengupas secara tuntas fakta-fakta mengenai energi matahari yang mungkin akan mengejutkan
Anda.
1. Solar
panel merupakan sumber energi termurah dan paling melimpah di seluruh dunia jika
dibandingkan dengan energi terbarukan lainnya.
2. Tenaga
surya diukur dalam satuan watt (kilowatt, megawatt, gigawatt dan terawatt) 1000
watt setara dengan 1 kilowatt, 1000 kilowatt setara dengan 1
megawatt, dan begitu seterusnya. Jika rumah Anda mengeluarkan biaya untuk harga listrik tenaga surya 1000 watt, artinya Anda menggunakan tenaga surya sebesar 1
kilowatt.
3. Saat
ini, matahari membakar hydrogen. Suatu hari nanti ketika hydrogen hilang, ia akan
beralih ke helium. Tapi hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap sistem
solar panel.
4. Potensi
tenaga surya pertama kali ditemukan oleh Alexandre Edmund Bacquerel pada tahun
1839. Dan sel fotovoltaik atau sel PV dikembangkan
tahun 1954 oleh Bell Laboratories.
Kemudian solar panel pertama kali dijual bebas untuk publik di tahun 1956
dengan harga $ 300 watt per 1 watt solar
cell.
5. Exxon Mobil merupakan salah satu perusahaan pertama yang meneliti cara untuk menurunkan biaya
sel surya. Awalnya digunakan untuk menyalakan lampu peringatan pada rig minyak.
6. Tenaga
surya dapat memberikan daya 24 jam setiap harinya sekalipun saat cuaca mendung atau
malam hari. Karena komponen solar panel terdiri dari inverter dan baterai yang mengubah tenaga surya menjadi listrik dan
akan menyimpannya untuk digunakan di lain waktu.
7. Energi
ini tidak hanya dimanfaatkan untuk listrik. Tapi untuk teknologi modern lainnya
seperti fotovoltaik, pemanas matahari, fotosintesis buatan, arsitektur surya,
biomass, dan alat transportasi.
8. Teknologi
panel surya dapat dibedakan menjadi aktif dan pasif. Untuk penggunaan fotovoltaik
dan kolektor panas matahari merupakan aktif. Dan penggunaan teknologi pasif untuk
meningkatkan sirkulasi udara.
9. Bumi
mendapatkan 174 petawatt dari radiasi matahari. Sekitar 30% dipantulkan kembali
ke angkasa. Sisanya diserap oleh lautan, awan, dan daratan.
10. Siklus
air merupakan hasil dari insulasi matahari. Bumi, lautan, dan atmosfer menyerap
radiasi matahari dan menyebabkan konveksi di lautan dan kondensasi uap air di
awan yang kemudian akan turun sebagai hujan.
11. Tenaga
surya juga memiliki kegunaan lain, yaitu agrikultur, holtikultur dan fotosintesis fosil. Energi ini
diubah oleh tanaman hijau menjadi energy kimia yang menciptakan massa bio yang
membentuk bahan bakar fosil.
12. Tenaga
surya juga dapat digunakan untuk membuat air minum, air payau atau air asin.
Bahkan pembentukan garam dari air laut juga merupakan salah satu hasil dari tenaga
surya.
13. Tenaga
surya tidak menghasilkan polusi baik polusi udara, suara dan limbah lainnya
yang akan berdampak buruk bagi lingkungan. Secara ekologis, penggunaan tenaga surya
sangat diterima.
14. Tenaga
surya sedang dikembangkan sebagai sumber energi utama untuk menggerakan pesawat
luar angkasa oleh NASA.
15. Bumi
menerima sekitar 1.366 watt radiasi matahari langsung per meter persegi.
16. Pembangkit
listrik tenaga surya terbesar berlokasi di Gurun Mojave di California, dengan luas
1000 hektar, terbesar di seluruh dunia.
17. Panel
surya bebas dari biaya perawatan. Sekali dipasang, panel surya dan komponen lainnya
tidak ada biaya tambahan karena tidak memerlukan perawatan khusus.
18. Tenaga
surya telah digunakan selama lebih dari 2.700 tahun. Pada 700 SM, cahaya matahari
digunakan untuk membuat api dengan memperbesar cahaya menggunakan batu seperti kaca.
19. Matahari
juga merupakan sumber energi utama dari bahan bakar fosil tak terbarukan,
seperti batubara, gas dan minyak bumi. Yang merupakan hasil fotosintesis dan
penguapan dari hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun sebelumnya.
20.
Penggunaan panel surya untuk rumah tangga di atap dapat
mengurangi polusi sebesar 100 ton CO2 karbon dioksida dalam masa hidupnya. Ini termasuk
energi yang dibutuhkan untuk memproduksi panel surya. 4 panel surya setiap rumah
dapat meningkatkan kualitas udara dan mengurangi global warming.
On 26-Des-2018
SANKELUX- Perkembangan panel surya di Indonesia semakin meningkat dengan adanya Peraturan Menteri ESDM No. 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Peraturan ini mengatur hal-hal mendasar untuk mendorong percepatan pembangunan energi surya, khususnya rooftop solar (panel surya) di Indonesia. Peraturan ini berisi ketentuan teknis mengenai kapasitas pemasangan panel atap rumah atau gedung, skema transaksi kredit listrik dengan PLN, prosedur perizinan dan pemasangan, serta prosedur penggunaan rooftop bagi pelanggan industri.
Lalu bagaimana peraturan khusus
pemasangan panel surya atap di Indonesia? Berikut fakta-fakta menarik mengenai
peraturan panel surya atap yang telah dirangkum oleh penulis:
1. Izin Pemasangan Panel Surya
Menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basir, secara teknis
penyaluran panel surya atap tanpa izin dapat mengganggu penyaluran listrik
konvensional oleh PLN. Sebab, PLN tidak mengetahui kapasitas dari aliran
listrik itu sendiri sehingga ketika di ekspor secara berlebihan dapat menyebabkan
terganggunya aliran listrik tersebut.
Peraturan ini mensyaratkan pelanggan untuk mengajukan
izin terlebih dahulu pada kantor regional PLN. Hal ini akan memberikan
kewenangan mutlak pada PLN sebelum pelanggan menginstalasi panel surya atap di
Indonesia.
Konsumen kemudian tinggal mendaftarkan nomor identitas
konsumen PLN dengan merubah mekanisme pembayaran dari prabayar menjadi
pascabayar. Selain itu, konsumen perlu mencantumkan sistem daya yang terpasang
dan spesifikasi alatnya yang kemudian nantinya akan diverifikasi dan diberikan
persetujuan.
2. Batas Kapasitas Pemasangan Panel Surya
Dalam Peraturan Menteri No. 49 Tahun 2018 tersebut,
disebutkan bahwa tujuan penggunaan sistem PLTS atap adalah untuk menghemat
tagihan listrik. Namun, masyarakat yang berniat menginstalasi sistem tersebut
tidak boleh melebihi daya listrik yang saat ini dimiliki. Di pasal 5 disebutkan,
bahwa kapasitas sistem panel surya atap dibatasi dan tidak dapat memasang daya maksimal 90% dari daya
listrik yang tersambung dan mengalir dari PLN. Misalnya, Anda menggunakan
listrik dari PLN sebesar 6000 watt, jadi Anda dapat menginstalasi sistem dengan
harga panel surya 5000 watt.
3. Konsumen Sekaligus Produsen
Jika dahulu masyarakat menjadi konsumen karena hanya
membeli listrik dari PLN, maka sekarang semuanya menjadi berbeda. Dengan adanya
sistem listrik tenaga surya yang bersifat mandiri, konsumen dapat menjadi
produsen listrik. Tidak hanya itu, bahkan dalam peraturan menteri yang
dikeluarkan pada 16 November 2018 yang lalu, pemerintah telah mengeluarkan
peraturan serta jaminan penjualan listrik kepada PLN. Ya, Anda dapat menjual
listrik kepada PLN dari sistem panel surya yang terpasang dirumah Anda. Tetapi
tarif listrik yang dijual ke PLN ini dibatasi.
Dalam pasal 6, disebutkan bahwa pengguna panel surya
atap dapat menjual kelebihan listriknya berdasarkan kWh ekspor yang tercatat
pada meter kWh ekspor-impor dikalikan 65%. Penghitungan energy listrik Anda
akan dilakukan setiap bulan berdasarkan selisih nilai kWh impor dan nilai kWh ekspor.
Artinya, masyarakat tidak akan mendapatkan harga jual listrik yang setara
dengan harga jual PLN ke masyarakat. Misalnya, saat ini PLN menjual listrik ke
masyarakat Rp. 1.352 per kWh. Maka tarif listrik yang dijual ke PLN hanya
dibayar 65% dari harga per kWh.
Oleh karena itu, untuk memudahkan Anda dari peraturan
ini khususnya untuk poin pertama, sebaiknya pemasangan panel surya atap
dilakukan oleh badan usaha dengan sertifikat tertentu. Sehingga pengajuan
persyaratan teknis akan lebih cepat di verifikasi dan diberikan izin. Sankelux
merupakan badan usaha yang setiap produksinya telah mendapatkan sertifikasi
dari badan sertifikasi nasional dan internasional terpercaya. Serta telah
mengantongi sertifikat mutu ISO.
On 18-Des-2018
SANKELUX-Hidup di era modern seperti saat ini
sangat memudahkan kita dalam melakukan berbagai aktivitas. Sadar atau tidak
kemudahan tersebut telah membuat kita sangat bergantung terhadap berbagai hal,
misalnya listrik. Saat listrik mati, kita akan kesulitan untuk mendapatkan
berbagai akses teknologi dan kebutuhan hidup lainnya .
Padahal diluar sana masih banyak alternatif energi misalnya listrik dari tenaga surya. Namun masyarakat masih banyak yang tidak
mengabaikan energi alternatif ini karena harga panel surya untuk rumah tangga
dianggap relative sangat mahal. Karena untuk memasang tenaga listrik surya
tidak cukup hanya memasang satu atau dua panel, belum ditambah dengan biaya
baterai untu penyimpanan energi. Dibutuhkan banyak panel surya dan baterai
untuk mendukung aktifitas rumah tangga seperti mencuci, lemari pendingin, dan
listrik untuk air.
Lalu bagaimana jika di rumah atau di tempat kerja kita
terjadi pemadaman listrik? Biasanya kita akan menggunakan genset atau generator
set. Ya, genset memang bisa saja menjadi alternatif pilihan jika harga
panel surya untuk rumah tangga masih dianggap memberatkan. Harga genset
memang banyak yang terjangkau, tetapi harga akan tetap menunjukan kualitas.
Sebagai sumber energi listrik alternatif, kita pasti tidak
menginginkan genset yang kita gunakan malah mengganggu dan memberatkan. Seperti
asap, biaya maintenance, harga bbm melonjak, dan suara gerak mesin motor yang
berisik dan mengganggu pendengaran.
Sebelum membeli genset sebaiknya Anda mencari informasi dan
membandingkannya. Misalnya membandingkan genset biasa dengan genset tenaga
surya. Genset tenaga surya bisa menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang
menginginkan sumber energi listrik cadangan dengan tenaga surya.
Sebagai informasi, genset tenaga surya Hypo UPS,
genset ini memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan genset yang
biasa. Pertama, Anda tidak perlu membeli bahaan bakar karena sumebr energy nya
adalah sinar matahari. Kedua, genset hypo ups ini sudah termasuk baterai di
dalamnya dan bebas biaya maintenance. Ketiga, genset ini bebas polusi, bebas
bising dan memiliki auto switch jika di rumah Anda tiba-tiba terjadi pemadaman
listrik. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat melihatnya di https://www.sankelux.co.id/ jika harga
panel surya untuk rumah tangga dianggap mahal.
On 17-Des-2018
SANKELUX- Pemakaian energi alternatif
terbarukan seperti sinar matahari kian diminati. Namun, tidak banyak orang yang
mengetahui bagaimana aplikasi solar panel untuk konsumsi ritel atau perumahan.
Banyak
orang bertanya, setelah menggunakan panel tenaga surya, bagaimana dengan
instalasi listrik PLN yang telah terpasang sebelumnya. Atau pertanyaan mengenai
perbedaan sistem instalasi panel surya terhadap harga listrik tenaga surya 1000 watt. Menanggapi hal tersebut, kami menjawab bahwa hal itu tergantung pada
kebutuhan.
Untuk
hunian, pada dasarnya ada dua jenis instalasi panel surya yang bisa diterapkan,
dimana masing-masing berkaitan dengan peralatan pendukung yang digunakan, yaitu
Off Grid dan On Grid. Lalu sistem apa yang cocok untuk hunian dengan konsep
perumahan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pahami dahulu kedua sistem
tersebut.
Off Grid atau disebut juga stand alone
PV (photovoltaic) system atau sistem pembangkit
listrik yang hanya mengandalkan energi matahari sebagai satu-satunya sumber energi
utama dengan menggunakan rangkaian panel surya untuk menghasilkan energi
listrik sesuai kebutuhan. Dengan menginstalasi sistem ini Anda tidak perlu lagi
menggunakan listrik dari PLN ataupun backup lainnya seperti genset. Off Grid bersifat mandiri, adapun tipe
solar sistem untuk hunian yang menggunakan baterai hanyalah sebagai media
penyimpanan atau bank energi.
Pada
sistem Off Grid, kapasistas baterai
harus memperhitungkan cadangan jika kondisi cuaca buruk yang berakibat pada
produksi energi sinar matahari kurang optimal. Untuk Indonesia, kementrian ESDM menyarankan masyarakat yang menggunakan sistem ini untuk menggunakan
baterai dengan kapasitas cadangan minimal 3 hari sebagai patokan (autonomous days).
Sistem
On Grid (disebut juga Grid Tie/ Grid
Interactive), menggunakan solar panel untuk menghasilkan listrik yang ramah
lingkungan dan bebas emisi. Sesuai namanya, rangkaian sistem ini tetap
terhubung dengan jaringan PLN dengan mengoptimalkan pemanfaatan energi dari
panel surya untuk menghasilkan energi semaksimal mungkin.
Dalam
sistem On Grid, baterai merupakan hal
yang tidak wajib, mengingat tenaga surya bukanlah sumber energi utama. Sesuai
namanya, On Grid berarti bekerjasama
dengan arus listrik dari PLN. Yakni arus PLN menjadi penghubung atau penyalur
arus listrik dari panel surya kepada beban. Sehingga seluruh penggunaan listrik
pada waktu siang hari dihasilkan dari energi listrik panel surya. Sedangkan untuk malam hari
menggunakan PLN.
Dari
penjelasan mengenai kedua sistem diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem Off Grid merupakan sistem PLTS yang
diperuntukan untuk daerah-daerah terpencil/ pedesaan atau penerangan jalan. Hal
tersebut dikarenakan produk sistem ini bersifat mandiri dan dapat bekerja
dengan komponen yang lengkap meskipun tidak terjangkau jaringan PLN.
Sedangkan
untuk hunian dengan konsep perumahan, On Grid dinilai
lebih tepat atau sesuai untuk digunakan sebagai energi alternatif untuk hunian
di perumahan. Karena konsep hunian perumahan biasanya berada di perkotaan yang
memiliiki aliran listrik dari PLN. Selain itu, Anda juga dapat mengkonversikan harga listrik tenaga surya 1000 watt dengan harga listrik dari PLN. Dengan adanya
sistem ini, akan mengurangi tagihan listrik dan memberikan nilai tambah pada
pemiliknya.
Sudah
tahu kan sistem apa yang paling sesuai untuk perumahan? Jika sudah, yuk mulai
rencanakan instalasi listrik tenaga surya di rumah Anda. Selama bulan Desember
ini ada promo akhir tahun lho untuk semua jenis solar panel. Harga mulai dari Rp. 377.500 untuk solar panel 30 WP 6 V. Untuk
melihat lebih lengkap kunjungi https://www.sankelux.co.id/search?diskonend=100.
On 17-Des-2018
SANKELUX- Baterai adalah komponen penting
dalam sistem elektrik. Baterai sendiri merupakan sebuah alat yang terdiri dari
2 atau lebih sel elektrokimia yang mengubah energi kimia yang di simpan di dalam
baterai menjadi energi listrik. Inilah yang menjadikan baterai sangat penting
dalam sistem solar panel. Baterai akan menyimpan energi dari matahari melalui solar
panel sebagai cadangan untuk malam hari atau cuaca berawan.
Baterai
yang dapat diisi ulang disebut sebagai baterai sekunder. Pada dasarnya, baterai
jenis sekunder ini sangat banyak macamnya. Namun, tidak semuanya dapat
diaplikasikan pada sistem panel surya. Yang dapat diaplikasikan adalah jenis Lead-Acid
dan dan Li-Ion.
Dari
kedua jenis tersebut, orang biasanya menginginkan baterai berkualitas bagus
dengan harga yang relatif terjangkau. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan
dijelaskan jenis baterai Li-Ion, yaitu Lithium tipe LiFePO4. Baterai ini dapat
digunakan untuk berbagai kebutuhan watt. Mulai dari 1000 watt hingga digunakan
untuk harga panel surya 5000 watt pun baterai ini memiliki performa yang baik.
Lithium (LiFePO4)
LiFePO4
salah satu jenis baterai sekunder yang termasuk dalam kategori Li-Ion. Sesuai
namanya jenis baterai ini menggunakan senyawa Lithium interkalasi sebagai bahan
elektrodanya. Baterai dengan bahan ini memiliki daya tahan cukup tinggi dan
memiliki tingkat penurunan daya cukup rendah saat tidak digunakan.
LiFePO4
Sankelux merupakan produk lokal karya anak bangsa yang dirakit dengan material
berkualitas dan berteknologi tinggi. Setiap produk baterai Lithium ini telah
melewati tahap pengujian dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Kualitas produk
Sankelux telah terjamin oleh badan sertifikasi nasional dan internasional.
Baterai
fosfat besi Lithium dalam produk ini dikenal juga dengan sebutan baterai Li-fosfat.
Baterai ini adalah salah satu tipe baterai yang sesuai untuk sistem panel
surya. Baterai ini bersifat rendah resistansi yang dapat meningkatkan keamanan
dan stabilitas termal. Berikut beberapa keunggulan baterai LiFePO4:
Safety
Baterai
ini dikenal karena profil keamanannya yang kuat. Ketika dalam keadaan
berbahaya, seperti hubungan arus
pendek, pengisian daya yang berlebihan, baterai ini tidak akan terbakar atau
meledak. Karena baterai ini menggunakan material dan hasil kimia yang stabil,
yaitu kimia Lithium Phosphate dapat mengurangi resiko yang berbahaya secara
signifikan.
Performance
Baterai
LiFePO4 memiliki rentang waktu hidup yang jauh lebih panjang jika dibandingkan dengan jenis
baterai Lead-Acid. Baterai ini dapat bekerja dengan performa sangat baik untuk
jangka waktu 5-7 tahun. Dengan Menggunakan LiFePO4, dapat membantu Anda
meminimalkan biaya penggantian dan mengurangi total biaya kepemilikan.
Climate Resistance
LiFePO4
dapat bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan ekstrim. Di Cuaca dingin
hingga suhu -20°C, baterai ini akan tetap menyimpan daya hingga 80%. Dan
dalam udara panas, baterai ini dapat bertahan hingga suhu 60°C.
Light Weight
Dibandingkan
dengan tipe Lead-Acid, baterai ini empat kali lebih ringan. Sebagai contoh,
jika baterai Lead-Acid 150Ah berbobot sekitar 50kg, di sisi lain tipe LiFePO4
hanya berbobot 15kg. Untuk pengaplikasian sistem solar panel, keunggulan ini
merupakan manfaat yang sangat besar karena tidak hanya menurunkan biaya
instalasi tetapi juga mempercepat pelaksanaan proyek.
Fast Charging
Manfaat
lain dari LiFePO4 adalah, meskipun memiliki ukuran yang relatif kecil, mampu
diisi daya hingga penuh 100% dalam waktu yang singkat, namun tetap menyimpan
energi listrik yang besar dan
tahan lama.
LiFePO4
memang bukan jenis terbaru, namun baterai ini terus dikembangkan dan
ditingkatkan kuaitasnya. Sehingga dewasa ini dapat diaplikasikan untuk sistem
tenaga surya dengan harga panel surya 5000 watt sekalipun. Selain itu juga,
dapat digunakan untuk kebutuhan instalasi listrik lainnya, seperti PJU,
peralatan medis, hingga telekomunikasi.
Untuk
harga, Anda tidak perlu khawatir karena Sankelux memiliki berbagai promo
termasuk promo akhir tahun. Silahkan kunjungi https://www.sankelux.co.id/search?diskonend=100
untuk melihat berbagai jenis baterai dengan potongan harga hingga 31% termasuk
Lithium LiFePO4.
On 23-Nov-2018
SANKELUX- Teknologi
yang berkembang sangat cepat, setiap tahunnya. Dengan segala terobosan baru,
banyak sekali berbagai kosa kata baru di bidang teknologi yang terkadang dapat
membingungkan. Itulah sebabnya, penulis berkeinginan untuk menjelaskan mengenai
salah satu komponen terpenting dari komponen energi tenaga surya yang disebut
sebagai inverter.
Apa Itu
Solar Inverter?
Jika solar panel merupakan jantung dalam sebuah sistem, maka inverter adalah otak dari
keseluruhan sistem tersebut. Pekerjaan utama sebuah inverter adalah mengubah
daya arus langsung yang dihasilkan oleh array solar panel menjadi daya arus
bolak-balik yang diubah menjadi tenaga listrik yang kemudian dapat digunakan.
Selain itu, peran inverter dewasa ini
telah semakin maju, inverter memungkinkan kita untuk melihat bagaimana kinerja sistem
energi tenaga surya. Inverter ini digunakan untuk solar panel berbagai macam
daya, mulai dari 100 watt hingga harga panel surya 5000 watt.
Memilih
Inverter Yang Tepat
Tidak semua inverter dibuat untuk kegunaan yang sama.
Beberapa
diantaranya, ada yang jauh lebih efisien daripada jenis inverter yang
lain. Hal ini dapat mempengaruhi
seluruh output sistem tenaga
surya Anda dan
berpotensi lebih
hemat. Ada tiga jenis inverter panel surya yang cocok untuk rumah tangga:
1. 1. Inverter Tradisional,
atau disebut off grid inverter
Bekerja dengan
menggunakan sumber listrik backup battery
yang dihasilkan dari sistem solar panel dan menggantikan saat jaringan listrik
dari penyedia utama padam. Inventer ini bekerja layaknya UPS hanya saja ada
tambahan solar charge dari tenaga
matahari.
2. 2. On Grid Inverter
Inverter ini bekerja secara
langsung dari sistem solar panel tanpa melalui sumber backup, dan juga dapat digunakan secara bersamaan dengan penyedia
jaringan listrik utama, sehingga dapat mengurangi beban tagihan listrik. Sistem
inverter ini dapat bekerja secara sinkron dan otomatis berbagi beban dengan PLN
sebagai backup.
3. 3. Backup
Solar Inverter
Inverter ini memiliki kemampuan untuk
melakukan charge dan discharge baterai dalam sebuah komponen yang sama. Secara
fungsi, inverter ini tidak berbeda dengan kedua inverter sebelumnya namun untuk
pemasangannya sama dengan jenis inverter kedua. Yaitu dipasang dibalik solar
panel. Jenis inverter ini sering disebut dengan smart inverter atau hybrid inverter. Inverter ini cocok digunakan
untuk berbagai kondisi wilayah, mulai
dari pedesaaan hingga perkotaan.
Ketiga
jenis inverter ini dapat di pasangkan dengan solar panel berbagai macam daya.
Bahkan untuk harga panel surya 5000 watt, ketiga inverter diatas akan sangat
bagus. Tergantung pada keefisienan yang diharapkan.
On 13-Nov-2018
SANKELUX - Pembangkit
listrik tenaga surya dewasa ini memang telah menjadi primadona oleh sebagian
masyarakat Indonesia. Di tengah arus informasi yang terbuka, masyarakat sudah
banyak yang menyadari akan pentingnya penggunaan sumber energi alternatif.
Sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan energi yang terbarukan serta untuk menekan
pengeluaran beban listrik.
Nah, jika Anda termasuk salah seorang
yang tertarik untuk memasang pembangkit listrik tenaga surya, alangkah lebih
baik jika Anda memahami perangkat dan komponen harganya. Pemasangan pembangkit listrik ini diperlukan
perencanaan yang baik seperti daya yang dibutuhkan, besar arus, dan unit
baterai, oleh karena itu Anda harus bisa menentukan rencana pemakaian Anda dan
menghitungnya sendiri. Misalnya menghitung harga listrik tenaga surya 5000 watt .
Komponen Pembangkit Listrik Tenaga
Surya
1.
Panel
Surya/ Solar Cell
Panel surya
ini berfungsi untuk mengkonversi tenaga matahari menjadi listrik.
Kebutuhan panel surya untuk tiap pemasangan akan berbeda-beda sesuai dengan
kebutuhan daya (watt) yang
diinginkan.
2.
Charge Control
Fungsi dari
komponen ini adalah untuk menjaga agar baterai tidak kelebihan tegangan (under charger) dengan begitu maka akan
memperawet umur baterai.
3.
Battery
Seperti
baterai pada umumnya, baterai dalam pemasangan pembangkit listrik juga
berfungsi sebagai penyimpan daya. Untuk baterai yang digunakan sebaiknya
menggunakan baterai gel atau baterai kering. Meskipun berharga lebih mahal,
baterai ini paling sering direkomendasikan dan disebut-sebut sebagai baterai terbaik untuk listrik
tenaga surya.
4. Inverter/Converter
Komponen yang terakhir berfungsi untuk mengkonversikan tegangan searah menjadi tegangan bolak balik (AC). Oleh karena itu komponen ini bersifat optional. Tidak diperlukan untuk beban yang hanya membutuhkan tegangan searah (DC).,
Setelah Anda mengenal dan memahami apa saja fungsi dari
komponen-komponen yang akan dipasang. Maka Anda dapat merencanakan jumlah daya
yang dibutuhkan untuk pemakaian sehari-hari. Penentuan daya akan berpengaruh
terhadap jumlah panel surya dan baterai yang diperlukan sesuai kapasitas yang
diinginkan dan pertimbangan untuk penggunaan di malam hari.
Bagaimana,
setelah Anda mengetahui komponen-komponen di atas, apakah Anda dapat menghitung berapa
jumlah tiap komponen yang dibutuhkan dan harga panel surya 5000 watt?
On 13-Sep-2018
SANKELUX – Panel surya dalam kehidupan sehari-hari semakin banyak digunakan oleh
masyarkat Indonesia. Alat yang berfungsi untuk mengubah cahaya menjadi listrik
ini memiliki manfaat yang tidak terbatas, mulai dari penggunaan sejumlah energi
yang tidak terbatas, tidak menimbulkan polusi yang membahayakan lingkungan,
dapat diaplikasikan dari kapasitas kecil maupun besar, dan harga panel surya 500 watt yang terjangkau.
Sistem kerja panel
surya sendiri sangatlah sederhana. Biasanya, panel surya yang berukuran kecil diletakkan
di atap rumah atau bagian yang terpancar sinar matahari. Setelah itu, listrik
akan disimpan di baterai supaya dapat
digunakan selama seharian atau 24 jam. Berikut fungsi panel surya yang
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembangkit energi listrik. Panel surya sudah tentu memiliki fungsi dasar
sebagai pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik.
Adapun caranya dapat dilakukan dengan dua tipe, yaitu secara langsung
menggunakan fotovoltaik dan secara tidak langsung dengan pemusatan energi
surya. Maksud dari fotovoltaik sendiri adalah mengubah secara langsung energi
cahaya menjadi listrik dengan menggunakan efek fotoelektrik.
Pompa air. Ternyata panel surya bukan hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik,
melainkan juga dapat diaplikasikan untuk menghidupkan sirkulasi air. Penggunaan
panel surya ini dimanfaatkan untuk tenaga penggerak dengan sinar matahari. Cara
ini biasanya digunakan oleh daerah yang masih pedalaman atau yang sulit
dijangkau oleh listrik dari PLN. Selain hemat ketersediaan bahan bakar, dengan
panel surya, Anda juga hemat biaya energi penggerak. Apalagi harga panel surya
500 watt yang butuh pengeluaran di awal saja.
Sistem ventilasi. Siapa bilang warga yang ada di kota tidak bisa
memanfaatkan panel surya dalam kehidupan sehari-hari. Anda dapat memanfaatkan
alat pembangkit listrik ini untuk kipas-kipas ventilasi yang ada di rumah. Tentu
ada banyak ventilasi yang Anda gunakan di rumah, seperti exhaust fan kamar
mandi atau dapur, kipas lantai, atau kipas langit yang beroperasi hampir setiap
hari. Dengan penggunaan energi surya Anda dapat mencari harga panel surya 500
watt yang terjangkau demi mengurangi tagihan listrik yang setiap tahunnya
bertambah mahal.
Lampu Penerangan Jalanan Umum (PJU). Jika Anda memperhatikan lampu PJU, beberapa
daerah telah menggunakan panel surya sebagai sumber listriknya. Beberapa dapat
Anda temukan pada PJU yang ada di jalan tol, jalan utama, jalan perumahan,
halte bis, SPBU, dan banyak lagi. Hal ini tentu sangat efisien dalam mengurangi
penggunaan listrik dari listrik PLN. Selain itu, PJU juga sangat cocok untuk
daerah yang belum terjangkau listrik PLN atau daerah terpencil. Sehingga,
penduduk akan merasa aman ketika pulang tengah malam dan mengurangi tingkat
kecelakaan di jalan. Â
On 24-Ags-2018